Hayo, Tahu Tidak Caranya Bermain Kelereng? YouTube/Merah Putih

DULU, permainan kelereng masih digemari di sekolah-sekolah. Bahkan tak jarang yang menjadi kolektor kelereng beraneka model, baik yang bermaterial kaca, marmer, maupun tanah liat. Mereka mendapatkannya dari memenangkan permainan, membeli, atau pun bertukar dengan teman. Karena warnanya yang menarik, anak-anak perempuan juga turut mengoleksinya, meski tidak memainkannya.

Bermain kelereng bisa dibilang gampang gampang susah. Jari bisa sakit jika tidak terbiasa menyentil kelereng, apalagi jika jaraknya jauh. Cara memainkannya sendiri ada beberapa jenis, antara lain permainan anak panah, lingkaran, kubah, dan lubang.

1. Anak panah

Tentukan jumlah kelereng taruhan. Gambar anak panah, lalu letakkan semua kelereng taruhan pada garis lurus dan satu di ujung mata panah. Buat garis berjarak 3 meter (atau sesuai kesepakatan) dari panah (garis batas sejajar garis lurus panah). Masing-masing pemain bergiliran membidik kelereng, semakin dekat dengan mata panah semakin tinggi nilainya. Jika pemain berhasil membidik satu kelereng, maka ia berhak mendapatkan kelereng-kelereng di bawahnya (jika ada).

2. Lingkaran

Tentukan jumlah kelereng taruhan. Letakkan semua kelereng dalam lingkaran secara berdempetan. Gambar garis batas sejauh 2-7 meter (sesuai kesepakatan) dari lingkaran, lalu sentil ke arah lingkaran dari belakang garis. Jika kelereng hanya masuk ke lingkaran tanpa membuat kelereng lain tersentil ke luar lingkaran, maka pemain dianggap gugur. Akan lebih aman jika kelereng pembidik berhenti di luar lingkaran.

Urutan membidik berikutnya ditentukan berdasarkan hasil bidik, yang terdekat dengan lingkaran akan mulai duluan. Bidikan selanjutnya dimulai tepat dari letak kelereng pembidik berhenti. Pemain mendapatkan semua kelereng yang tersentil ke luar lingkaran oleh kelereng pembidiknya. Ingat, kelereng pembidik tidak boleh berhenti di dalam lingkaran (tanpa hasil). Pemain yang telah mendapatkan minimal satu kelereng bisa menggugurkan lawan dan "merampok" semua hasil kelereng yang didapatkan lawan. Caranya, kenai kelereng pembidik milik lawan.

3. Kubah

Permainan kelereng model kubah sama halnya dengan model lingkaran. Bedanya hanya pada penempatan posisi kelereng taruhan yang lebih menyebar. Pada model kubah, kelereng taruhan diletakkan di dalam kubah dengan jarak renggang, serta pada garis luar dan puncak kubah.

4. Lubang

Tanpa kelereng taruhan, model permainan yang ini mirip golf. Pertama-tama, buatlah lubang di tanah berdiameter sekitar 5 cm dan dalam 1,5 cm. Kemudian, gambarlah garis sejauh 7 meter (sesuai kesepakatan) dari lubang. Dari belakang garis tersebut, sentil kelereng pembidik sedekat mungkin dengan lubang untuk mendapat kesempatan membidik duluan. Bila bisa langsung masuk lubang, maka poinnya lima. Namun jika ada pemain lain yang juga bisa langsung masuk, peserta tadi harus mengulang kembali dari garis batas.

Pemain yang mampu memasukkan kelereng pembidik ke dalam lubang akan mendapatkan satu poin dan satu kali giliran bermain. Setelah dapat menyentil kelereng masuk ke lubang, pemain dapat membidik kelereng lawan, jika kena akan bertambah satu poin dan mendapat satu kali giliran bermain. Jika seorang pemain telah mengumpulkan 19 poin, maka dia harus membidik kelereng lawan agar keluar sebagai pemenang. Apabila ia lupa dan justru memasukkan kelerengnya ke lubang, maka poinnya akan kembali ke nol.

Permainan kelereng lebih seru lagi saat para pemain yang kalah diberi hukuman seperti push-up, sit-up, atau lainnya oleh pemenang. Nah, karena Anda sudah tahu cara bermainnya, silakan mencobanya bersama teman atau pun keluarga Anda. Bagi yang sudah punya anak, tidak ada salahnya mengajari kepada anak Anda agar permainan tradisional ini tetap lestari. (*)

Baca juga artikel anak lainnya di sini: 3 Anak Berprestasi Indonesia Di Dunia Otomotif.



Asty TC

LAINNYA DARI MERAH PUTIH