Hati-Hati Penyadap Kartu Berkeliaran Hati-hati penyadapan data kartu Anda. (Foto: 885thejewel)

PENCURIAN data kartu pribadi Anda, entah kartu debit ATM atau kartu kredit semakin marak saja. Menurut The Sun, pencuri tidak perlu memegang fisik kartu Anda hanya butuh menempelkan gawainya maka data kartu Anda sudah berhasil dicuri.

Pencurian data seperti itu meningkat di tahun 2017. Memang bila di Indonesia bisa jadi jumlahnya tidak banyak. Namun dari uji coba yang dibuat oleh The Sun, seseorang dapat dengan mudah mendapatkan data-data orang lain dengan aplikasi legal yang ada di Google Play.

dompet
Melalui aplikasi seseorang dapat mencuri kartu kredit Anda. (Foto: makeuseof)

Kartu contactless dengan aplikasi tersebut dapat dengan mudah diklon oleh pencurinya. Aplikasi yang diunduh itu membuat ponsel sebagai scanner yang membaca dengan mudah kartu-kartu yang Anda miliki. Tentunya ponsel yang digunakan memiliki fitur pembaca kartu.

Hasilnya dengan mudahnya, uji coba The Sun itu mendapatkan berbagai data yang ada 'korban' yang discan kartu-kartunya. Namun yang tidak didapatkan oleh pencuri data ini adalah CVV, yakni tiga angka yang berada di belakang kartu yang merupakan nomor unik untuk menjaga keamanan transaksi online.

Tapi hal itu tak berlaku bagi situs-situs belanja online yang tidak membutuhkan CVV. Alhasil bila data Anda sudah diklon oleh pencuri canggih ini, bukan mustahil dapat membuat Anda rugi.

Namun scanner melalui gawai itu hanya dapat dilakukan bila kartu-kartu itu ada di dompet dan disakukan pada celana atau jaket Anda. Scanner itu tidak dapat menklon kartu-kartu yang disimpan dalam tas. Butuh keberanian bagi pencuri data mendekatkan gawainya menempel pada tas korbannya.

kartu kredit
Mudah untuk mencuri data kartu Anda. (Foto: cntraveler)

Menurut The Sun, data-data yang sudah terklon itu dapat diperjualbelikan di pasar gelap dengan harga lebih kurang Rp100 ribu per data. Kejahatan ini meningkat selama tiga tahun belakangan ini. Di tahun 2015-2017 tercatat kerugian mencapai lebih kurang Rp1,1 triliun-Rp2,3 triliun.

Dalam 12 bulan belakangan ini saja tercatat arus uang menggunakan contactless sekitar seribu triliun rupiah. Pada periode yang sama terjadi pencurian sebesar Rp271 miliar. Untuk periode yang sama tahun lalu kerugiannya sekitar Rp134 miliar.

Sebenarnya risiko ini bergantung pada gaya hidup dan lingkungan seseorang. Bila seseorang hidup dalam lingkungan sibuk seperti menggunakan angkutan umum yang padat, sering pergi clubbing dengan kartu kredit berada di dompet. Maka Anda patut waspada dengan sekitar Anda.

Meskipun di Indonesia kemungkinan pencurian seperti ini belum terlihat. Namun bukan sebuah kemustahilan akan terjadi. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH