Hati-Hati, Makanan dan Minuman Bikin Kamu Jadi Pelupa Makanan cepat saji rendah nutrisi tapi tinggi kalori (Foto: pexels/Pixabay)

NUTRISI yang terkandung dalam makanan sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Termasuk meningkatkan kemampuan kognitif otak, terutama dalam hal memori. Nah, berarti makanan tidak sekedar untuk mengenyangkan perut saja.

Tanpa disadari, ternyata ada beberapa jenis makanan yang memberikan dampak buruk bagi kinerja otak. Apalagi jika dikonsumsi berlebihan. Akibatnya, daya ingat otak akan menurun. Kamu akan jadi pelupa atau bahkan pikun.

Baca juga:

Jaga Kulit Sehat, Kurangi Konsumsi 5 Jenis Makanan Ini

Studi berjudul Visceral adipose tissue is associated with microstructural brain tissue damage menemukan bahwa kerusakan otak berhubungan dengan bertambahnya lemak di sekitar organ tubuh. Otak dapat mengalami efek negatif dan memicu penyakit degeneratif yang berasal dari komposisi pada makanan olahan.

Tepung Terigu
Tepung terigu mengakibatkan lonjakan tekanan darah (Foto: Pexels/kaboompics.com)

Keripik kentang, permen, mi instan, dan makanan cepat saji mengandung nutrisi yang rendah tapi tinggi kalori. Terlalu banyak makanan olahan berakibat obesitas.

Menurut studi Saturated and trans fats and dementia: a systematic review, dampak terkena penyakit alzheimer sangat tinggi karena konsumsi lemak trans berlebih. ini juga mengakibatkan ingatan yang buruk serta penurunan kognitif dan volume otak.

Kemampuan otak untuk melawan plak akan berkurang akibat konsumsi lemak jenuh tinggi yang berisiko pada kerusakan otak yang memicu alzheimer. Makanan kandungan lemak jenuh dapat membuat otak kurang mampu mempelajari dan membentuk ingatan baru.

Baca juga:

Ahli Gizi Sarankan Kurangi Asupan 4 Makanan Enak Ini

Makanan jenis karbohidrat olahan cenderung mengandung kadar beban glikemik tinggi. Menurut penelitian jurnal Nutrients tahun 2015, jika konsumsi satu hidangan berkadar beban glikemik tinggi dapat merusak kemampuan mengingat pada anak-anak dan orang dewasa.

Karbohidrat olahan seperti tepung terigu mengandung gula dan gandum yang telah melewati proses pengolahan panjang. Indeks glikemik tinggi yang diserap tubuh dengan cepat, dapat berakibat lonjakan gula darah.

Jangan Minum Alkohol
Jangan minum alkohol (Foto: Pexels/Prem Pal Singh)

Selain itu, alkohol bisa memberikan dampak serius terhadap otak jika dikonsumsi berlebihan. Volume otak dapat berkurang, perubahan metabolisme dan gangguan neurotransmiter yang digunakan otak untuk berkomunikasi.

Konsumsi minuman manis tinggi merakibat menaikan berat badan dan risiko tinggi diabetes tipe 2. Selain itu, dapat memberikan efek negatif terhadap otak.

Penelitian berjudul High-sugar diets, type 2 diabetes and Alzheimer's disease tahun 2013 mengatakan, konsumsi minuman manis berlebihan beresiko alzheimer. Kadar gula darah yang tinggi beresiko naiknya risio dementia, termasuk mereka yang bukan penderita diabetes. (lgi)

Baca juga:

Jangan Salah Sangka, Santan dan MSG Itu Sehat

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH