Hasto Ungkap Alasan PDIP Berkoalisi dengan Golkar di Pilgub Jabar Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan untuk berkoalisi dengan Partai Golkar dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018.

Pertama, kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi, memiliki kedekatan dengan partai banteng moncong putih. Hal tersebut tercermin dari suksesnya kegiatan ulang tahun partai ke-40 di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, 2013 silam.

"Kami pernah merayakan HUT partai di Waduk Jatiluhur, yang menggelorakan semangat bekerja sama antara PDIP dengan Dedi," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/8).

Kemudian, lanjut dia, Dedi yang telah ditetapkan sebagai kandidat pada Pilkada Jabar 2018, bersedia menjadi orang nomor dua. Pasalnya, target PDIP di Jabar mengusung calon gubernur.

"Dalam hakikat politik partai, mengingat PDIP dipercaya rakyat dengan memenangkan dinamika politik di Jabar, tentu saja kita harus mempersiapkan calon sebaik-baiknya. Dalam perspektif ideal, kami menyiapkan calon gubernur," kata dia.

Alasan kedua ini pula yang menjadi dasar PDIP batal berkoalisi dengan Nasdem. Sebab, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil telah dideklarasikan partai besutan Surya Paloh itu, berkeinginan menjadi gubernur.

"Ketika salah satu pihak sudah menyatakan diri sebagai calon tertentu, kami menghormati pilihan tersebut. Dengan demikian, kami menyatakan dialog sudah tidak diperlukan kembali," katanya.

Mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengungkapkan, cagub yang diusung PDIP mendatang berasal dari internal partai.

"Tentu partai akan menyiapkan calon secara kelembangaan," tandasnya. (Pon)

Baca berita terkait Pilgub 2018 lainnya di: Ini Alasan PDIP Tetap Dukung Ganjar Pranowo Pada Pilgub Jateng 2018



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH