Hasto: Jangan Manfaatkan Kultur Rakyat yang Pemaaf Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengkritik kubu oposisi yang sering meminta maaf atas tindakan salah yang dilakukan sendiri.

Menurut Hasto, seorang pemimpin seharusnya sadar betul dengan sikapnya yang menjadi panutan bagi masyarakat. Pemimpin itu, menurutnya, harus berhati-hati dalam bersikap karena mempunyai tanggungjawab yang besar terhadap masyarakat.

"Di Jawa kita kenal sabdo, itu adalah pengertian mengingatkan bagaimana seorang pemimpin harus hati-hati dalam menyampaikan sikapnya karena itu akan menjadi panutan bagi seluruh masyarakatnya," kata Hasto di Posko Cemara, Rabu (14/11).

Hasto menerangkan, apa yang terjadi dengan Prabowo-Sandi merupakan cerminan pemimpin yang kurang baik dalam memberi teladan.

"Karakter pemimpin itu sangat penting untuk juga kita jadikan sebagai acuan bahwa pilpres, pileg ini bukan sekadar kontestasi asal bicara tapi satunya kata dan perbuatan," tukas Sekjen PDI Perjuangan itu.

Pasangan Nomor Urut Dua Prabowo-Sandiaga (Foto: Twitter @sandiuno)

Padahal, seorang pemimpin itu adalah mereka yang mampu menghadirkan kekuasaan untuk rakyat itu sendiri dan juga menampilkan karakter pemimpin yang mampu menjadi contoh.

Sehingga, apa yang dilakukan Prabowo-Sandi dengan berkali-kali meminta maaf menjadi otokritik agar kampanye tidak terjadi saling serang.

"Apa yang terjadi dengan permintaan maaf yang dilakukan berulang kali oleh pak Prabowo dan pak Sandi sebaiknya jangan terjadi lagi dengan memanfaatkan karakter dan kultur rakyat indonesia yang pemaaf. Tetapi itu betul-betul harus jadi momentum otokritik," imbaunya. (fdi)

Kredit : fadhli


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH