Hasto Hormati Deklarasi KAMI Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Selasa (18/8). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto enggan memberikan komentar terkait deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang diinisiatori Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin.

Menurut Hasto, deklarasi itu sudah ditanggapi oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito. Ia menganggap cukup Wanto yang sepadan menanggapi gerakan Gatot Cs itu.

Baca Juga

Hasto: PDIP Sudah Biasa Dikeroyok di Kota Surabaya

"Ketua DPC PDIP memberikan tanggapan mengenai hal tersebut," kata Hasto kepada wartawan, Sabtu (22/8).

Hasto mengatakan, PDIP saat ini tengah berkonsentrasi memenangkan Pilkada Serentak 2020. Termasuk membantu rakyat menghadapi pandemi COVID-19.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: MP/Humas PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: MP/Humas PDIP

"Sehingga kami tidak memberikan tanggapan secara khusus, sehingga para DPC yang memberikan tanggapan," kata Hasto.

Hasto menegaskan pihaknya juga menghormati hak konstitusi terhadap warga negara yang berserikat dan berkumpul. PDIP, lanjut Hasto, terus membangun politik, optimisme, dan mendidik rakyat.

Baca Juga

PJI Pastikan tak Beri Pendampingan Hukum untuk Jaksa Pinangki

"Berpolitik itu mendidik rakyat dengan hal baik karena rakyat bisa melihat," tegas Hasto. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Anies Tak Masalah Subejo Mundur dari Kepala BPBD Saat Jakarta Dilanda Banjir
Indonesia
Anies Tak Masalah Subejo Mundur dari Kepala BPBD Saat Jakarta Dilanda Banjir

Meski Subejo melepas jabatannya di tengah bencana banjir, namun Anies memastikan hal itu tak akan mengganggu Pemprov DKI dalam proses penanganan banjir di Jakarta.

Hasil Tes Swab Pegawai DKPP
Indonesia
Hasil Tes Swab Pegawai DKPP

Seluruh pimpinan dan pegawai Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) diliputi perasaan bahagia lantaran meraih hasil negatif dalam tes SWAB yang dijalani pada Senin (28/9).

  196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja
Indonesia
196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja

"Kami melakukan pendataan di lapangan masih menemukan ada 196 masjid yang belum patuh akan SE Kemenag Solo," ujar Musta'in.

Bibit Vaksin COVID-19 Merah Putih Segera Diolah Bio Farma
Indonesia
Bibit Vaksin COVID-19 Merah Putih Segera Diolah Bio Farma

Untuk masyarakat yang menolak vaksinasi, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi.

Wapres Ingin Produk Halal Indonesia Bukan Cuma Makanan dan Minuman
Indonesia
Wapres Ingin Produk Halal Indonesia Bukan Cuma Makanan dan Minuman

Penduduk Indonesia membelanjakan USD214 miliar untuk produk halal atau setara dengan 10 persen dari pangsa produk halal dunia.

3 WNI Positif Corona, KBRI Singapura Perketat Pengawasan
Indonesia
3 WNI Positif Corona, KBRI Singapura Perketat Pengawasan

Untuk kasus ke-147, menurut rilis tersebut, sampai saat ini belum diketahui bagaimana WNI tersebut dapat tertular Covid-19

Waspadai Penumpang Gelap Aksi Massa UU Cipta Kerja
Indonesia
Waspadai Penumpang Gelap Aksi Massa UU Cipta Kerja

Menurutnya, tak menutup kemungkinan akan ada penumpang gelap muncul untuk memprovokasi masyarakat yang hendak melakukan demonstrasi.

Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1441 H Digelar Hari Ini
Indonesia
Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1441 H Digelar Hari Ini

Menteri Agama Fachrul Razi dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat.

 Pemerintah Harus Berikan Bantuan kepada Warga yang Terdampak Pandemi Corona
Indonesia
Pemerintah Harus Berikan Bantuan kepada Warga yang Terdampak Pandemi Corona

“Pada saat bersamaan, PSI juga mengingatkan agar ada pengawasan yang ketat, sehingga seluruh bantuan jatuh ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan atau tepat sasaran,” pungkas Grace.

Novel Baswedan Ada di Balik Penangkapan Menteri Edhy Prabowo?
Indonesia
Novel Baswedan Ada di Balik Penangkapan Menteri Edhy Prabowo?

Sesuai KUHAP, KPK sendiri mempunyai waktu 1X24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang ditangkap