Hasto: Dasar Pendirian LPSK Adalah Kemanusiaan dan Keadilan Sosial Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menanggapi kasus penganiayaan A (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengatakan lembaganya dibentuk berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

"Dasar pendirian LPSK adalah kemanusiaan dan keadilan sosial, dan itu adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," kata Hasto di Aston Imperial Hotel Bekasi, Sabtu (31/8).

Baca Juga:

Capim KPK dari Jaksa Bilang OTT Habiskan Uang Negara, Contohnya Suap Meikarta

Hasto lantas bercerita tentang perjalanan LPSK yang menurutnya terbentuk seiring reformasi 1998 yang mendorong masyarakat sipil menguat.

"LPSK terbentuk ketika reformasi mendorong menguatnya posisi masyarakat sipil," jelas Hasto.

LPSK menurut Hasto, berkomitmen menegakkan hak asasi manusia dan sesuai dengan semangat pendirian lembaga yang ia pimpin.

"Kita konsisten menegakkan hak-hak asasi manusia dengan memberlakukan perlindungan kepada saksi atau korban kejahatan," ucap Hasto.

LPSK. (Antaranews)
LPSK. (Antaranews)

Pengamat politik Karyono Wibowo mengatakan bahwa Pancasila hari ini dikepung oleh dua ideologi besar, yakni ideologi neokolonialisme dan radikalisme agama.

Khusus untuk radikalisme terbagi menjadi dua. Pertama yang sifatnya statis, artinya hanya sebatas pada pemikiran. Kedua yang sifatnya destruktif, yang sudah pada tahap aksi hingga menghalalkan kekerasan.

"Data-data yang ada menggambarkan adanya ideologi radikal di Indonesia. Bahkan sejumlah kampus negeri hingga PNS terpapar paham radikal," jelas dia dikutip Antara.

Baca Juga:

Irjen Antam Novambar: KPK Sudah di Zona Nyaman

Selain itu, radikalisme yang muncul di Indonesia kerap ditunggangi kepentingan politik di dalamnya dan problem utama hari ini, masyarakat kurang dari sisi literasi.

"Kita kurang dalam literasi, sehingga masyarakat kita gampang terjebak pada simbol-simbol keagamaan," kata dia lagi. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH