Hasil Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung Tunjukkan Hasil Menggembirakan Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac Biotech yang dilakukan Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad di Bandung terus menunjukkan hasil menggembirakan. Uji klinis tahap 3 atau fase akhir ini dilakukan terhadap 1.620 relawan.

Direktur Registrasi Obat Badan POM, Riska Andalusia bilang, pihaknya memberikan apresiasi kepada tim peneliti uji klinis fase 3 dan tim Bio Farma, yang sudah menjalankan uji klinis fase 3 sesuai dengan rencana dan time line yang ketat.

Menurutnya, Badan POM sebagai regulator memiliki fungsi tidak hanya melakukan fungsi pengawasan saja, tetapi juga berupaya untuk melakukan pendampingan, seperti inspeksi pada puskesmas yang menjadi lokasi uji klinis di Bandung, baru-baru ini.

Baca Juga

Vaksin COVID-19 Jangan Jadi Lahan Bisnis

“Kami berharap juga agar kegiatan uji klinis fase 3 ini dilaksanakan sesuai dengan prinsip Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB) dan validitas data dapat dipertanggung jawabkan,” ujar Riska, dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (18/10).

Riska menambahkan tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping yang berat atau serius di antara relawan-relawan vaksin COVID-19 di Bandung.

Hasil dari uji klinis menjadi data pendukung bagi Badan POM saat mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 yang akan diajukan oleh Bio Farma pada saat uji klinis fase 3 sudah berakhir.

Direktur Registrasi Obat Badan POM Riska Andalusia (kiri), melaksanakan inspeksi ke salah satu Puskesmas penyelenggara uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 didampingi oleh Kepala Divisi Surveilance dan Uji Klinis Bio Farma, Novilias S Bachtiar pada Jum'at (16/10), Inspeksi ini merupakan salah satu bagian dari proses uji klinis fase 3 yang berfungsi untuk memastikan bahwa uji klinis fase 3 vaksin Covid-19, berjalan sesuai protokol Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB).
Direktur Registrasi Obat Badan POM Riska Andalusia (kiri), melaksanakan inspeksi ke salah satu Puskesmas penyelenggara uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 didampingi oleh Kepala Divisi Surveilance dan Uji Klinis Bio Farma, Novilias S Bachtiar pada Jum'at (16/10), Inspeksi ini merupakan salah satu bagian dari proses uji klinis fase 3 yang berfungsi untuk memastikan bahwa uji klinis fase 3 vaksin Covid-19, berjalan sesuai protokol Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB).

Nantinya, hasil dari uji klinis fase 3 akan digabungkan dengan hasil uji klinis fase 3 yang ada di negara lain seperti Brazil, Chille, Turki dan Bangladesh.

“Uji klinis fase 3 ini dilakukan multi center study atau dilakukan dibanyak tempat. Hal ini berarti uji klinis tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga di empat negara lainnya yaitu Brazil, Chille, Turki dan Bangladesh,” kata Riska.

“Dan hasil dari setiap uji klinis di lima negara tersebut, akan digabungkan dan dijadikan dasar sebagai pemberian izin untuk memproduksi vaksin COVID-19 di kemudian hari,” lanjutnya.

Seperti diberitakan, pandemi COVID-19 bermula di Kota Wuhan, Tiongkok, akhir 2019. Hingga kini, pandemi sudah menjalar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Pandemi virus corona jenis baru (SARS CoV 2) penyebab penyakit COVID-19 ini belum ada obat dan vaksinnya.

Baca Juga

122 Orang Terpapar COVID-19 di KPK

Kini para peneliti, di Bandung dan dunia, bekerja keras melakukan penelitian obat dan vaksin. Mereka berpacu dengan waktu seiring terus meningkatnya kasus COVID-19. (Iman Ha/Jawa Barat)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH