Hasil Survey Indopolling Network: PDIP Masih Kuasai Jakarta

Mula AkmalMula Akmal - Sabtu, 26 November 2022
Hasil Survey Indopolling Network: PDIP Masih Kuasai Jakarta
Direktur Riset Indopolling Network, Dewi Arum Nawangwungu saat merilis hasil survei lembaganya di Jakarta, Jumat (25/11).

MerahPutih.com - Hasil survey Indopolling Network di DKI Jakarta memperlihatkan PDI Perjuangan (PDIP) masih menguasai dukungan pemilih dan memperkokoh dukungan sebagaimana hasil Pemilu 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Riset Indopolling Network, Dewi Arum Nawangwungu saat merilis hasil survei lembaganya di Jakarta, Jumat (25/11).

Baca Juga:

Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto Penuhi Panggilan KPK

“Dari simulasi pertanyaan tertutup pilihan partai, elektabilitas PDIP saat ini masih unggul di DKI Jakarta dengan elektabilitas sebesar 22,8 persen," kata Arum.

Adapun temuan lain dari survey ini yaitu makin menguatnya dukungan terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berhasil melampaui Partai Gerindra.

"Disusul oleh PKS (18,1 persen); Gerindra (11,2 persen); Nasdem (8,8 persen); Demokrat (6,4 persen); Golkar (4,8 persen) PPP (4,0 persen) dan PKB (3,7 persen). Elektabilitas partai lainnya masih dibawah (3,0 persen)," ujarnya.

Arum menjelaskan, jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2019, yang menarik dari temuan survey ini adalah adanya pergeseran posisi dukungan.

"Di mana PKS berada di posisi kedua menggeser partai Gerindra”, ujar Arum.

Dilihat dari sebaran dukungan wilayah, kata Arum, PDIP terlihat menguasai dukungan dari wilayah: Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

“Sementara PKS terlihat unggul di wilayah Jakarta Selatan," imbuhnya.

Baca Juga:

Golkar Lebih Populer dari PDIP dalam Survei Voxpol

Arum melanjutkan, selain elektabilitas partai, survey juga memotret respon publik Jakarta terkait sikap mereka terhadap potensi penggunaan sarana tempat ibadah sebagai lokasi kampanye, maupun penggunaan isu SARA dalam proses kampanye pada ajang Pilpres 2024 yang akan datang.

“Mayoritas publik DKI Jakarta (65,5 persen) menyatakan penolakannya terhadap penggunaan tempat ibadah tertentu sebagai ajang sosialisasi/kampanye capres-cawapres," jelas dia.

Selain itu, lanjut dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya ini, mayoritas publik juga menyatakan menolak penggunaan isu SARA dalam meyakinkan dukungan kepada pemilih.

“Penarikan sampel kami lakukan dengan metode Multistage Random Sampling selama periode 8-13 November 2022 dari populasi warga DKI Jakarta yang telah memiliki hak pilih,"pungkasnya.

Adapun jumlah sampel dalam survey ini sebesar 880 responden dengan Margin of Error (MoE) sebesar + 3,4 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. (Pon)

Baca Juga:

Megawati - SBY Semeja di Jamuan KTT G20 Sinyal Demokrat dan PDIP Kembali Harmonis

#PDIP #Survei
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan