Hasil Survei Terbaru Indo Barometer Jokowi Unggul 21 Persen dari Prabowo, Apa Tanggapan TKN dan BPN? Suasana rilis hasil survei Indo Barometer evaluasi 2,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK. (MerahPutih/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Persaingan elektabilitas Jokowi versus Prabowo menunjukan selisih yang kian variatif antarlembaga survei.

Bila sebelumnya survei Litbang Kompas menunjukan jarak keterpilihan Jokowi dan Prabowo hanya sekitar 13 persen, kini berdasarkan hasil survei terbaru Indo Barometer selisih elektabilitas Jokowi vs Prabowo melebar jadi 21 persen.

"Hasilnya, seandainya Pilpres dilakukan hari ini, Jokowi-Ma’ruf Amin diprediksi menang, selisihnya 21 persen," kata peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/3).

Secara statistik dari survei tersebut, tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 50,2 persen, Prabowo-Sandi 28,8 persen dan sisanya sekitar 20 persen masih merahasiakan pilihannya.

Jubir TKN Rosan Roeslani
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Rosan Roeslani (Foto: Twitter )

Lebih lanjut Hadi mengatakan, Indo Barometer juga melakukan simulasi dua gambar capres disodorkan kepada responden, hasilnya Jokowi terpilih sebanyak 51,2 persen, Prabowo 28,9 persen dan yang masih merahasiakan pilihannya sebanyak 19,9 persen.

"Lalu hasil simulasi antarcawapres, Ma'ruf Amin memiliki elektabilitas 44,5 persen, Sandiaga Uno 32,1 persen dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 23,4 persen," ujarnya.

Menanggapi hasil survei terbaru Indo Barometer, juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Rosan Roeslani mengatakan hasil survei yang dilakukan lembaga menjadi pemicu bagi pihaknya untuk tetap bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Ketua KADIN ini menilai kalau melihat secara keseluruhan dari hasil survei-survei, Jokowi-Ma'ruf tetap memimpin meskipun selisih suara dari hasil berbagai lembaga survei berbeda-beda.

"Tentunya kita akan mengevaluasi semua survei yang ada untuk kita memcoba melihat apa yang ke depannya perlu dilakukan, perbaiki, dan pertebal margin yang ada," tutur Rosan Roeslani.

Jubir BPN Andre Rosiade
Jubir BPN Andre Rosiade (MP/Kanu)

Dia mengatakan waktu yang mendekati Pemilu, pihaknya akan terus melakukan kampanye secara massif, terukur dan terstruktur terutama di masa kampanye terbuka mulai 24 Maret hingga 13 April 2019.

Sementara itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan kalau bicara kesimpulan survei, Jokowi-Ma'ruf pasti menang dan itu seharusnya tercermin dalam tata perilaku menghadapi kemenangan di Pilpres.

Andre sebagaimana dilansir Antara menilai ada perbedaan antara perilaku Jokowi-Ma'ruf dengan hasil survei yang selalu menyebutkan pasangan nomor urut 01 itu menang, yaitu terlihat kepanikan yang ditunjukan.

"Misalnya, rencana Menteri Dalam Negeri mengumpulkan 80 ribu kepala desa dan disuruh membiayai akomodasinya sendiri, itu diluar kebiasaan. Kalau akan menang maka tidak mungkin melakukan hal yang tidak etis dan tidak elok," ujarnya.

Politisi Gerindra ini menilai tiap kampanye Prabowo-Sandi, orang yang hadir "menyemut" dan antusias tanpa ada mobilisasi, berbeda ketika Jokowi-Ma'ruf kampanye yang kondisinya berbeda dengan Pilpres 2014.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Diperiksa Sebagai Saksi, Aher Tegaskan Tak Punya Hubungan dengan Bank Jabar



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH