Hasil Survei, 31 Persen Publik Tak Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat pemaparan hasil survei lembaganya di Jakarta, Senin (24/2) (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Hasil Survei lembaga riset Median menyebut kinerja Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin selama 100 hari kerja mencapai lebih dari 50 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, ada 55,4 persen responden yang merasa puas terhadap kinerja presiden dan wakil presiden RI.

Baca Juga:

Pengamat Prediksi Banjir Jakarta Akan Tenggelamkan Elektabilitas Anies

"Yang tidak puas 31,4 persen, sangat tidak puas 3,9 persen," kata Rico saat pemaparan survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Publik yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf pada sektor ekonomi dan kesejahteraan, serta bantuan tidak tepat sasaran.

Rico Marbun dari Median
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun. (MP/Fadhli)

"Sementara kekurangan pemerintah paling besar itu ekonomi dan kesejahteraan (22,9 persen) dan bantuan tidak tepat sasaran (4,8 persen" kata Rico.

Rico memaparkan, publik menyukai kinerja Jokowi-Ma’ruf karena dianggap paling berhasil dalam membangun infrastruktur.

Publik juga mempersepsikan Presiden dan Wakil Presiden berhasil meningkatkan mutu kesehatan, pendidikan dan dana desa.

"Dengan keberhasilan pemerintah dari infrastruktur 24,2 persen, kesehatan meningkat 3,2 persen dan pendidikan 2,5 persen, dana desa 2,4," ujar Rico.

Sementara, responden lalu diberi pertanyaan 'jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, dari nama-nama berikut ini, siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden Republik Indonesia?'. Hasilnya, Prabowo meraih elektabilitas tertinggi.

"Kalau pemilu diadakan saat pengambilan data, maka yang menang Prabowo 18,8 persen. Ditempel Anies Baswedan 15,8 persen, tipis sekali, masih masuk dalam margin of error," kata Rico.

Sandiaga Uno (9,6 persen), AHY (8,3 persen), dan Ridwan Kamil (5,7 persen) menyusul perolehan elektabilitas Prabowo dan Anies Baswedan. Rico mengatakan ada semacam pola yang terbentuk dalam hasil popularitas dan elektabilitas capres 2024 ini.

"Jadi ini semacam pertarungan antara mantan capres-cawapres melawan gubernur-wakil gubernur, melawan kepala daerah. Jadi dari 10 besar polanya seperti itu," ujarnya.

"Tapi, menurut saya, yang menarik, kalau kita total 3 elektabilitas tertinggi itu totalnya tidak lebih dari 50 persen, dan itu totalnya tidak jauh dari perolehan suara Prabowo-Sandi di 2019 lalu," lanjut Rico.

Baca Juga:

Survei Indo Barometer, Prabowo Ungguli Anies dan Sandi Jadi Capres 2024

Survei sendiri melibatkan sebanyak 1.200 responden yang tersebar dari 33 provinsi di Indonesia. Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.

Survei dilakukan pada pekan pertama hingga kedua Februari. Survei memiliki margin of error sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.(Knu)

Baca Juga:

Jadi Menteri Terpopuler, Prabowo Tak Besar Kepala



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH