Hasil Pilkada Tidak Simetris dengan Peta Kekuatan Pilpres 2019 Pasangan cagub dan cawagub Jawa Tengah, Sudirman Said (kanan) dan Ida Fauziah (kiri). Photo: ANTARA FOTO/Reno Esnir

MerahPutih.com - Pengamat politik, Karyono Wibowo menilai kemenangan calon kepala daerah beserta partai pengusungnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 tidak akan berpengaruh pada suara di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut disampaikan Karyono menanggapi klaim sejumlah politisi yang menyebut kemenangan calon kepala daerah yang diusung partainya di Pilkada akan berbanding lurus dengan hasil Pilpres.

"Hasil pilkada tidak simetris dengan peta kekuatan Pilpres 2019 mendatang," kata Karyono dalam diskusi bertajuk 'Peta Kekuatan Capres Pasca Pilkada Serentak' di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Kamis (5/7)

Menurut Karyono, dukungan partai terhadap calon kepala daerah juga tidak linier dengan hasil Pilkada. Dia menilai, kekuatan figur menjadi faktor yang menentukan untuk memenangkan pesta demokrasi lokal.

ridwan kamil dan hasanuddin
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil (kiri)berbincang dengan Calon Gubernur Jawa Barat nomor dua TB Hasanuddin saat mengikuti debat publik ketiga Pilgub Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/6) malam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

"Isu itu sebenarnya bisa dipatahkan. Yang namanya pilkada, yang paling signifikan adalah faktor figur, personality kandidat. Kemudian ada juga variabel lain, kekuatan logistik juga menentukan," jelas dia.

Dia lantas mencontohkan kemenangan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) di Pilgub Sumut, belum tentu berpengaruh pada suara capres usungan Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Itu belum tentu simetris dengan kemenangan Prabowo di Sumut," imbuh Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) ini.

Selain itu, menurut Karyono, klaim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyebut melonjaknya suara paslon Sudirman Said-Ida Fauziyah di Pilgub Jateng, karena didukung partai besutan Sohibul Iman itu berlebihan.

Ganjar Pranowo dan Gus Yasin
Dua pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo-Taj Yasin (kiri) dan Sudirman Said-Ida Fauziah (kanan) mengikuti acara Debat Terbuka Pigub Jawa Tengah putaran ke-2 di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/5). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

"Yang lucu lagi klaim PKS di Jateng itu lucu, terlalu memaksakan. Di sana basis NU sangat kuat, jadi seolah-olah kenaikan suara Sudirman-Ida karena PKS dan Gerindra," ungkapnya.

Meskipun calon yang diusung partai pendukung Joko Widodo menang di 15 provinsi, namun menurut Karyono hal tersebut tidak menjamin kemenangan mantan Gubernur DKI itu di Pilpres.

"Apakah hasil Pilkada 2018 simetris dengan Pilpres 2019? Dari 17 provinsi yang menyelenggarakan pilkada, ada 15 provinsi yang dimenangkan partai-partai pendukung Jokowi. Tidak bisa dibaca secara hitam-putih, karena banyak variabel yang mesti dikaji," pungkasnya. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH