Hasil Pengujian YLKI Buah Adanya Kandungan Formalin Deskripsi : Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi (Foto: Twitter @TulusAbadi)

MerahPutih Keuangan - Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan untuk menghindari kerugian dan tetap menarik minat konsumen, oknum pedagang eceran menggunakan segala cara untuk membuat buah nampak segar, termasuk dengan penggunaan berbagai macam bahan kimia berbahaya.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian (2010), sebanyak 70% buah segar di pedagang eceran mengandung formalin. Ini dilakukan untuk membuat buah tahan lama dan tetap terlihat segar," kata Tulus saat memberikan paparan di acara Talkshow Menyoal Tingkat Keamanan Pada buah di Bakoel Kopi, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Menurut Tulus, sepanjang bulan November 2016, YLKI telah melakukan pengujian kualitas peredaran buah segar yang berada di Jakarta.

"Hasil uji juga telah dibahas melalui Focus Grup Discussion (Rabu, 16/11/2016) dengan mengundang seluruh stakeholder. Pengujian dilakukan melalui uji kandungan residu pestisida organofosfat dan analisa label pada buah segar," jelasnya.

Tulus menjelaskan pengujian dilakukan pada 20 sampel yang terdiri atas buah impor dan buah lokal dengan pengambilan sampel di beberapa ritel modern dan pasar tradisional Jakarta.

"Pengujian kandungan residu pestisida pada sampel yang diuji, baik buah lokal maupun buah impor, menunjukkan bahwa tidak ada paparan residu pestisida jenis organofosfat. Sedangkan dari analisa label, YLKI hanya menemukan 36% buah lokal yang memiliki label, sedangkan label tercantum buah impor mencapai 66% dari total sampel," tandasnya.(Abi)

BACA JUGA:

  1. YLKI Temukan 3 Indikator Buah Beredar Tidak Layak Konsumsi
  2. Direktur Keuangan Persebaya Tidak Terima Diusir dari Kongres PSSI
  3. Suasana Sertijab Menteri Keuangan
  4. Laporan Keuangan RUPST PT Grand Kartceh Sempat Mengalami Kerugian
  5. Sri Mulyani Siap Jalankan Tugasnya Sebagai Menteri Keuangan


Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH