Hasil Pelacakan Kontak Wagub Uu, 2 Orang Positif COVID-19 Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, Uu masih menjalankan isolasi mandiri di rumah dinasnya. Tim pelacakan kontak Satgas Covid-19 Jabar telah melakukan pelacakan kontak terkait positifnya Uu. Hasinya, terdapat dua orang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kami identifikasi sampai 6 Juni kemarin kita ada 2 positif yang kontak. Untuk keluarga tak ada (terkonfirmasi positif). Yang lainnya belum terlaporkan ada lagi kasus positif,” kata Kabid Penanganan Satgas Covid-19 Jabar Marion Siagian, dalam jumpa pers, Jumat (11/5).

Baca Juga:

Positif COVID-19, Wagub Jabar Isolasi Mandiri di Rumah Dinas

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 melalui akun resmi instagramnya.

"Hari Ahad tepatnya tanggal 6 Juni 2021, qadarullah wa ma syaa fa’al, dari hasil swab PCR saya dinyatakan positif Covid-19," tulis Uu dalam postingan yang ia unggah pada Selasa, (8/6/2021).

Begitu Uu positif, Satgas COVID-19 Jabar langsung melakukan pelacakan kontak di kediaman manta Wali Kota Tasikmalaya tersebut. Uu mengalami positif COVID-19 tanpa gejala alias OTG. Sebelumnya, Uu merasakan tidak enak badan sejak 3 Juni 2016.

Maka pada 5 Juni, Uu diperiksa ke RS Santosa, Bandung. Hasil skrining tanggal 6 Juni di rumah sakit tersebut menyatakan positif COVID-19.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

Satgas COVID-19 Jabar menelusuri sejumlah tempat yang pernah dikunjungi Wagub Uu, baik di dalam maupun di luar Kota Bandung. Pada 1 Juni, Uu melaksanakan agenda kerja di Garut, kemudian 2 Juni menjalankan agenda di Indramayu.

Selanjutnya, tanggal 3-4 Juni Wagub Uu menjalankan kegiatan di Tasikmalaya, kemudian kembali ke rumah dinas di Bandung.

Satgas juga menelusuri kegiatan Wagub Uu di Karawang, kemudian berkoordinasi dengan dinas kabupaten/kota di Jabar yang menjadi tempat kunjungan Uu.

"Alhamdulillah tak ada penambahan kasus. Kami doakan tak ada lagi penamabahan kasus," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

COVID-19 Melonjak, Jabar Siapkan Secapa AD dan RS Darurat di Bogor dan Bekasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolres Jakpus Minta Tokoh Agama Bimbing Umat Jaga Kerukunan dan Ketertiban
Indonesia
Kapolres Jakpus Minta Tokoh Agama Bimbing Umat Jaga Kerukunan dan Ketertiban

"Pemuka agama adalah pengaruh terbesar dalam membimbing umat untuk saling menjaga kerukunan," jelas Hengki.

BPOM Periksa Kualitas Mutu dan Keamanan Vaksin Corona
Indonesia
BPOM Periksa Kualitas Mutu dan Keamanan Vaksin Corona

Persyaratan lainnya yang penting diperhatikan dalam memastikan kualitas vaksin adalah Lot Release

197 Bencana Terjadi Sejak Awal Tahun, Nyaris 2 Juta Orang Menderita dan Mengungsi
Indonesia
Pemprov DKI: Makan Prasmanan Diganti Besek
Indonesia
Pemprov DKI: Makan Prasmanan Diganti Besek

DKI Jakarta tak mengizinkan tamu mencedok hidangan prasmanan sendiri dalam acara resepsi pernikahan masa pandemi COVID-19.

Kasus Bansos, KPK Geledah 2 Kantor di Gedung Patra Jasa
Indonesia
Kasus Bansos, KPK Geledah 2 Kantor di Gedung Patra Jasa

KPK menggeledah kantor dua perusahaan yakni PT ANM dan PT FMK

Polres Jakpus Gelar Vaksinasi Keliling di Wilayah Rawan dan Padat Penduduk
Indonesia
Neno Warisman Sebut Sidang Rizieq Shihab Tidak Adil
Indonesia
Neno Warisman Sebut Sidang Rizieq Shihab Tidak Adil

"Ini bisa memicu perasaan ketidakadilan semakin besar, diperlakukan tidak adil. Jadi harusnya menurut para ahli hukum. Hukum yang sama, kasus yang sama dengan perlakuan hukum berbeda itu namanya disparitas," ujarnya.

Dinkes DKI: Pegawai Ambulans Tak Boleh Bentuk Serikat Pekerja
Indonesia
Dinkes DKI: Pegawai Ambulans Tak Boleh Bentuk Serikat Pekerja

Para pegawai ambulans DKI dilarang membentuk serikat pekerja yang disebut Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (PPAGD) DKI.

Vaksinasi COVID-19 Berbayar di Kimia Farma Ditunda
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Berbayar di Kimia Farma Ditunda

Sebelumnya, PT Kimia Farma Diagnostika menyediakan 40.000 dosis vaksin individu berbayar untuk tahap pertama penyaluran di enam kota Jawa hingga Bali.

Hilangnya Aturan Wajib Pendidikan Pancasila
Indonesia
Hilangnya Aturan Wajib Pendidikan Pancasila

Kurikulum pendidikan tinggi tertuang dalam pasal 40 ayat 3. Pada pasal itu, tercantum kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa.