Hashim Djojohadikusumo Beberkan Hasil Survei Internal Gerindra Terkait Elektabilitas Prabowo-Sandi Wakil Ketua Dewan Pimpinan Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. (FOTO: Instagram @hashimdjojohadikusumo)

MerahPutih.Com - Perbandingan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf Amin berdasarkan sejumlah hasil survei mayoritas menunjukkan keunggulan berada di kubu Jokowi-Ma'ruf.

Lantas bagaimana dengan kubu Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) yang mengaku ikut melakukan survei internal?

Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sepenuhnya percaya pada hasil survei yang sudah dirilis sejumlah lembaga survei di Indonesia.

Menurut Hashim, pasangan Prabowo-Sandi mempunyai tim survei internal dengan sebaran sampling berkisar 2.100 responden dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil survei internal, Hashim membeberkan bahwa selisih elektabilitas Jokowi dengan Prabowo hanya 6-11 persen, tidak seperti beberapa lembaga survei yang hingga lebih dari 20 persen. Tak ayal, ia mengaku tak percaya hasil rilis lembaga survei yang mematok selisih Jokowi dan Prabowo jauh.

Pasangan Prabowo-Sandi
Pasangan Prabowo-Sandi saat Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/9) (Foto: Twitter @fadlizon)

“Polling yang sama mengatakan Jokowi memimpin dengan selisih 20 persen. Survei internal kita Jokowi memimpin 6-11 persen. Itu angka internal kita. Jadi bukan 20 persen. Dan kita yakin Jokowi jatuh,” kata Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (19/10).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengungkapkan survei internal oleh partainya selesai sekitar pekan lalu. Ia justru menuding elektabilitas dari lembaga-lembaga survei merupakan pesanan kubu Jokowi, karena tidak mungkin selisihnya yang begitu jauh hingga 20 persen.

“Kalau sepuluh survei yang bilang Jokowi unggul 20 persen itu saya enggak percaya. Mereka semua prediksi Ahok menang satu putaran kan. Semua, tanpa terkecuali. Saudara-saudara lihat, udahlah, pesan sponsor. Bisa ngerti kan?,” ujar Hashim.

Lebih lanjut Hashim mengakui Jokowi adalah sosok yang banyak disukai orang, termasuk dirinya sendiri. Ia juga salah satu yang mensponsori Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hashim menyebut Jokowi adalah pria yang baik, tetapi tidak untuk menjadi seorang pemimpin.

“Kenapa sekarang dia masih memimpin? Jokowi adalah pria yang disukai. Saya suka dia. Saya yang sponsor untuk dia datang ke Jakarta. Karena saya pikir dia pria yang baik. Ya, dia pria yang baik. Tapi bukan pemimpin yang baik,” pungkas Hashim Djojohadikusumo.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Festival Gandrung Sewu Ditolak FPI, Bupati Azwar Anas Pasang Badan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH