Hary Kane, Si Oportunis Terbaik di Dunia Harry Kane (Zimbio)

Merahputih.com - Seperti yang sudah diprediksi banyak orang, Belgia dan Inggris tidak menemui kendala berarti mengamankan tiket 16 besar Piala Dunia 2018. Keduanya melalui dua laga pertama dengan sapu bersih kemenangan dan masing-masing tim menorehkan total delapan gol, serta hanya kebobolan dua kali di Grup G.

Kemenangan teranyar diraih Inggris dengan skor mencolok 6-1 atas tim debutan, Panama. Enam gol The Three Lions dicetak oleh dua gol John Stones, hat-trick Harry Kane (dua penalti), dan satu gol Jesse Lingard.

Hat-trick Kane menjadi spesial. Selain menyamai rekor legenda Inggris, Geoff Hurst dan Gary Lineker, yang menorehkan trigol dalam satu laga di Piala Dunia, Kane juga menjadi top skor sementara Piala Dunia 2018 dengan total lima gol - melalui empat gol Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku.

Gareth Southgate, pelatih Inggris, sangat bangga dengan performa dan ketajaman kaptennya itu. Kane, 24 tahun, tengah berada dalam kondisi prima. Southgate sampai berkata, bahwasanya dia tidak akan menukar Kane dengan striker top dunia lainnya.

"Saya sangat senang dengan hat-trick kapten karena itu berarti bebannya berkurang ketika saya menggantinya! (Kane diganti dengan Jamie Vardy di menit 63). Saya tahu pentingnya mencetak gol untuknya. Dia memulai turnamen dengan sangat hebat," papar Southgate.

Striker Timnas Inggris, Hary Kane usai mencetak gol ke gawang Panama (FIFA.com)

"Anda boleh saja menganggap penalti itu mudah, tapi waktu yang cukup lama untuknya menunggu sebelum menendangnya, serta banyaknya gangguan sedikit menggambarkan kepada Anda soal kekuatan mental yang dimilikinya,"

"Dia berada di puncak. Kami tak akan menukarnya untuk pemain manapun dari segi pemain nomor 9 (striker klasik, oportunis). Anda tahu ketika dia punya peluang, dia akan mengonversinya dengan baik (menjadi gol). Dia juga berkorban dan berkontribusi untuk tim," imbuh Southgate, diberitakan Goal, Senin (25/6).

Dengan kepastian tiket lolos ke fase gugur, pertemuan Inggris kontra Belgia di laga pamungkas grup G hanya akan merebutkan posisi sebagai pemuncak klasemen. Southgate mengindikasikan adanya rotasi pemain dengan memainkan pemain-pemain yang jarang bermain sebelumnya.

"Selama 36 jam ke depan atau lebih kami harus memutuskan apa prioritas kami. Bagi saya, harmonisasi grup ini merupakan prioritas utama. Saya sepenuhnya percaya kepada para pemain," tambah Southgate.

"Pikiran saya ada pada pemain yang belum banyak bermain, tapi, saya juga harus mempertimbangkan segalanya sebelum memilih tim (untuk melawan Belgia)," urainya.

Guna menghindari 'main mata', pertarungan terakhir di Grup D akan dimainkan bersamaan di tanggal dan jam yang sama, yakni Jumat, 29 Juni 2018 pukul 01.00 dini hari WIB. (*/bolaskor.com)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH