Harta Istri Nurhadi Diduga Mengalir ke Pria Lain Gedung KPK. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri harta-harta milik Tin Zuraida, istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, yang kini berada di tangan pria lain.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan untuk menelusuri harta-harta Tin Zuraida tersebut, penyidik memeriksa seorang pegawai negeri sipil (PNS) di MA bernama Kardi.

”Kardi, SH, MH (PNS MA) diperiksa sebagai saksi. Tim Penyidik KPK mengkonfirmasi dan mendalami keterangan saksi terkait adanya dugaan aset milik TZ (istri tersangka NHD) yang berada di bawah kekuasaan saksi Kardi,” kata Ali dalam keterangannya, Rabu (10/6).

Baca Juga:

KPK Periksa Panitera Saksi Penyuap Nurhadi yang Masih Buron

Berdasarkan informasi, penyidik KPK mengendus aset-aset Nurhadi yang diduga hasil penerimaan suap dan gratifikasi tak hanya mengalir ke pihak keluarga, tapi juga ke Kardi, pria yang diduga merupakan teman dekat Tin Zuraida.

Ali Fikri melanjutkan, selain Kardi, penyidik hari ini juga memeriksa Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono. “Saksi Rezky Herbiyono dan saksi Nurhadi diperiksa saling menjadi saksi untuk masing-masing tersangka RH dan NHD,” ujar Ali.

Kepada Nurhadi dan Rezky, lanjut Ali, penyidik mengkonfirmasi sejumlah lokasi tempat persembunyian keduanya saat buron beberapa bulan kemarin.

“Penyidik menggali seputar identitas dan hubungan antar keduanya, juga keterangan para saksi mengenai tempat keberadaannya para Tsk NHD dan RHE selama dalam proses pencarian oleh Penyidik KPK yang saat itu ditetapkan sebagai DPO,” kata Ali.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni, Nurhadi, Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, salah satu tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016. (KPK.)
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, salah satu tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016. (KPK.)

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Pada Senin (1/6) malam tim penyidik KPK berhasil menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Dalam penangkapan itu, tim penyidik juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Baca Juga:

KPK Diminta Periksa Istri dan Anak Nurhadi

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

KPK telah menahan Nurhadi dan Rezky di rumah tahanan (Rutan) Kavling C1, Gedung KPK lama setelah menjalani pemeriksaan intensif sejak pagi tadi. Keduanya bakal mendekam di jeruji besi selama 20 hari ke depan terhitung sejak Selasa (2/6). (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkes Diminta Cairkan Dana Insentif Nakes, Ganjar: Dananya Sudah Lama Ditunggu
Indonesia
Kemenkes Diminta Cairkan Dana Insentif Nakes, Ganjar: Dananya Sudah Lama Ditunggu

"Pak sebenarnya kami jadi nggak sih mendapatkan insentif? kapan dapatnya karena kami sudah kerja luar biasa," kata Ganjar menirukan keluhan nakes.

Gibran Janji Lanjutkan Program FX Rudy Tebus Ijazah Siswa Kurang Mampu
Indonesia
Gibran Janji Lanjutkan Program FX Rudy Tebus Ijazah Siswa Kurang Mampu

Salah satu kebiasaan yang akan diikutinya adalah menebus ijazah siswa kurang mampu yang menunggak pembayaran di sekolah.

Anies Bersyukur COVID-19 di Jakarta Capai Rekor, Pengamat: Hanya Alibi
Indonesia
Anies Bersyukur COVID-19 di Jakarta Capai Rekor, Pengamat: Hanya Alibi

Pembatasan ruang gerak sepatutnya diberlakukan

23 Mobil Damkar Tangani Kebakaran Apartemen Taman Sari Sudirman
Indonesia
23 Mobil Damkar Tangani Kebakaran Apartemen Taman Sari Sudirman

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Selatan mengerahkan 23 unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran di lantai bawah tanah Apartemen Taman Sari Sudirman, Setiabudi.

'Hantu Laut' Turun Tangan Bubarkan Pendemo Omnibus Law, Marinir-Massa Berpelukan
Indonesia
'Hantu Laut' Turun Tangan Bubarkan Pendemo Omnibus Law, Marinir-Massa Berpelukan

Selain itu, beberapa massa aksi juga terlihat memeluk anggota TNI dan berjanji tidak akan membuat kerusuhan

Istri Novel Baswedan Positif COVID-19
Indonesia
Istri Novel Baswedan Positif COVID-19

"Istri saya juga positif," kata Novel

Polisi Yakin Penyekatan Bakal Kurangi Pemudik
Indonesia
Polisi Yakin Penyekatan Bakal Kurangi Pemudik

Kemenhub bersama Korlantas Polri sudah menggelar rapat koordinasi membahas larangan mudik. Nantinya Korlantas akan mendirikan 333 titik penyekatan

Akhirnya, Biaya Langganan Disney+ di Indonesia Terkuak
Indonesia
Akhirnya, Biaya Langganan Disney+ di Indonesia Terkuak

Biaya berlangganan Rp39.000 per bulan atau Rp199.000 per tahun.

Dikabarkan Dirut Pasar Jaya Positif Corona, Wagub DKI: Ya Informasinya Begitu
Indonesia
Dikabarkan Dirut Pasar Jaya Positif Corona, Wagub DKI: Ya Informasinya Begitu

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan akan langsung mengecek hal tersebut.

Lonjakan Kasus COVID-19 Tak Terkendali, Satgas Peringatkan Warga
Indonesia
Lonjakan Kasus COVID-19 Tak Terkendali, Satgas Peringatkan Warga

Angka kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia telah menembus angka satu juta.