Haris Azhar: Kasus Sengketa Tanah di Cakung Diduga Penuh Rekayasa Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/far)

MerahPutih.com - Direktur eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar menduga, kasus sengketa tanah di wilayah Cakung, Jakarta Timur, yang melibatkan Benny Tabalujan dan Abdul Halim dinilai penuh rekayasa. Benny selaku pemilik sah tanah justru digambarkan sebagai pihak yang salah.

"Menurut saya ini adalah rekayasa," ujar Haris dalam keterangannya di Jakarta, Senin (91/11)

Menurut mantan Koordinator KontraS itu, rekayasa dapat dilihat dari sikap pihak Abdul Halim yang memaksakan kasus ini masuk ke ranah pidana dengan tuduhan pemalsuan surat mekanisme internal di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga

Haris Azhar Ungkap Mafia Pakai Buzzer di Sengketa Tanah

"Dibilang itu palsu. Kan yang bisa bilang itu palsu atau bukan ya BPN. Kalau itu bagian dari prosedurnya BPN ya berarti bukan palsu. BPN sendiri juga tidak pernah bilang itu palsu," tutur dia.

Ironisnya, pihak penegak hukum malah menjadikan Benny Tabalujan sebagai tersangka pemalsuan dokumen tanah.

Selain dituduh memalsukan tanah, pihak Abdul Halim pun kemudian diduga mengerahkan buzzer-buzzer untuk "membunyikan" kasus pidana ini di media sosial.

Abdul Halim dipersonifikasikan sebagai orang miskin yang tanahnya diambil. Tapi menurut Haris, kalau memang Abdul Halim miskin, dia tak mungkin bisa membayar buzzer-buzzer itu.

"Buzzer-buzzer itu kan kalo nggak ada duitnya pasti tidak akan jalan dan ini kontradiktif, di mana Abdul Halim digambarkan sebagai orang miskin," tanyanya. "Abdul Halim mengurus kiri-kanan dan terorganisir dengan baik, duit dari mana dia?" imbuh Haris.

Haris menegaskan, kalau Abdul Halim ingin menguji perkara ini, seharusnya dia membawanya ke organisasi atau lembaga bantuan hukum yang punya kompetensi untuk mengurusi orang miskin dan masalah tanah. Bukan malah ke Buzzer, yang bukan merupakan orang-orang atau kelompok advokasi.

"Nah saya yakin itu pasti ditolak, kenapa? Karena dia tidak punya bukti. Sementara pak Benny punya rekam jejak sejarah kepemilikan," imbuhnya.

Keluarga Benny Tabalujan sudah memiliki SHM tanah seluas 7,7 hektar di daerah Cakung, Jakarta Timur sejak 1975.

Namun, malah jadi tersangka karena dianggap memalsukan keterangan dalam formulir penurunan hak dari SHM ke HGB untuk keperluan imbreng ke perusahaan. Sementara Abdul Halim yang muncul tiba-tiba, tak punya bukti.

"Jadi ini memang settingan aja," tutur Haris.

Haris pun menduga, ada pihak yang berada di belakang Abdul Halim. Siapa pihak tersebut? Dia sudah mendapatkan sejumlah informasi tentang itu, namun belum akan membukanya sekarang.

Baca Juga

Pengacara BPN Kecewa Majelis Hakim Tolak Dengarkan Keterangan Saksi Ahli

Sementara Abdul Halim, diharapkan Haris segera sadar dan memberi keterangan yang benar.

"Cepat atau lambat itu akan terjadi. Karena tidak mungkin dia hidup dengan kepalsuan ini," pungkasnya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bangun Pompa Ancol Sentiong Rp437 miliar, Banjir di Jakarta Diharapkan Berkurang
Indonesia
Bangun Pompa Ancol Sentiong Rp437 miliar, Banjir di Jakarta Diharapkan Berkurang

Proyek rumah pompa, dibiayai dengan menggunakan skema APBN senilai Rp437 miliar, dan sifatnya adalah tahun jamak atau multiyears contract sejak tahun 2020 hingga 2022.

Sepeda Non-Lipat Boleh Masuk MRT?
Indonesia
Sepeda Non-Lipat Boleh Masuk MRT?

Inisiatif tersebut rencananya akan diimplementasikan bertepatan dua tahun MRT Jakarta

Kabareskrim Jamin Obat Terapi COVID-19 Masih Terkendali
Indonesia
Kabareskrim Jamin Obat Terapi COVID-19 Masih Terkendali

Kami mohon atensinya dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Ledakan Kilang Minyak, Ribuan Warga Desa Balongan Mengungsi
Indonesia
Ledakan Kilang Minyak, Ribuan Warga Desa Balongan Mengungsi

Kurang lebih 1.000 warga Blok Kosambi mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Jaksa Agung Segera Umumkan 7 Calon Tersangka Dugaan Korupsi Asabri
Indonesia
Jaksa Agung Segera Umumkan 7 Calon Tersangka Dugaan Korupsi Asabri

"Kami mohon maaf belum bisa sampaikan siapa-siapanya, tapi insya Allah nanti, setelah ekspose, kami akan sampaikan, pasti, kami tidak akan tutup-tutupi," ucap Burhanuddin

[HOAKS atau FAKTA]: Bupati Sukoharjo Etik Minta Sejumlah Uang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bupati Sukoharjo Etik Minta Sejumlah Uang

Beredar akun WhatsApp Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Akun tersebut menggunakan foto beserta nama Etik.

Komnas HAM Minta Bareskrim Datangkan Dokter Autopsi Pengawal Rizieq
Indonesia
Komnas HAM Minta Bareskrim Datangkan Dokter Autopsi Pengawal Rizieq

Choirul juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi, agar memberikan keterangan dan informasi kepada Komnas HAM.

Surabaya Klaim Hampir Seluruh Kelurahan Zona Hijau COVID-19
Indonesia
Surabaya Klaim Hampir Seluruh Kelurahan Zona Hijau COVID-19

Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut hampir seluruh kelurahan sudah berstatus zona hijau atau kategori level 1 berdasarkan perhitungan indikator PPKM berbasis wilayah.

Arven Marta Daftar Jadi Kandidat Ketua Umum PB HMI
Indonesia
Arven Marta Daftar Jadi Kandidat Ketua Umum PB HMI

Arven Marta resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada kongres HMI ke-31 di Surabaya, pada Rabu (17/3).

Banjir Bengawan Solo dan Tanah Longsor Masih Jadi Ancaman Warga
Indonesia
Banjir Bengawan Solo dan Tanah Longsor Masih Jadi Ancaman Warga

"Kami mencatat ada 15 kelurahan dari 54 kelurahan di Kota Solo menjadi wilayah rawan banjir pada musim penghujan," kata dia.