Hari Udara Bersih Internasional, Tindakan Kecil untuk Kurangi Pencemaran Tanpa udara bersih, hidup manusia akan berlangsung lebih singkat.(Foto: Unsplash/Chris Leboutillier)

TIAP 7 September, warga dunia memperingati Hari Udara Bersih Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk menyadarkan warga dunia tentang pentingnya kualitas udara yang baik dan mengurangi pencemaran udara.

Manusia bisa tahan beberapa hari tanpa makan dan minum. Tapi tanpa udara, hidup manusia akan berlangsung lebih singkat. Karena itu, menjaga kualitas udara berarti ikut melanggengkan hidup bersama.

Berdasarkan laporan Kualitas Udara Dunia IQAir 2021, Selasa (22/3/2022), Indonesia sempat mendapatkan rapor merah terkait kualitas udara. Indonesia menempati peringkat ke-17 sebagai negara paling berpolusi udara di dunia dengan dengan konsentrasi PM2,5 tertinggi yakni 34,3 μg/m3. Tak hanya itu, Indonesia juga menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara sebagai negara yang berpolusi udara. Kota Jakarta mendapatkan peringkat ke-12, Surabaya ke-11, dan Bandung ke-13.

Karuan laporan ini bikin kelompok masyarakat yang peduli lingkungan mendesak pemerintah berbuat lebih banyak untuk mengurangi pencemaran udara.

Luckmi Purwandari, Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengatakan sebenarnya pemerintah telah sejak lama mengupayakan mutu udara Indonesia berada dalam kualitas baik.

"Tindakan mengurangi pencemaran udara harus dilakukan secara terus-menerus atau konsisten dan bersama-sama. Tidak cukup hanya oleh pemerintah, tapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat," kata Luckmi dalam diskusi daring "In Pursuit of Breathable Cities" yang digelar Shirvano Consulting, Sabtu (3/9/22).

Baca juga:

Polusi Udara Tingkatkan Risiko Diabetes

hari udara bersih internasional
Kara Carolluna dan Luckmi Purwandari berbicara tentang tindakan-tindakan untuk mengurangi pencemaran udara dalam diskusi daring "In Pursuit of Breathable Cities". (Tangkapan Layar)

Menurut Luckmi, pemerintah melalui KLHK telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas udara Indonesia. Peran pemerintah terlihat dalam pembuatan berbagai peraturan dan kebijakan untuk mengendalikan pencemaran udara. Peraturan dan kebijakan itu terus-menerus diperbaiki dan ditambah berdasarkan pertimbangan perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian.

Luckmi menerangkan, pemerintah Indonesia menginventarisasi sumber pencemaran udara berasa dari dua hal : sumber bergerak dan sumber tidak bergerak. Contoh sumber bergerak adalah kendaraan bermotor.

"Inventarisasi emisi di 28 kabupaten atau kota di Indonesia selama 2012-2021 menunjukkan 70 persen beban emisi di perkotaan dikontribusikan oleh kendaraan bermotor," kata Luckmi.

Melihat kenyataan, pemerintah membuat serangkaian kebijakan untuk mendorong perbaikan kualitas udara dari sumber bergerak. Antara lain mengeluarkan peraturan tentang kewajiban uji emisi, mendorong intervensi pemerintah kabupaten atau kota untuk menerapkan transportasi ramah lingkungan pada program Langit Biru, dan kemitraan dengan komunitas, masyarakat, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam kegiatan gerakan masyarakat untuk memperbaiki kualitas udara.

Sementara sumber pencemaran udara tidak bergerak adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat. Misalnya kebakaran hutan, pembakaran sampah, dan industri. Terkait ini, Luckmi pun mengutarakan pemerintah telah mengeluarkan peraturan dan kebijakan untuk mencegah pencemaran udara.

Meski peraturan dan kebijakan telah dibuat oleh pemerintah, peran masyarakat dalam mengurangi pencemaran udara tak bisa dilepaskan begitu saja. Kara Carolluna, Head of External Marketing Green Welfare Indonesia, mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi dampak pencemaran udara.

Baca juga:

Polusi Udara Berperan dalam Peningkatan Kasus Autoimun

hari  udara bersih internasional
Meski peraturan dan kebijakan telah dibuat oleh pemerintah, peran masyarakat dalam mengurangi pencemaran udara tak bisa dilepaskan begitu saja. (Foto: Unsplash/Photoholgic)

Luna menyarankan bagi warga yang tinggal di kota, dapat menggunakan public transport. Sementara bagi warga lainnya, dia meminta agar mulai menerapkan composting atau pengomposan.

Composting adalah proses alami mendaur ulang bahan organik, seperti daun dan sisa makanan, menjadi pupuk berharga yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman. Composting juga akan mempunyai dampak pada berkurangnya produksi sampah. Karena composting mensyarakatkan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang.

Ada pula tindakan lain yang bisa mengurangi pencemaran udara sekaligus jadi kegiatan yang menyenangkan. "Itu adalah menanam pohon mangrove. Satu hektare mangrove mampu menyerap 39,75 ton CO2 per hektare per tahun," kata Luna.

Menurut Luna, tindakan-tindakan kecil itu dapat mempunyai dampak besar bila dilakukan bersama-sama. Dia sendiri berupaya menularkan kebiasaannya menggunakan transportasi publik, composting, dan menanam mangrove pada orang-orang terdekatnya. Tapi tak jarang dia mendapat cibiran.

"Ada yang bilang ih ribet banget ya," kata Luna.

Luna tak patah arang dengan cibiran tersebut. Dia terus berupaya meyakinkan orang-orang terdekatnya tentang pentingnya menjaga kualitas udara demi masa depan generasi esok.

Generasi sebelumnya mungkin tak terlalu peduli pada kualitas udara. Tapi generasi milenial seperti Luna mulai tergerak untuk memperbaiki kualitas udara. Luna percaya generasi milenial mampu melakukan banyak hal untuk menyelamatkan udara bersih.

Luna percaya pada tiga kredo ini. "Start from yourself. There's nothing better than a small steps from your intention. Say it louder. Be impactful through positive campaign. Unleash your potential. Everyone is the main character, grow your potential," ujar Luna.

Udara bersih adalah hak tiap generasi. Tak ada alasan untuk menunda langkah-langkah kecil untuk memperbaiki kualitas udara dan memperpanjang hayat generasi. (dru)

Baca juga:

Kurangi Polusi Udara dengan 5 Hal Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dikonfirmasi, NCT 127 akan Tampil November Ini
ShowBiz
Dikonfirmasi, NCT 127 akan Tampil November Ini

Neo City-The Link digelar pada 5 November

Sistem Bisnis Fully Owned Dinilai Lebih Baik Ketimbang Franchise
Fun
Sistem Bisnis Fully Owned Dinilai Lebih Baik Ketimbang Franchise

Fully Owned dapat membangun banyak cabang.

Mengulik Sejarah Kopi Lewat Novel 'Babad Kopi Parahyangan'
Fun
Mengulik Sejarah Kopi Lewat Novel 'Babad Kopi Parahyangan'

Babad Kopi Parahyangan hadir dalam empat babak atau tetralogi.

Cara Mengolah Daging Agar Tidak Terpapar Virus PMK
Fun
Cara Mengolah Daging Agar Tidak Terpapar Virus PMK

Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022 menjelaskan ciri hewan yang sah dijadikan sebagai hewan kurban.

Makan Gorengan Boleh Saja, Tapi Ada Syaratnya
Fun
Makan Gorengan Boleh Saja, Tapi Ada Syaratnya

Jika terlalu banyak kalori maka seseorang akan mengalami masalah berat badan dan kesehatan lainnya seperti jantung.

Dirty Ass Menggila di 'Menendang Bokong Showcase'
ShowBiz
Dirty Ass Menggila di 'Menendang Bokong Showcase'

'Menendang Bokong Showcase' rayakan 10 tahun Dirty Ass berkarya.

Mana Lebih Bermanfaat, Lari Pagi atau Sore?
Fun
Mana Lebih Bermanfaat, Lari Pagi atau Sore?

Ada sederet manfaat fisik dan mental yang bisa kamu rasakan dengan melakukan lari.

Cerita Soleh Solihun Tentang Rutinitas Lebaran di Kampung Halaman
ShowBiz
Cerita Soleh Solihun Tentang Rutinitas Lebaran di Kampung Halaman

Soleh bercerita tentang rutinitas Lebaran yang biasanya dia lakukan di Kampung Halaman

Riset Sejarah Jadi Titik Awal Pendirian Museum Bappenas
Fun
Riset Sejarah Jadi Titik Awal Pendirian Museum Bappenas

Nantinya, Hasil riset tersebut akan digunakan untuk kurasi koleksi museum.