Hari Pertama, Ratusan Ribu Guru DKI Terima Vaksin COVID-19 Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Sebanyak 128.142 guru telah menerima vaksin COVID-19 dalam program vaksinasi nasional tahap kedua. Data tersebut dilaporkan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta periode Rabu (24/2).

Dengan rincian, 47.262 pengajar laki-laki dan sebanyak 80.880 pendidik perempuan.

Baca Juga

DPR Pastikan Vaksinasi Anggota Dewan Tak Ditutup-tutupi

Vaksin COVID-19 pada kelompok guru baru dimulai pada Rabu (24/2) kemarin. Presiden Jokowi pun meninjau pelaksanan vaksin perdana terhadap pengajar DKI di SMAN 70 Jakarta.

"(data jumlah vaksin guru) kemaren Rabu," ujar Humas Dinas Pendidikan DKI, Sonny Juhersoni saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Jumat (26/2).

vaksin
Ilustrasi vaksin. Foto: Pixabay

Untuk TPA sebanyak 130 guru, TK 10.741, SPS 7.331 pengajar, satuan pendidikan kerja sama (SPK) SMP ada 667, SPK SMA 564 guru, dan SPK SD berjumlah 1.234 SD.

Kemudian SMPLB sebanyak 10 orang, SMP ada 24.503, SMLB berjumlah 9 pengajar, SMK ada 15.429 guru, SMA sebanyak 14.020 pendidik, dan SLB 1.586 guru.

Selanjutnya SDLB ada 32 guru, SD sebanyak 46.463 pengajar, PKBM 2.087 guru, KB sebayak 15.88 orang, serta Struktural/PJLP sebanyak 1749 pendidik.

Namun, hingga kini Sonny belum membalas WA terkait data jumlah guru yang sudah divaksinasi pada Kamis 25 Februari 2021 kemarin.

Program vaksinasi terus digelar. Pemerintah kini tengah melakukan vaksinasi tahap kedua terhadap pekerja publik. Mereka yang tengah divaksin pedagang, guru, awak media, dan lansia.

Adapun pemerintah juga sudah memberikan vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) yang masuk dalam tahap pertama. (Asp)

Baca Juga

Ratusan Atlet Jalani Vaksinasi COVID-19

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bawaslu Beberkan 4 Potensi Pelanggaran Saat Verifikasi Faktual Calon Independen
Indonesia
Bawaslu Beberkan 4 Potensi Pelanggaran Saat Verifikasi Faktual Calon Independen

Para pengawas pilkada harus mencermati dan memastikan pendukung itu bukan dari kalangan TNI, Polri atau ASN

Djoko Tjandra Diduga Punya "Kaki Tangan" yang Urus Segala Keperluan di Indonesia
Indonesia
Djoko Tjandra Diduga Punya "Kaki Tangan" yang Urus Segala Keperluan di Indonesia

Jaringan mafia hukum yang dimaksudnya itu ada di mana-mana.

Inilah Jam Kerja ASN di Bulan Ramadan 1441 Hijriah
Indonesia
Inilah Jam Kerja ASN di Bulan Ramadan 1441 Hijriah

jumlah jam kerja efektif bagi Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah yang melaksanakan 5 (lima) atau 6 (enam) hari kerja selama bulan Ramadan 1441 H minimal 32,5 jam per minggu.

PSI Minta Pemprov DKI Subsidi Siswa yang Terpaksa Masuk Swasta
Indonesia
PSI Minta Pemprov DKI Subsidi Siswa yang Terpaksa Masuk Swasta

Jika tak dibantu, maka dikhawatirkan banyak anak Jakarta yang terpaksa putus sekolah.

Fraksi PPP Hormati Keputusan Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota Negara
Indonesia
Fraksi PPP Hormati Keputusan Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota Negara

Pemerintah menurunkan ego yaitu lebih mengedepankan kepentingan publik daripada kepentingan politik

Kadin Klaim UU Cipta Kerja Untungkan Startup
Indonesia
Kadin Klaim UU Cipta Kerja Untungkan Startup

Perusahaan rintisan atau startup diklaim diuntungkan dengan adanya Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) terutama pendanaan dari investor.

Polisi di Seluruh Indonesia Siap Bubarkan Kerumunan Massa Sesuai Perintah Kapolri
Indonesia
Polisi di Seluruh Indonesia Siap Bubarkan Kerumunan Massa Sesuai Perintah Kapolri

Kapolri mengeluarkan dua kali maklumat kepada jajaran

Identitas 10 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Maut di Tol Cipali
Indonesia
Identitas 10 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Kecelakaan maut itu terjadi pada pukul 03.00 WIB. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan yaitu satu unit minibus dan dua unit truk.

Gelar Operasi Zebra Saat Pandemi, Polri Diingatkan Jangan Buat Warga Makin Susah
Indonesia
Gelar Operasi Zebra Saat Pandemi, Polri Diingatkan Jangan Buat Warga Makin Susah

Pemerintah juga berkewajiban untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat

TNI-Polri Bertambah Banyak di Lokasi Kontak Tembak, MIT Semakin Terjepit
Indonesia
TNI-Polri Bertambah Banyak di Lokasi Kontak Tembak, MIT Semakin Terjepit

Kontak tembak tersebut juga menewaskan seorang prajurit TNI Praka Dedi Irawan