Hari Pertama Masuk Libur Lebaran, PNS DKI Masih Kerja di Rumah Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) DKI, Chaidir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (27/2) (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Hari pertama masuk kerja usai Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih banyak yang melakukan kerja di rumah atau Work From Home (WFH).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir menjelaskan, alasan PNS DKI masih WFH dikarenakan perkantoran pemerintah masih mengikuti aturan dari keputusan gubernur tentang pebatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca Juga:

Vatikan Tekankan Pentingnya Persaudaraan Umat Kristiani dan Muslim Pada Hari Idulfitri

"PNS yang masuk hari ini adalah ada yang sebagian melakukan WFH dan ada yang sebagian melakukan WFO (Work From Office), untuk pelayanan-pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa," kata Chaidir, di Jakarta, Selasa (26/5).

Kepala BKD DKI Jakarta Chaidir
Kepala BKD DKI Jakarta Chaidir (Foto: beritajakarta.go.id)

Menurutnya, kantor pelayanan publik yang masih berjalan seperti kantor kelurahan, pelayanan pajak, dan perizinan yang tidak bisa dilakukan dengan WFH. Namun, dia tidak bisa memastikan, berapa jumlah PNS yang melakukan WFH dan berapa yang masuk kantor.

"Skemanya tergantung dari jenis ininya. Saya gak bisa 50:50 antara 70:30 kalau yang sudah-sudah sih," jelasnya.

Chaidir memastikan tidak ada SKPD yang melakukan halal bihalal seperti biasanya karena terbentur aturan PSBB.

Baca Juga:

Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Rudy dan Purnomo Layani Open House Lewat Video Call

Lebih lanjut, ia pun memastikan, PNS DKI akan bekerja seperti biasa atau kerja di kantor jika PSBB sudah selesai.

"Insyaallah kalau PSBB sudah selesai," tutupnya.(Asp)

Baca Juga:

Waspada, Orang Tanpa Gejala di Jakarta Capai 14.448

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 [HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Akhirnya Berikan Kuota 10 GB Gratis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Akhirnya Berikan Kuota 10 GB Gratis

“Kalau pun gratis 10 GB, itu untuk kampus yang bekerja sama dengan kami,” ungkapnya kepada wartawam melalui sambungan telepon.

Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Imam Nahrawi
Indonesia
Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Imam Nahrawi

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti

806 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo UU Ciptaker di Jakarta
Indonesia
806 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo UU Ciptaker di Jakarta

"Pelajar yang diamankan ada 806 orang," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Argo Yuwono

Warga Depok Ini Tetap Nyoblos meski Menolak Pilkada Digelar saat Pandemi
Indonesia
Warga Depok Ini Tetap Nyoblos meski Menolak Pilkada Digelar saat Pandemi

Dia tetap memakai hak suaranya untuk memilih calon wali kota dan wakil wali kota Depok, Jawa Barat.

Pasien dan Perawat Mesum di Wisma Atlet Terancam 10 Tahun Bui
Indonesia
Pasien dan Perawat Mesum di Wisma Atlet Terancam 10 Tahun Bui

Awal mulanya kabar tersebut diduga disebarkan pasien wisma atlet yang mempunyai hubungan dengan oknum nakes dan ramai di media sosial.

UI Bikin Peta Sebaran Kasus COVID-19 Gunakan Data Facebook
Indonesia
UI Bikin Peta Sebaran Kasus COVID-19 Gunakan Data Facebook

Peta tersebut menyediakan data perubahan mobilitas dan persentase kepatuhan warga untuk tinggal di rumah saja.

Rawan Rusak, Ribuan Manuskrip Kuno Koleksi Kerajaan Mangkunegaran Digitalisasi
Indonesia
Rawan Rusak, Ribuan Manuskrip Kuno Koleksi Kerajaan Mangkunegaran Digitalisasi

Dari 11.000 buku koleksi Perpustakaan Reksa Pustaka, baru 3.132 buku yang telah selesai dilakukan digitalisasi.

Penangkapan Kembali Habib Bahar Bukti Hukum Tak Pandang Ustaz atau Pejabat
Indonesia
Penangkapan Kembali Habib Bahar Bukti Hukum Tak Pandang Ustaz atau Pejabat

Persoalan penangkapan Bahar Bin Smith tersebut tidak pandang bulu sama sekali.

Nekat Gelar Pesta Malam Tahun Baru, Sejumlah Kafe di Jakarta Ditutup
Indonesia
Nekat Gelar Pesta Malam Tahun Baru, Sejumlah Kafe di Jakarta Ditutup

Penutupan itu dilakukan lantaran bar tersebut kedapatan melanggar sejumlah protokol kesehatan saat malam Tahun Baru 2021.

Orang dalam Pemantauan COVID-19 Capai Angka 176 Ribu
Indonesia
Orang dalam Pemantauan COVID-19 Capai Angka 176 Ribu

Jumlah ODP dan PDP tersebut naik dari sehari sebelumnya, 17 April 2020.