Hari Pertama di Kepolisian, Novel Baswedan Cs Masih Menyesuaikan Diri Mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo bersama mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan (kanan) di Bareskrim Polri, Senin (3/1/2022). ANTARA/Putu Indah Savitri

MerahPutih.com - Sebanyak 44 aparatur sipil negara (ASN) di kepolisian eks pegawai KPK menyatakan siap berjuang untuk memberantas korupsi.

Perwakilan ASN yang juga mantan penyidik KPK Novel Baswedan menjalani hari pertama bekerja di kepolisian, Senin (3/1).

Ia mengaku masih menunggu penugasan mengenai apa yang harus pihaknya kerjakan untuk meningkatkan kinerja dalam bidang pencegahan korupsi.

Baca Juga:

Novel Baswedan Cs Selesai Jalani Pelatihan di Bandung, Kapan Mulai Kerja?

“Kami diberikan tugas untuk melakukan tugas-tugas pencegahan tindak pidana korupsi. Nanti polanya seperti apa, ini sedang mau dibicarakan,” ucap dia kepada wartawan.

Novel bersama rekan-rekannya masih menyesuaikan diri dan mempelajari dengan lebih rinci soal institusi Polri.

"Kami (masih) menyesuaikan diri, melihat, mempelajari dengan lebih detail soal apa yang harus dikerjakan dan lain-lain. Jadi barangkali belum banyak yang bisa diceritakan," ujar pria yang juga purnawirawan Polri berpangkat kompol ini.

Soal posisinya dalam Dirtipikor Bareskrim Polri, Novel mengatakan, dia diberikan tugas untuk melakukan pencegahan-pencegahan terhadap tindak pidana korupsi.

Baca Juga:

Novel Baswedan Cs: Dibuang Firli, Diselamatkan Kapolri

Novel mengatakan, tidak ada target pribadi baginya usai bertugas menjadi ASN Polri. Ia mengaku kini semuanya sejalan dengan target dari divisi Polri.

"Tidak ada target pribadi, semuanya sesuai target Polri. Kami tidak melakukan dalam perspektif pribadi atau kelompok, kami bawa perspektif institusi," ujarnya.

Rekan Novel, Yudi Purnomo menegaskan, pihaknya bergabung dengan Polri demi kepentingan bangsa dan negara dalam rangka memberantas korupsi di Indonesia.

"Saat ini, kami siap untuk menerima perintah dan penugasan,” kata Yudi. (Knu)

Baca Juga:

Besaran Gaji Novel Baswedan Cs setelah Jadi ASN Polri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Staf BPN hingga Mantan Camat di Kota Serang Bekerja Sama Jadi Mafia Tanah
Indonesia
Staf BPN hingga Mantan Camat di Kota Serang Bekerja Sama Jadi Mafia Tanah

Kesepuluh tersangka berinisial MH, RD, ID, SB, SA, JD, HS, SD, AH, dan HW. Tersangka MH merupakan mantan kepala desa dan camat Desa Bendung, Serang. Sedangkan, RD adalah petugas ukur BPN Serang.

Pemerintah Nyatakan Tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 Sebulan Setelah Lebaran
Indonesia
Pemerintah Nyatakan Tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 Sebulan Setelah Lebaran

Kasus COVID-19 yang terjadi di Indonesia setelah 41 hari pasca-Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau Lebaran 2022 relatif flat.

Restorative Justice, Kejaksaan Agung Setop 33 Kasus Pidana
Indonesia
Restorative Justice, Kejaksaan Agung Setop 33 Kasus Pidana

Berikut 33 berkas perkara yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif

Menag Keluarkan Aturan Perayaan Imlek di Tengah Lonjakan COVID-19
Indonesia
Menag Keluarkan Aturan Perayaan Imlek di Tengah Lonjakan COVID-19

Berdasarkan SE No SE 02 Tahun 2022, pelaksanaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua kelenteng/miao/litang/xuetang

 Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Terkait Disabilitas di Asia Pasifik
Indonesia
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Terkait Disabilitas di Asia Pasifik

Pertemuan HLIGM-FRPD akan diikuti 31 negara anggota, sepuluh badan PBB, 12 pejabat setingkat menteri/kepala badan dari 11 negara, tiga negara asosiasi dan 50 organisasi masyarakat sipil di wilayah Asia Pasifik.

2 WNI Alami Luka Saat Tragedi Pesta Halloween di Itaewon
Indonesia
2 WNI Alami Luka Saat Tragedi Pesta Halloween di Itaewon

Kedua WNI tersebut telah kembali ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan.

KPK Mangkir, PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Suharso Monoarfa
Indonesia
KPK Mangkir, PN Jaksel Tunda Sidang Praperadilan Suharso Monoarfa

Penundaan sidang perdana ini lantaran pihak KPK selaku termohon tidak dapat hadir lantaran belum siap.

Alasan Gibran Lepas Paksa Masker Paspampres
Indonesia
Alasan Gibran Lepas Paksa Masker Paspampres

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapatkan kritik dari sejumlah netizen usai melepas paksa masker oknum Paspampres, yang memukul warga di jalan, Jumat (12/8).

Pemprov DKI Belum Putuskan Nasib PTM saat PPKM Level 2
Indonesia
Pemprov DKI Belum Putuskan Nasib PTM saat PPKM Level 2

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jabodetabek turun dari Level 3 menjadi Level 2.

Mentan Syahrul Pantau Langsung Vaksinasi Puluhan Ekor Sapi di Sukoharjo
Indonesia
Mentan Syahrul Pantau Langsung Vaksinasi Puluhan Ekor Sapi di Sukoharjo

Dalam kunjungan tersebut, mentan memantau vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada puluhan hewan ternak sapi.