Hari Pertama Buka Usai Ditutup Anies, Pengunjung Ragunan Tak Sampai 10 Ribu Orang Warga melihat gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Merahputih.com - Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di bawah 10 ribu yang masuk pada hari pertama libur Lebaran 1442 Hijriah. Data tersebut tercatat pihak Ragunan pada pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya TMR, Jakarta Selatan ditutup sementara oleh Gubernur Anies Baswedan pada 15-17 Mei 2021 menyusul membludaknya masyarakat yang datang pada libur Idulfitri.

Baca Juga:

50 Satpol PP Bakal Awasi Protokol Kesehatan di Ragunan

"Data ada 9.814 pengunjung yang datang," kata Staf Pelayanan Informasi dan Kehumasan Ragunan, Bambang Wahyudi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/5).

Bambang menyampaikan, jika pembukaan wisata Kebon Binatang Ragunan saat ini dibatasi hanya 30 persen warga dari kapasitas area TMR. Adapun untuk batas kapasitas maksimal pengunjung TMR sebesar 30 ribu wisatawan.

Gubernur Anies Baswedan memberikan makan duan kepada induk dan anak jerapah di Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (25/4/2020) (ANTARA/HO-Taman Margasatwa Ragunan)
Gubernur Anies Baswedan memberikan makan duan kepada induk dan anak jerapah di Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (25/4/2020) (ANTARA/HO-Taman Margasatwa Ragunan)

Bambang menerangkan, untuk sementara waktu wisata Kebon Binatang hanya diperuntukan bagi warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI.

"KTP DKI saja yang diizinkan masuk," ucap anak buah Gubernur Anies Baswedan ini.

Bambang melanjutkan, bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Ragunan, diwajibkan mendaftar online sebelum berkunjung H-1 melalui website resmi Ragunan Zoo atau https://linktr.ee/Ragunanzoo.

"Untuk usia tidak ada batasan dan ibu hamil pun di perbolehkan," paparnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif COVID-19, Sisanya Dibawa ke Wisma Atlet
Indonesia
476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif COVID-19, Sisanya Dibawa ke Wisma Atlet

Ia juga memastikan, penyekatan dan pembatasan bakal terus dilakukan

BREAKING NEWS: Operasi Dini Hari, KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo
Indonesia
BREAKING NEWS: Operasi Dini Hari, KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo

Informasi yang dihimpun MerahPutih.com, Edhy ditangkap dalam dugaan kasus korupsi proyek ekspor benih lobster atau benur.

Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19
Indonesia
Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19

Virus corona masuk ke lapas dan rutan lantaran adanya interaksi antara petugas dan narapidana (napi).

Kemenkominfo Monitoring Pada Frekuensi Marabahaya, Seperti Apa Hasilnya?
Indonesia
Kemenkominfo Monitoring Pada Frekuensi Marabahaya, Seperti Apa Hasilnya?

Kominfo bersama Airnav menggelar Posko Bersama

Wagub DKI Bantah Pemprov Dukung Kegiatan Rizieq Shihab di Petamburan
Indonesia
Wagub DKI Bantah Pemprov Dukung Kegiatan Rizieq Shihab di Petamburan

Pemprov DKI Jakarta membantah pernah mengizinkan kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab, di Petamburan pada 14 November 2020 lalu.

Dewan Pengupahan Wajibkan Pengusaha Taati Pembayaran THR
Indonesia
Dewan Pengupahan Wajibkan Pengusaha Taati Pembayaran THR

"Regulasi harus ditegakkan, tidak boleh abu-abu. Yang penting juga sudah dikomunikasika dengan informasi yang cukup jelas," ujar Adi Mahfudz.

Gandeng BIN, 'Obat COVID-19' Unair Masuk Tahap Desain Kemasan
Indonesia
Gandeng BIN, 'Obat COVID-19' Unair Masuk Tahap Desain Kemasan

Unair rencananya akan menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melanjutkan proses produksinya.

Dirut PD Sarana Jaya Tersandung Korupsi Rumah DP 0 Rupiah Program Andalan Anies
Indonesia
Dirut PD Sarana Jaya Tersandung Korupsi Rumah DP 0 Rupiah Program Andalan Anies

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tengah menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan petinggi BUMD Pemprov DKI, Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya (PSJ), Yoory C Pinontoan.

Pimpinan DPRD Desak Anies Segera Cairkan BST
Indonesia
Pimpinan DPRD Desak Anies Segera Cairkan BST

Masyarakat DKI saat ini sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah

Pandemi Tunjukkan Kelemahan Kinerja Pemerintah
Indonesia
Pandemi Tunjukkan Kelemahan Kinerja Pemerintah

Dari pandemi ini, harus ada peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia di seluruh wilayah,