Hari Kelima PSBB di Jakarta, Masih Ada Masyarakat Lakukan Pelanggaran Lalin Polantas dalam penertiban PSBB di Jalan Raya Inspeksi Saluran Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (13/4/2020). (ANTARA/Andi Firdaus)

MerahPutih.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat jumlah pengendara yang melakukan pelanggaran aturan terkait pembatasan moda transportasi dalam pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota Jakarta semakin menurun pada hari kelima.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo mengatakan, polisi telah melakukan pendataan jumlah pelanggar PSBB, sejak hari keempat, Senin (13/4) kemarin.

Baca Juga:

Anggota Fraksi PDIP Solo Tak Ambil Jatah Reses, Hemat Rp1,3 Miliar untuk Penanganan COVID-19

Khususnya terkait pelanggaran pembatasan moda transportasi, meliputi kewajiban memakai masker dan physical distancing atau jaga jarak antarpenumpang di dalam satu kendaraan.

"Dari data yang ada dan evaluasi, memang sampai dengan hari kelima ini sudah semakin sedikit warga yang melanggar," ujar Sambodo, Selasa (14/4).

Berdasarkan pantauan, hanya ada sekitar 60 pengendara yang melakukan pelanggaran dari ribuan kendaraan yang melintas, di Pos Check Point Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, sejak pagi hingga siang ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo (ANTARA)
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo (ANTARA)

Itu pun 50-nya pelanggaran tidak menggunakan masker, dan 10 itu pelanggaran physical distancing, misalnya ada penumpang yang duduk di samping sopir.

"Tentu ini menggembirakan. Mudah-mudahan di hari-hari ke depan, kesadaran masyarakat akan semakin meningkat lagi," ungkapnya.

Sambodo menuturkan, polisi juga telah melakukan penindakan berupa teguran tertulis kepada pelanggar di lapangan. Termasuk, terus melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan.

"Hari ini sudah kita siapkan untuk blanko. Ada blanko yang sifatnya teguran, sehingga nanti ketika ada yang melanggar itu dia bisa kita datakan. Kemudian nanti di situ ada surat penyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, sehingga bisa lebih cermat. Sehingga kita bisa hitung day by day apakah ada penurunan atau peningkatan," katanya.

Baca Juga:

PSI Minta Pemprov DKI Buka Data Penerima Bansos

Menyoal apakah ada sanksi, Sambodo menyampaikan, teguran tertulis itu merupakan sanksi yang sifatnya non yustisial.

"Itu sudah sanksi. Sanksi kan ada dua, yang sifatya yustisial dan sanksi yang sifatnya non yustisial. Nah teguran itu juga sanksi, tapi sanksi yang sifatnya non yustisial," cetus Sambodo.

"Jadi bukan berarti kita tidak memberikan sanksi, kita sudah memberikan sanksi dari kepolisian. Dan saya pikir, semakin lama juga masyarakat sudah semakin paham serta semakin sadar tentang aturan tersebut," tandasnya. (Knu)

Baca Juga:

Pemprov DKI Imbau Warga Tak ke Rumah Sakit Selama PSBB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mulai Besok, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen
Indonesia
Mulai Besok, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

Pelanggan KA jarak jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil rapid test antigen negatif COVID-19 yang berlaku selambat-lambatnya tiga hari sebelum tanggal keberangkatan (H-3).

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Penjual Baju Online di Sukoharjo
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Penjual Baju Online di Sukoharjo

F diketahui juga sudah punya istri dan tiga anak

Kekompakan TNI-Polri di Level Bawah dinilai Belum Harmonis
Indonesia
Kekompakan TNI-Polri di Level Bawah dinilai Belum Harmonis

Presiden Joko Widodo bisa memprakarsai perubahan UU 31 tahun 1997

Ketua MPR Sebut Upaya Pelonggaran PSBB Harus Sesuai Kesepakatan Pemerintah Pusat dan Daerah
Indonesia
Ketua MPR Sebut Upaya Pelonggaran PSBB Harus Sesuai Kesepakatan Pemerintah Pusat dan Daerah

Bambang meminta agar tidak ada tumpang tindih kebijakan terkait penanganan COVID-19 di pusat dan daerah.

[HOAKS atau FAKTA]: Pengganti Wawancara, PT KAI Minta Pelamar Rekam Bagian Tubuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengganti Wawancara, PT KAI Minta Pelamar Rekam Bagian Tubuh

Dalam percakapan tersebut, akun PT KAI meminta agar pelamar merekam bagian pundak dan perut pelamar.

Banjir Bandang di Masamba Akibatkan Dua Orang Tewas
Indonesia
Banjir Bandang di Masamba Akibatkan Dua Orang Tewas

Banjir bandang diduga diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi sejak 12 Juli 2020

KPK-Kemenag Terbitkan Buku Gratifikasi dalam Perspektif Agama, Gratis Unduh!
Indonesia
KPK-Kemenag Terbitkan Buku Gratifikasi dalam Perspektif Agama, Gratis Unduh!

Gratifikasi juga berbeda dengan suap dan pemerasan

Kasus COVID-19 di Secapa AD Jadi Teguran Keras Pemerintah
Indonesia
Kasus COVID-19 di Secapa AD Jadi Teguran Keras Pemerintah

Dia meminta, pemerintah kembali mempertimbangkan opsi pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

 Cegah Corona Meluas, Jam Operasional Cafe dan Angkringan di Yogyakarta Dibatasi
Indonesia
Cegah Corona Meluas, Jam Operasional Cafe dan Angkringan di Yogyakarta Dibatasi

Dalam SE tersebut sejumlah usaha yang dipersingkat jam operasional adalah game net, game station, game center, warung internet,salon,cafe dan usaha sejenis.

Uji Coba ke Musang, Obat Anti-Parasit Niclosamide Efektif Hilangkan COVID-19
Indonesia
Uji Coba ke Musang, Obat Anti-Parasit Niclosamide Efektif Hilangkan COVID-19

Sejauh ini, belum ada obat COVID-19 yang tersedia