Hari Kedua Lebaran, Diponegoro Dijadikan Tahanan Negara (3) Lukisan Nicolaas Pieneman Peristiwa Penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Nicolaas Pieneman. (Wikipedia)

PANGERAN Diponegoro berstatus tahanan negara (staatsgevangene). Ia meminta dibunuh segera ketimbang diasingkan.

"Saya tidak takut mati! Dalam semua pertempuran saya selalu luput dari kematian," kata Diponegoro dalam autobiografinya Babad Diponegoro dikutip Peter Carey pada Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855.

Baca juga: Meski Perang Jawa Libur Selama Puasa, Siasat Melumpuhkan Diponegoro Justru Gencar Dilakukan (1)

Letnan Gubernur Jenderal de Kock memintanya tetap tenang dan mengikuti anjuran pemerintah Hindia Belanda. "Jika ingin hidup sederhana sebagai pangeran bersama keluarga dengan penghasilan cukup di wilayah pemerintah, atau jika ingin pergi haji ke Mekkah, Gubernur Jenderal mungkin masih bisa mengabulkan," kata de Kock dalam buku catatan hariannya berjudul De Zeevaarder.

Diponegoro
Lukisan Raden Saleh tentang penangkapan Pangeran Diponegoro. (Gruppe Koln)

Saat perbincangan tersebut berlangsung, Mayor AV Michiels memandu pasukan gerak cepat ke-11 dan kekuatan garnisun Du Perron merangsek perkemahan Diponegoro di Matesih lalu melucuti 800 pasukan Sang Pangeran.

Di wisma karesidenan, Diponegoro meminta agar tetap menjadi sultan dan kepala agama Islam di Jawa.

Permintaan itu tidak secara tegas dikabulkan dengan Kock. Ia justru meminta Diponegoro bersiap berangkat menunggang kuda dengan kawalan dua opsir ditunjuk dan dibolehkan memboyong anak serta istri.

Diponegoro
Diponegoro. (Wikipedia)

Dengan nada tinggi, Diponegoro bertanya kepada pengawal dan anak-anaknya apakah pantas diperlakukan seperti ini? Kepala mereka tetap menunduk dan tak keluar satu kata pun.

Baca juga: Lakon Sejarah Dakon, Permainan Tradisional Paling Populer Saat Ramadan

Diponegoro kemudian dikawal menuju Semarang dan Batavia lantas berakhir di Manado serta Makassar sebagai seorang buangan.

Sepanjang jalan menuju tempat buangan, Diponegoro masih percaya iming-iming de Kock. Apa itu? (Bersambung)

Baca juga: Membongkar Klaim Raden Patah Orang Tionghoa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Iklan Jadul Biskuit Selalu Melekat  di Hati Pemirsa
Kuliner
Iklan Jadul Biskuit Selalu Melekat di Hati Pemirsa

Di era 90-an iklan merek biskuit sangat unik dan melekat di hati pemirsa sampai sekarang.

Mumi Panglima Perang Suku Dani di Negeri Aing   
Travel
Sejumlah Spot Foto Keren di Tebing Breksi
Travel
Sejumlah Spot Foto Keren di Tebing Breksi

Berfoto di spot nan instagramable untuk diunggah ke media sosial.

Normalisasi Pariwisata di Bandung Ditargetkan Tahun 2022
Travel
Normalisasi Pariwisata di Bandung Ditargetkan Tahun 2022

harapan kami dari sektor pariwisata para pekerja pariwisata tahun depan, 2022 itu sudah mulai normal.

Susah-Payah Soebardjo Menjemput Sukarno-Hatta
Indonesiaku
Susah-Payah Soebardjo Menjemput Sukarno-Hatta

Ia langsung mengajak Soediro menjemput Dwi Tunggal.

Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Luncurkan Panduan Protokol K4
Travel
Bangkitkan Pariwisata Indonesia, Kemenparekraf Luncurkan Panduan Protokol K4

Pariwisata akan kembali dihidupkan dengan panduan protokol K4.

Yogyakarta Belum Terima Kunjungan Wisatawan Rombongan
Travel
Yogyakarta Belum Terima Kunjungan Wisatawan Rombongan

Kategori rombongan adalah para pelancong yang datang berkelompok dan berjumlah puluhan.

Tradisi Adat Malam Selikuran Ramadan, Keraton Surakarta Bagikan 1.000 Tumpeng
Tradisi
Tradisi Adat Malam Selikuran Ramadan, Keraton Surakarta Bagikan 1.000 Tumpeng

Malam slikuran untuk memperingati turunnya Al Quran.

Google Doodle Kenang Guru Menggambar Tino Sidin
Tradisi
Google Doodle Kenang Guru Menggambar Tino Sidin

Tino Sidin lebih dikenal sebagai guru menggambar.

Enak Maksimal, 5 Makanan Khas Surabaya yang Bikin Ketagihan
Kuliner
Enak Maksimal, 5 Makanan Khas Surabaya yang Bikin Ketagihan

Kota Pahlawan ini punya cita rasa beragam.