Hari Kebebasan Pers, Kekerasan dan Ancaman terhadap Jurnalis Masih Terjadi Tangkapan layar Ketua Umum AJI Sasmito dalam "Peluncuran Catatan AJI atas Situasi Kebebasan Pers Indonesia 2021", Jakarta, Senin (3/5/2021). ANTARA/Syaiful Hakim

MerahPutih.com - Peringatan Hari Kebebasan Pers sepertinya belum dirasakan mayoritas jurnalis. Pasalnya, kekerasan terhadap pewarta masih terus terjadi.

Pada periode Mei 2020 - Mei 2021, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat ada 90 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Sebagian besar kasus berupa intimidasi, kekerasan fisik, perusakan, perampasan alat atau data hasil liputan, dan ancaman atau teror.

Baca Juga:

'Kerikil Tajam' yang Disrupsi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers

"Bahkan di 2020 dari Januari sampai Desember ada 84, tapi Mei 2020 sampai Mei 2021 ada 90 kasus," kata Ketua Umum AJI Sasmito dalam "Peluncuran Catatan AJI atas Situasi Kebebasan Pers Indonesia 2021" yang dilaksanakan secara daring, Senin (3/5).

Sasmito juga menuturkan, catatan kekerasan ini meningkat secara signifikan dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dari periode 2020-2021, catatan kami ada 90 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Ini meningkat jauh dari periode sebelumnya sebanyak 57 kasus," kata dia.

Dari 90 kasus tersebut, sebesar 70 persen kasus kekerasan dilakukan aparat.

Ini dinilai ironi karena aparat seharusnya jadi pelindung masyarakat, termasuk jurnalis, tapi justru menjadi yang banyak dilaporkan.

Menyusul setelah aparat kepolisian yakni pelaku dari kalangan advokat, jaksa, pejabat, polisi, satpol PP/aparat pemerintah daerah.

Jurnalis Tempo Nurhadi (tengah) di sela pemeriksaan di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (30/3/2021). ANTARA Jatim/Willy Irawan
Jurnalis Tempo Nurhadi (tengah), korban kekerasan terhadap wartawan, di sela pemeriksaan di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (30/3/2021). ANTARA Jatim/Willy Irawan

Melihat hal ini, Sasmito berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dapat segera melakukan reformasi di tubuh Polri.

Kasus kekerasan yang menjadi perhatian AJI setahun terakhir ini ialah kekerasan yang dialami jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi.

Lalu ada vonis terhadap jurnalis Banjarhits.id/Kumparan di Kalimantan Selatan, Diananta Sumedi.

Lalu, Indeks Kebebasan Pers (IKP) di Indonesia dinilai masih buruk meskipun secara rangking naik enam tingkat dibanding 2020.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengutip Reporters Without Borders (RSF) melaporkan tahun 2021, kebebasan pers Indonesia berada di posisi 113 dari 180 negara.

“Kebebasan pers Indonesia di tahun 2021 ini naik dari tahun lalu dari 119 menjadi 113, dari 180 negara," jelas Sasmito.

"Jadi memang dari 2 tahun terakhir ranking kita naik itu ya dari 124 menjadi 119 dan tahun ini menjadi 113 dari 108 negara,” ujar dia.

Baca Juga:

Polda Jatim Periksa 17 Orang Terkait Kasus Penganiayaan Jurnalis Tempo Nurhadi

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan meminta publik tidak menyamaratakan bahwa semua anggota Polri melakukan kekerasan.

Menurutnya, para pelaku kekerasan itu hanya oknum.

"Tapi begini, 70 persen kalau misal dari 100 itu 70 (orang). Polri itu jumlahnya 400.000 lebih, jadi kira-kira kalau bermain matematika ada satu polisi yang melakukan kekerasan dari 20.000 (polisi)," kata Ramadhan dalam forum sama.

"Artinya, 199.999 masih menjadi sahabat jurnalis. Jadi mohon tidak digeneralisasi, ini adalah oknum," tambahnya.

Ia pun mengatakan, Polri selalu mengingatkan kepada kepolisian daerah di seluruh wilayah untuk menghormati kerja-kerja jurnalis.

Ramadhan menegaskan, media dan wartawan merupakan mitra kepolisian.

"Kami menyampaikan selalu bahwa media atau wartawan melakukan tugasnya dan dilindungi UU Pers," ujarnya.

Ramadhan pun berjanji Polri akan terus berbenah diri dengan memperbaiki perilaku para anggota di lapangan. (Knu)

Baca Juga:

Buntut Pengusiran Jurnalis, Wali Kota Bobby Pilih Selesaikan Masalah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Dikabarkan Bakal Umumkan PPKM Darurat
Indonesia
Jokowi Dikabarkan Bakal Umumkan PPKM Darurat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Gegara Hadiri Acara Halal Bihalal PDIP, Plt Camat Sukoharjo Dicopot
Indonesia
Gegara Hadiri Acara Halal Bihalal PDIP, Plt Camat Sukoharjo Dicopot

Pencopotan tersebut buntut dari hadirnya Havid dalam acara halal bihalal yang diadakan PAC PDIP Sukoharjo pada Rabu (19/5)

Irjen Fadil Imran Calon Kuat Pengganti Jenderal Listyo di PP PBSI
Indonesia
Irjen Fadil Imran Calon Kuat Pengganti Jenderal Listyo di PP PBSI

Mundurnya Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Sekretaris Jenderal PP PBSI ini karena ia juga terpilih menjadi Ketua Umum PB ISSI

MK Perintahkan Pemilihan Ulang di Sebagian Pilgub Jambi
Indonesia
MK Perintahkan Pemilihan Ulang di Sebagian Pilgub Jambi

Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan adanya pemungutan suara ulang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jambi tahun 2020.

RUU Minuman Beralkohol Dipastikan Belum Masuk Prolegnas 2021
Indonesia
RUU Minuman Beralkohol Dipastikan Belum Masuk Prolegnas 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol kembali dibahas di Baleg usai diusulkan oleh 21 anggota DPR RI dari fraksi PPP, PKS, dan Gerindra.

Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali
Indonesia
Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali

Mobil Toyota Alphard hitam milik pengusaha tekstil asal Karanganyar menjadi korban penembakan sebanyak 8 kali.

Banjir Setinggi 20 Cm di Jatinegara Barat, Lalin Tersendat
Indonesia
Banjir Setinggi 20 Cm di Jatinegara Barat, Lalin Tersendat

Banjir setinggi 20 sentimeter menggenangi jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Senin (8/2). Akibatnya, lalu lintas tersendat.

Jaringan Internet Telkom Terputus, SKD CPNS Dijadwal Ulang
Indonesia
Jaringan Internet Telkom Terputus, SKD CPNS Dijadwal Ulang

"Penjadwalan ulang ini diupayakan tidak terlalu menggeser jadwal keseluruhan," kata Tjahjo Kumolo.

Karaoke saat Jam Kerja, Staf dan Kepala Puskesmas Situ Udik Bogor Dicopot
Indonesia
Karaoke saat Jam Kerja, Staf dan Kepala Puskesmas Situ Udik Bogor Dicopot

Kepala Puskesmas dan dua stafnya dicopot dari jabatannya.

Ibu di Majalengka Jadikan Anak Kandung sebagai Budak Seks dengan Tarif Rp500 Ribu
Indonesia
Ibu di Majalengka Jadikan Anak Kandung sebagai Budak Seks dengan Tarif Rp500 Ribu

Seorang ibu di Majalengka, Jawa Barat, tega menjadikan anak kandungnya sebagai budak seks dengan tarif sekali kencan antara Rp300.000-Rp500.000.