Hari Ini, Rizieq Shihab Sampaikan Pledoi Kasus RS UMMI Terdakwa Rizieq Shihab saat menjalani sidang putusan kasus kerumunan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Bekas pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab akan menyampaikan pledoi dalam kasus tes usap RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6).

"Sidang dengan agenda pledoi atau pembelaan diri dari pihak terdakwa dan kuasa hukum," ucap Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Alex Adam Faisal, di Jakarta.

Baca Juga

Rekam Suasana PN Jaktim, Lima Simpatisan Rizieq Shihab Diamankan Polisi

Sidang pembelaan dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB. Selain Rizieq, dua terdakwa lainnya yaitu Direktur Utama RS UMMI Bogor dr. Andi Tatat dan juga menantu Rizieq, Hanif Alatas juga akan menjalani sidang dengan agenda serupa.

Sebelumnya Rizieq Shihab dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berupa pidana enam tahun penjara atas kasus tes usap RS UMMI Bogor. JPU menyatakan Rizieq Shihab bersalah melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 Peraturan Hukum Pidana.

Rizieq dianggap melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong karena menyatakan kondisinya sehat meski terkonfirmasi COVID-19 saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020.

Suasana saat sidang Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

Jaksa juga membacakan hal-hal yang memberatkan seperti tuntutan klaim Rizieq yang menyatakan dirinya sehat saat dirawat di RS UMMI Bogor menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Mantan Pemimpin Front Pembela Islam itu dianggap menghambat program pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 karena menolak hasil tes swab PCR-nya dilaporkan pihak RS UMMI ke Satgas COVID-19 Kota Bogor.

Sementara untuk hal yang meringankan, JPU berharap Rizieq Shihab dapat memperbaiki perbuatannya setelah menjalani masa hukuman sesuai tuntutan.

Sementara dua terdakwa lainnya yaitu dr. Andi Tatat dan Hanif Alatas dituntut dua tahun penjara atas kasus yang sama oleh JPU. (Asp)

Baca Juga

Jaksa Ajukan Banding Vonis Rizieq Shihab di Kasus Kerumunan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buruh yang Rayakan May Day Diingatkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Buruh yang Rayakan May Day Diingatkan Protokol Kesehatan

Ida secara khusus mengajak untuk belajar dari pengalaman negara lain seperti India

Dewas KPK Kembali Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri
Indonesia
Dewas KPK Kembali Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Sidang ini ditunda setelah KPK memberlakukan work from home (WFH)

Pimpinan KPK Bakal Dapat Mobil Dinas, ICW Ingatkan Soal Kesederhanaan
Indonesia
Pimpinan KPK Bakal Dapat Mobil Dinas, ICW Ingatkan Soal Kesederhanaan

Anggaran untuk mobil dinas Ketua KPK Firli Bahuri senilai Rp1,45 miliar, sementara empat wakil ketua KPK masing-masing Rp1 miliar.

Benyamin Davnie Targetkan Pembangunan PLTS dan Jalur MRT di Tangsel
Indonesia
Benyamin Davnie Targetkan Pembangunan PLTS dan Jalur MRT di Tangsel

Benyamin menjanjikan, PLTSa akan mulai berdiri di Tangsel pada 2021.

Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding
Indonesia
Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding

Novel adalah orang yang sangat paham dengan hukum. Dia juga aktif di lembaga hukum.

PAN Desak Pemerintah Kaji Ulang Perpres Investasi Miras
Indonesia
PAN Desak Pemerintah Kaji Ulang Perpres Investasi Miras

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang Perpres tersebut. Menurutnya, pasal-pasal dalam perpres tersebut sangat potensial menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat.

Polemik Bupati Terpilih Sabu Raijua, BPIP: Akurasi Data Masalah Besar Bangsa
Indonesia
Polemik Bupati Terpilih Sabu Raijua, BPIP: Akurasi Data Masalah Besar Bangsa

Pendiri Setara Institute ini mengkritik lemahnya pengelolaan data dan administrasi

Mudik Dilarang, Bandara Internasional Yogyakarta Pangkas Jam Operasional
Indonesia
Mudik Dilarang, Bandara Internasional Yogyakarta Pangkas Jam Operasional

Saat ini, maskapai yang beroperasi di Bandara Internasional Yogyakarta, yakni Lion Air, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Batik Air.

Liburan Panjang Berpotensi jadi Klaster Penyebaran Corona
Indonesia
Liburan Panjang Berpotensi jadi Klaster Penyebaran Corona

""Jangan sampai liburan panjang ini menjadi masalah baru tentang penyebaran COVID-19," kata Istiono

Ada Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Pengalihan Rute TransJakarta
Indonesia
Ada Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Pengalihan Rute TransJakarta

Halte yang tidak melayani yaitu Halte Bundaran HI, Sarinah, Halte Bank Indonesia dan Halte Monas.