Hari Ini, Novel Baswedan Bakal Bersaksi di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Dua pelaku penyerangan Penyidik KPK Novel Baswedan akan dipertemukan dengan Novel pada Sidang berikutnya tanggal 2/4 mendatang (MP/Kanu)

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menggelar sidang lanjutan perkara penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Kamis (2/4). Dalam persidangan kali ini, Novel diagendakan bersaksi untuk dua terdakwa, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.

Selain Novel, tetangganya yang merupakan saksi pelapor, Yasri Yuda Yahya turut dijadwalkan untuk bersaksi di persidangan. Sidang direncanakan akan di gelar pada pukul 10.00 WIB.

Baca Juga:

Tim Pengacara Puji Dua Pelaku Penyerangan Novel Sebagai Sosok Gentleman

"Rencana pukul 10.00 WIB. Saksi pelapor (Yasri Yuda Yahya) dan saksi korban (Novel Baswedan)," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Djuyamto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/4).

Dalam persidangan Kamis (19/3) lalu, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir tidak mengajukan eksepsi atau nota pembelaan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Novel Baswedan akan dipertemukan dengan dua pelaku penyerangan terhadap dirinya
Novel Baswedan akan dipertemukan dengan dua oknum polisi pelaku penyerangan terhadap dirinya (MP/Kanu)

Brigjen Pol Edi Purwanto, selaku tim kuasa hukum kedua terdakwa mengklaim, hal itu merupakan bentuk kesatria karena keduanya diketahui merupakan anggota Polri.

"Ini mungkin sudah dipahami dan di mengerti oleh terdakwa dan terdakwa juga sebagai prajurit (Polri), secara kesatria, mungkin nanti akan mengakui," kata Edi.

Dalam kasus ini, Rahmat dan Ronny didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka-luka berat. Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan terluka sehingga kornea mata kanan dan kirinya terancam buta.

Baca Juga:

Persidangan Dua Penyerang Novel Dibatasi Demi Cegah Penyebaran Corona

Kedua terdakwa melakukan perbuatannya dengan alasan membenci Novel Baswedan lantaran dianggap telah mengkhianati institusi Polri.

Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Usahakan Ojol Masih Bisa Angkut Penumpang Selama PSBB
Indonesia
Anies Usahakan Ojol Masih Bisa Angkut Penumpang Selama PSBB

"Kita sudah berkoordinasi dengan para operator mereka punya mekanismenya. Karena itu, kita merasa ojek selama mereka mengikuti protap itu bisa beroperasi bisa mengangkut orang dan barang," tuturnya.

  Presiden Jokowi: Indonesia 'Hyper' Regulasi Hingga Sulit untuk Maju
Indonesia
Presiden Jokowi: Indonesia 'Hyper' Regulasi Hingga Sulit untuk Maju

"Kita mengalami 'hyper' regulasi, obesitas regulasi, membuat kita terjerat dalam aturan yang kita buat sendiri, terjebak dalam kompleksitas," kata Jokowi

 Calon Pilkada Tidak Seperti Beli Tiket Pesawat
Indonesia
Calon Pilkada Tidak Seperti Beli Tiket Pesawat

"Pesan kepada cabup yang diusung, itu komitmen yang harus dijaga bersama. Saya kira hari ini baju saya juga sudah merah," kata Nurdin disambut tepuk tangan hadirin di ruangan itu.

Alasan Pemprov DKI Utamakan Jalur Usia dalam PPDB
Indonesia
Alasan Pemprov DKI Utamakan Jalur Usia dalam PPDB

Kebijakan kriteria usia dalam PPDB ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Pengamat Sebut Ada Kebangkitan Politik Dinasti di Indonesia
Indonesia
Pengamat Sebut Ada Kebangkitan Politik Dinasti di Indonesia

Dalam pertemuan itu, Jokowi mengatakan, rekomendasi PDIP jatuh kepada Gibran Rakabuming Raka

Presiden Jokowi Resmi Larang Warga Mudik di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Presiden Jokowi Resmi Larang Warga Mudik di Tengah Pandemi COVID-19

Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona di Indonesia.

Besok Ragunan Buka Kembali, Hanya Sampai Pukul 13.00 WIB
Indonesia
Besok Ragunan Buka Kembali, Hanya Sampai Pukul 13.00 WIB

Sekarang agak lebih panjang tujuh jam, disesuaikan dengan Pergub yang ada

PSI Tolak Wacana Anies Terapkan Ganjil Genap Motor di Jakarta
Indonesia
PSI Tolak Wacana Anies Terapkan Ganjil Genap Motor di Jakarta

Eneng pun menyarankan agar aturan ganjil genap diberlakukan setelah masa pandemi selesai.

 Soal Corona, Pejabat di Lingkungan Jokowi Dinilai Banyak Omong Kosong
Indonesia
Soal Corona, Pejabat di Lingkungan Jokowi Dinilai Banyak Omong Kosong

"Saat negara seperti sekarang ini, siapa di antara staf ahli itu yang punya pengetahuan sains? Kita belum dengar satupun yang bicara dan masuk akal" terang Dedi

Buruh Desak PN Jakpus Buka Rekening Perusahaan agar Bisa Digaji
Indonesia
Buruh Desak PN Jakpus Buka Rekening Perusahaan agar Bisa Digaji

Karyawan PT CNQC Mitra JO mendesak Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar segera membuka rekening perusahaan mereka yang tengah mengalami kepailitan.