Hari Ini Batas Akhir Penyelenggara Sistem Elektronik Daftar Sebelum Diblokir Warga menunjukan sejumlah aplikasi media sosial di Jakarta, Senin (18/7/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

MerahPutih.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan tenggat waktu hingga hari ini kepada penyelenggara sistem elektronik (PSE) lingkup privat yang mendaftar untuk mendaftar ke Online Single Submission.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan mengalami hambatan mendaftar, kementerian memberikan kesempatan bagi mereka mengirimkan pendaftaran secara manual.

Baca Juga:

Daftar Aplikasi yang Terdaftar di PSE Kominfo

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pihaknya memiliki tim teknis untuk mendampingi penyelenggara sistem elektronik (PSE) lingkup privat yang mendaftar.

Ia mengaku, masih banyak penyelenggara sistem elektronik yang tidak paham. Sehingga Kemenkominfo siap memberikan bantuan secara manual.

"Kita ingin membantu mereka, sampai pada opsi yang terakhir kalau ada hambatan dari sistemnya atau pada saat output ada (kendala) jaringannya, kirimkan saja manualnya. Tapi setelah itu nanti ditindaklanjuti dengan pendaftaran yang resmi lewat OSS," kata Semuel.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen memantau lalu lintas (traffic) setiap platform digital yang belum mendaftar sampai batas waktu terakhir.

"Kita punya kemampuan untuk melihat traffic-nya berapa banyak aplikasi yang berada di Indonesia. jadi terkait sanksi itu tahapannya yaitu teguran tertulis (peringatan), kemudian ada sanksi denda dan yang terakhir adalah pemutusan akses sementara," kata Semuel.

Ia mengatakan, jika setelah 20 Juli masih ada PSE privat yang belum mendaftar, Kominfo akan memberikan sanksi mulai keesokan hari, yaitu 21 Juli. Sanksi yang akan diberikan pertama yakni berupa teguran secara tertulis.

"Dari tanggal 21 besok kita sudah mulai kasih surat, paling tidak itu sudah mulai. Karena kita sebenarnya membuat kemudahan dan kita harapkan masyarakat benar-benar membangun trust. Kita membangun trust dulu ke masyarakat dan masyarakat akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya," kata Semuel.

Jika sampai ada PSE yang diputus aksesnya karena belum mendaftar, menurut Semuel, sanksi ini bersifat sementara. Platform digital tersebut perlu mendaftar atau memperbarui datanya kepada Kominfo. Setelah terdaftar, menurut Kominfo, secara otomatis platform tersebut tidak masuk mesin pemblokir. (Knu)

Baca Juga:

Paksa Google, WhatsApp, Twitter dan lainnya Daftar PSE buat Perlindungan Data Pribadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Demokrat Bantah Rumor AHY Jadi Cawapres sebagai Syarat Koalisi
Indonesia
Demokrat Bantah Rumor AHY Jadi Cawapres sebagai Syarat Koalisi

Demokrat menyatakan pertemuan yang digelar AHY dengan ketum parpol lain sejauh ini untuk mengedepankan pembahasan visi dan misi.

Jokowi ke AS, Ma'ruf Amin Jabat Plt Presiden
Indonesia
Jokowi ke AS, Ma'ruf Amin Jabat Plt Presiden

Kepala Negara menugaskan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk melaksanakan tugas sehari-hari presiden hingga 10 hingga 16 Mei 2022.

Puluhan UMKM Dilibatkan Penuhi Kebutuhan Penonton MotoGP
Indonesia
Puluhan UMKM Dilibatkan Penuhi Kebutuhan Penonton MotoGP

UMKM yang dilibatkan merupakan UMKM lokal yang berasal dari NTB dan sekitarnya.

Obok-Obok Probolinggo, KPK Sita Bukti Gratifikasi Pencucian Uang Bupati Puput
Indonesia
Obok-Obok Probolinggo, KPK Sita Bukti Gratifikasi Pencucian Uang Bupati Puput

Kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari (PTS) .

Anies Sebut Persatuan akan Hadir Bila Ada Keadilan dan Kesetaraan
Indonesia
Anies Sebut Persatuan akan Hadir Bila Ada Keadilan dan Kesetaraan

"Mengingatkan kepada semua bahwa persatuan akan hadir bila ada kesetaraan, bila ada rasa keadilan," pungkas Anies.

53 WNI Disekap di Kamboja
Indonesia
53 WNI Disekap di Kamboja

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, puluhan WNI tersebut dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Kamboja.

Petugas LPSK Mengaku Disodori Amplop Tebal Usai Bertemu Ferdy Sambo
Indonesia
Petugas LPSK Mengaku Disodori Amplop Tebal Usai Bertemu Ferdy Sambo

Petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pernah disodori sebuah map berisi dua amplop sehabis bertemu mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

[HOAKS atau FAKTA] Tjahjo Kumolo Meninggal karena Vaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Tjahjo Kumolo Meninggal karena Vaksin COVID-19

Setelah ditelusuri, beberapa media mengabarkan bahwa Alm Tjahjo Kumolo meninggal dikarenakan komplikasi organ dalam dan ada infeksi yang menjalar ke paru-paru.

Kapolri: Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Akan Saya Potong
Indonesia
Minggu ini Pemerintah Salurkan BLT Migor Rp 300 Ribu, Begini Cara Cek Penerima
Indonesia
Minggu ini Pemerintah Salurkan BLT Migor Rp 300 Ribu, Begini Cara Cek Penerima

emerintah segera menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng kepada penerima. Penyaluran sudah aktif mulai minggu ini dan berakhir sepekan sebelum Lebaran Idulfitri 2022.