Hari Ini 2 Penyiram Novel Baswedan Ajukan Pembelaan Novel Baswedan. (Ant)

Merahputih.com - Dua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir didampingi Tim Divisi Hukum Polri mengajukan nota pembelaan (pledoi) terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Pengajuan pledoi itu akan diajukan dalam persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, hari ini.

"Iya insyaallah jam 14.00," kata Humas PN Jakarta Utara Djuyamto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/6).

Baca Juga

Penerornya Dituntut 1 Tahun Penjara, Novel: Fakta Rusaknya Hukum di Indonesia

Djuyamto yang juga hakim persidangan Novel ini mengatakan mengajukan pembelaan merupakan hak terdakwa. "Karena itu, kesempatan mengajukan pledoi hak terdakwa dan penasihat hukum. Tergantung kesiapan kembali kepada tim penasihat hukum. Kalau menyatakan siap hari Senin silakan saja. Pada prinsipnya majelis hakim siap," ujar Djuyamto.

Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulete, dua terdakwa penganiayaan penyidik KPK, Novel Baswedan dituntut pidana penjara selama 1 tahun.

novel baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbincang dengan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Mereka masing-masing melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum mengungkap pertimbangan yang meringankan tuntutan terhadap kedua anggota Polri tersebut. Satu pertimbangan yang meringankan kedua terdakwa adalah Ronny Bugis dan Rahmat Kadir pernah sama-sama bertugas selama 10 tahun di institusi Polri.

Selain pernah bertugas di institusi Polri, hal meringankan lainnya, yaitu terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap kooperatif selama persidangan. Selain hal meringankan, Jaksa mengungkap hal yang memberatkan perbuatan kedua terdakwa tersebut. Hal yang memberatkan, yaitu perbuatan terdakwa telah mencederai kehormatan institusi Polri.

Baca Juga

Otak Sekaligus Eksekutor Penyiram Novel Dituntut 1 Tahun Penjara

Selama persidangan terungkap alasan Rahmat Kadir Mahulette melakukan tindak penganiayaan kepada penyidik KPK, Novel Baswedan.

Jaksa memandang Rahmat Kadir bermaksud menyerang dan menimbulkan luka berat kepada Novel karena ingin memberikan pelajaran. Hal ini, setelah Novel dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak-anak Dinilai Paling Rentan Jadi Korban Jika New Normal Diberlakukan
Indonesia
Anak-anak Dinilai Paling Rentan Jadi Korban Jika New Normal Diberlakukan

Berdasarkan data Covid.go.id, pada 2 Juni 2020 diketahui ada sebanyak 7,9 persen anak yang positif COVID-19.

Gunung Merapi Siaga, Kasus COVID-19 Klaten Melonjak 201 Orang Per Hari
Indonesia
Gunung Merapi Siaga, Kasus COVID-19 Klaten Melonjak 201 Orang Per Hari

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencatat kenaikan kasus Corona sebanyak 201 orang per hari.

Sadis, Begini Detik-detik Sepasang Kekasih Gergaji Tubuh Manajer Konstruksi hingga 11 Potongan
Indonesia
Sadis, Begini Detik-detik Sepasang Kekasih Gergaji Tubuh Manajer Konstruksi hingga 11 Potongan

Korban pembunuhan di Apartemen Kalibata City Rinaldi Harley Wismanu (32 tahun) dimutilasi menjadi 11 bagian oleh pelaku.

Nekat ke Jakarta Tanpa SIKM, 7 Orang Dikarantina
Indonesia
Nekat ke Jakarta Tanpa SIKM, 7 Orang Dikarantina

SIKM merupakan sebagai syarat bagi warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jabodetabek dan ingin masuk ke DKI.

8 Bulan Ditutup, Objek Wisata Keraton Surakarta Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat
Indonesia
8 Bulan Ditutup, Objek Wisata Keraton Surakarta Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

"Sekarang masyarakat luas bisa kembali mengunjungi salah satu keraton peninggalan dinasti Mataram ini," ujar Dany

Tak Semua Pegawai AGD Dinkes DKI Satu Suara Terkait Pelaporan Pejabat ke Anies
Indonesia
Tak Semua Pegawai AGD Dinkes DKI Satu Suara Terkait Pelaporan Pejabat ke Anies

Pelaporan 5 pejabat DKI itu, kata Dedi, mempengaruhi kestabilan, yang berimbas pelayanan AGD Dinkes DKI menjadi terganggu.

Kasus Corona Melonjak hingga 52.812
Indonesia
Kasus Corona Melonjak hingga 52.812

Yuri mengungkapkan, jumlah penambahan 576 pasien menjadi 21.909 yang sembuh.

 Hasil Survei, 31 Persen Publik Tak Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi
Indonesia
Hasil Survei, 31 Persen Publik Tak Puas dengan Kinerja 100 Hari Jokowi

Publik yang merasa tidak puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf pada sektor ekonomi dan kesejahteraan, serta bantuan tidak tepat sasaran.

Respon Puan Maharani UU Cipta Kerja Mau Dibawa ke MK
Indonesia
Respon Puan Maharani UU Cipta Kerja Mau Dibawa ke MK

Puan mengklaim DPR sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja bersama pemerintah

Carut Marut Pasal Selundupan Omnibus Law Cipta Kerja
Indonesia
Carut Marut Pasal Selundupan Omnibus Law Cipta Kerja

Menariknya, dalam omnibus law itu juga terdapat beberapa pasal selundupan mengenai pendidikan