Hari Ini 100 Ulama dari Jatim Divaksin AstraZeneca Salah satu ulama saat divaksin AstraZeneca disaksikan Presiden Jokowi, di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: MP/Dok Kemenkes)

MerahPutih.com - Sempat diduga mengandung minyak babi, nyatanya sekitar 100 kiai dan tokoh agama yang usianya di bawah 60 tahun di Jawa Timur divaksin menggunakan AstraZeneca untuk tahap awal, Selasa (23/3).

Langkah itu ditempuh sebab PWNU Jatim mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin AstraZeneca.

Di sisi lain, kiai dan masayikh yang berusia di atas 60 tahun telah divaksin gelombang ke dua dengan vaksin Sinovac.

Baca Juga:

Vaksin AstraZeneca Jadi Polemik, Pemprov DKI Ikut Kebijakan Pusat

KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU mengatakan, tujuan vaksinasi AstraZeneca kali ini sebagai contoh kepada masyarakat bahwa vaksinasi AstraZeneca halal dan maslahat.

“Menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa itu jadi bagian penting dari tujuan syariat agama itu diselenggarakan dari perspektif agama. Maka, kami mengambil keputusan bagi umat Islam khususnya orang NU, melaksanakan dan menjalankan vaksinasi adalah wajib hukumnya," katanya.

Petugas memindahkan boks berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca yang tiba di kompleks PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (8/3/2021) malam.(ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Petugas memindahkan boks berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca yang tiba di kompleks PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (8/3/2021) malam.(ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

"AstraZaneca menurut keputusan LBM adalah suci dan halal dan diharapkan mampu memutus mata rantai COVID-19 ini,” lanjut Marzuki Mustamar.

Ia menambahkan, vaksinasi ini memungkinkan untuk membentuk kekebalan komunal sebagai penangkal sekaligus mengakhiri pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Kemenag Minta Warga Tidak Perlu Ragu Terkait Vaksin AstraZeneca

“Setakut atau seragu-ragunya divaksin, ingat bahwa vaksin ini bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan kita ini selalu diajari sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat. Maka silakan untuk divaksin, jadilah orang yang bermanfaat buat semua,” tutup Marzuki. (Andika Eldon/Jawa Timur)

Baca Juga:

AstraZeneca Mengandung Unsur Babi, Wapres: Boleh Digunakan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua PBNU Serukan UU Cipta Kerja Dilakukan Judicial Review
Indonesia
Ketua PBNU Serukan UU Cipta Kerja Dilakukan Judicial Review

UU Cipta Kerja yang baru diputuskan pada Senin (5/10) lalu itu sangat tidak seimbang karena hanya menguntungkan satu kelompok.

ASN Makin Lama Bekerja di Rumah
Indonesia
ASN Makin Lama Bekerja di Rumah

Tjahjo Kumolo menandatangani dua surat edaran, yaitu SE Nomor 54 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Awal Juni Mal Jakarta Buka, DPRD: Pengunjung Harus Rapid Test
Indonesia
Awal Juni Mal Jakarta Buka, DPRD: Pengunjung Harus Rapid Test

Hal itu untuk mendeteksi apakah yang masuk ke pusat perbelanjaan itu aman dari COVID-19 atau tidak.

Pusat Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Kerja, Ini Reaksi Anak Buah Anies
Indonesia
Pusat Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Kerja, Ini Reaksi Anak Buah Anies

Gugus Tugas COVID-19 membatasi warga di bawah usia 45 yang boleh beraktivitas normal hanya di 11 bidang usaha.

PMI Solo Kirim Tenaga Medis Bantu Warga Korban Banjir Bandang di NTT
Indonesia
PMI Solo Kirim Tenaga Medis Bantu Warga Korban Banjir Bandang di NTT

Sumartono menjelaskan tenaga medis tersebut terdiri dari seorang dokter, dua perawat, satu apoteker, dan seorang bidan. Tenaga medis tersebut akan diberangkatkan bersama dengan PMI Provinsi Jawa Tengah, Rabu (7/4) pukul 04.00 WIB.

Jokowi Minta PPKM Dilakukan dengan Pendekatan Berbasis Mikro
Indonesia
Jokowi Minta PPKM Dilakukan dengan Pendekatan Berbasis Mikro

Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam penegakan hukum

Jangan Mudah Melabeli Orang Kritis dengan Sebutan Radikal
Indonesia
Jangan Mudah Melabeli Orang Kritis dengan Sebutan Radikal

Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan Din Syamsuddin terkait dugaan radikalisme ke KASN.

Ulama Kharismatik NU KH Miftachul Akhyar Pimpin MUI
Indonesia
Ulama Kharismatik NU KH Miftachul Akhyar Pimpin MUI

Saat muda, ia tercatat pernah belajar di pelbagai pesantren NU seperti Pesantren Tambak Beras, Pesantren Sidogiri, hingga Pesantren Lasem di Jawa Tengah.

Hujan Abu Vulkanis Merapi di Tegalmulyo, Warga Diminta Tak Panik
Indonesia
Hujan Abu Vulkanis Merapi di Tegalmulyo, Warga Diminta Tak Panik

Sisa material abu vulkanik masih menempel di rumah dan halaman rumah warga

Seleksi 1 Juta Guru Honor Jadi PPPK Dimulai 2021
Indonesia
Seleksi 1 Juta Guru Honor Jadi PPPK Dimulai 2021

Untuk dapat diangkat menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja diperlukan persyaratan tertentu.