Harga Tiket Meroket, YLKI Sarankan Maskapai Penerbangan Kenakan Kenaikan Bertahap Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi. (Foto: YouTube)

MerahPutih.Com - Kenaikan tiket pesawat yang menggila di awal tahun mengejutkan banyak pihak. Jeritan penumpang yang tercekik harga tiket mendorong pemerintah turun tangan melakukan negosiasi dengan sejumlah maskapai penerbangan untuk mempertimbangkan lagi kenaikan harga tiket domestik.

Lonjakan harga tiket juga mendapat sorotan tajam dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Melalui Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, lembaga konsumen itu menyarankan maskapai penerbangan seharusnya menaikkan harga secara bertahap sehingga tidak menimbulkan protes atau ketidaknyamanan dari penumpang.

"Kalaupun naik harus secara bertahap, enggak mungkin enggak ada kenaikan, pasti ada tapi bertahap," kata Tulus Abadi saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/1).

Ia juga mengimbau maskapai untuk mempertimbangkan dari sisi psikologis, bukan hanya pertimbangan ekonomis.

Sejumlah maskapai penerbangan di Soetta, Banten
Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai antre untuk terbang di bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, (Antara Foto/Lucky R)

"Maskapai gagal memahami psikologis konsumen. Bukan semata-mata tidak melanggar besaran tarif tapi memang ada hal yang perlu diperhatikan," kata Tulus Abadi.

Tulus menuturkan konsumen kaget karena terbiasa dengan diskon dan harga murah.

"Sama ketika pemerintah mencabut subsidi BBM, konsumen juga shock 'kan engga enak," katanya.

Selain itu, Tulus juga menyarankan kenaikan ini hendaknya jangan bersamaan, hampir seluruh maskapai menaikkan tarif.

"Saya berpikir, jangan-jangan oligopoli ini akam menjadi boomerang maskapai sendiri ditambah untuk di Jawa sudah ada tol, masyarakat banyak yang berpindah," katanya.

Tulus Abadi sebagaimana dilansir Antara menilai dalam hal ini, pemerintah perlu mengambil langkah intervensi terhadap maskapai.

"Pemerintah melihat kebijakan ini komprehensif agar semua bisa terselamatkan. Kita tidak ingin maskapai 'collapsed" dan akhirnya langit-langit di Indonesia diisi maskapai asing," katanya.

Ia menambahkan kenaikan tarif ini seharusnya diimbangi dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan (OTP) yang tinggi.

"OTP sebagai salah satu performa bisnis adalah OTP semakin tinggi OTP semakin bagus," pungkas Tulus Abadi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Prabowo Kecam Intelijen Digunakan untuk Mata-matai Mantan Presiden dan Ulama



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH