Harga Garam Mahal, Pedagang Pasar Tradisional Galau Pasar Petisah Medan (Foto: MP/Amsal Chaniago)

MerahPutih.Com - Kelangkaan garam dapur di pasar membuat para pedagang tradisional galau dan kelimpungan. Pasalnya sudah pasti berimbas dengan harga garam akan mahal.

Hal ini dikatakan beberapa pedagang, yang salah satunya bernama Alim (55) di Pasar Tradisional Petisah, Medan, Sumatera Utara.

"Jujur saja kami sebagai pedagang pusing memikirkan garam dapur yang sudah mulai langka, pastinya harga akan mahal di pasaran, dimana sebelumnya harga garam dapur Rp 7000 per bungkus, sekarang naik jadi Rp 14 Ribu, “akuinya.

?Masih kata Alim, bahwa stok garam yang terbatas sudah pasti berdampak pada harga garam hingga dua kali lipat.?

"Selama dua bulan ini garam dapar naik Rp 2000 dan sekarang naik lagi menjadi Rp 5000 per bungkus itu ditingkat pengecer,” ujar Alim kepada wartawan, Sabtu (12/8) siang.

?Kenaikan harga garam juga terjadi pada garam non zodium yang biasanya satu sak dengan berat 50 kg dibanderol dengan harga Rp 180 ribu kini naik menjadi Rp 270 ribu.

? ?”Sudah sebulan produsen garam tidak mengirim stok garam dan hanya menjual sisa barang yang lama untuk dapat membeli harga garam yang baru dari pabrik kita berharap hal seperti ini tidak lama terjadi,” pungkasnya.?

Artikel ini ditulis berdasarkan laporan Amsal Chaniago, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita hangat dan menarik dari Medan serta wilayah sekitarnya dalam artikel: Kapendam I/BB: Jika Serda Wira Sinaga Alami Skizofrenia, Bisa Diberhentikan



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE