Harga Cabai Mahal, Pemilik Rumah Makan Beralih ke Cabai Busuk Panen cabe jamu (Piper retrofractum vahl) di Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (15/2). (ANTARA/Budi Candra Setya)

Di saat harga cabai melambung permintaan cabe busuk atau cabai oplosan justru meningkat. Penyebabnya, banyak konsumen atau pemilik usaha makanan beralih membeli cabe busuk atau cabai oplosan di pasaran.

Lilik (47) salah satu pedagang cabe oplosan di Pasar Tradisional Setono Betek, Kota Kediri mengatakan ketika harga cabe naik Rp140 ribu per kilogram, permintaan konsumen, terhadap cabe busuk atau biasa disebut cabe patek meningkat cukup signifikan.

Pada saat kondisi seperti sekarang, Lilik mengaku, dalam satu hari ia bisa menjual lima sampai 10 kg cabe oplosan ke konsumen.

Perempuan paruh baya ini membandingkan jika harga cabe rawit sebelum naik, dirinya saat itu hanya bisa menjual cabe patek sebanyak 2 kg.

"Kalau sebelumnya, paling hanya laku dua kilo mas," terang Lilik.

Diakui Lilik memang secara kualitas, jika dibuat untuk memasak, cabe rawit normal kualitas rasanya lebih enak. Tetapi karena harganya kelewat tinggi, konsumen jadi berpikir dua kali untuk membelinya.

Konsumen akhirnya menjatuhkan pilihannya membeli cabe oplosan. Harga cabe busuk, dijual di pasaran seharga Rp60 ribu per Kilogramnya.

Yang dimaksud cabe busuk atau cabe oplosan, ialah cabe yang sudah matang berwarna kehitaman yang rontok dari pohon dan jatuh ke tanah.

Ketika harga cabe melambung seperti sekarang, petani cabe kemudian menjualnya ke pengepul atau pedagang secara langsung. Cabe yang masih layak dikonsumsi ini kemudian dioplos menggunakan cabe rawit dengan kualitas bagus.

Berita ini berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com saat meliput ke Kediri, Jawa Timur. Untuk berita mengenai cabai baca juga dalam artikel: Harga Cabai Rawit Tembus Rp160 Ribu Per Kilogram


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH