Harga Beras Naik, Ibu Rumah Tangga "Menjerit" Ibu rumah tangga Ningsih (tengah) membeli beras di Pasar Beringharjo, Jumat (12/1). (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Ibu rumah tangga "menjerit" dengan kenaikan harga beras. Kenaikan harga beras ini semakin memberatkan kondisi keuangan masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Endangwati, ibu rumah tangga mengatakan kenaikan harga ini bikin membuatnya sedih. "Harga beras naik itu bikin nyesek. Karena penghasilan kita gak ikut naik," kata Endang saat tengah membeli beras di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Jumat (12/12).

Ia berharap agar pemerintah bisa menurunkan harga beras secepatnya. Pasalnya harga beras terus meroket sejak akhir bulan Desember 2018.

Rasa berat juga dirasakan oleh ibu rumah tangga lainnya Denny Purwaningasih. Sehari-hari ia membantu suami dengan berjualan nasi rames bungkus keliling di Pasar Beringharjo.

Walau harga beras naik, ia tidak bisa menaikkan harga nasi bungkusnya. Takut-takut dagangannya tak laris.

Ia memilih pasrah penghasilannya berkurang ketimbang menaikkan harga. "Ya saya cuma bisa sedih. Harga beras naik, tapi penghasilan saya gak bisa ikut naik juga," ucap Ningsih lirih.

Kenaikan ini sangat terasa berat untuk pedagang kecil-kecil seperti dirinya. Kenaikan harga beras di pasar tradisional rata-rata mencapai Rp 1.000 - 2.000 per kilogram. Semua jenis beras naik. Sebelum meroket, harga beras C4 semua jenis dibandrol Rp 8.500- Rp 12.000. Namun kini dipatok Rp 9.500- Rp 13.000. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Wapres Ungkap Alasan Kenapa Harus Impor Beras


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH