Harga Beras di Kota Cirebon di Atas HET, Ini Alasan Pedagang Ilustrasi. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.Com – Meski mengaku telah mengetahui pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras, namun para pedagang beras di pasar tradisional di Kota Cirebon, tetap menjual beras medium di atas HET.

Para pedagang beras beralasan menjual beras di atas HET karena selama ini harga di pasar disesuaikan dengan tingginya harga gabah di tingkat petani.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Suwandi, menuturkan saat ini harga gabah di tingkat petani mulai merangkak naik.

"Harga gabah di petani sekarang mulai naik, ini karena sudah tidak ada panen lagi," kata Suwardi, Selasa (26/9).

Lanjut Suwardi, para petani tidak tergiur dengan tingginya harga gabah saat ini. Para petani lebih memilih menyimpan gabahnya untuk modal musim tanam berikutnya.

Meski harga jual gabah saat ini naik yang berdampak pada tingginya harga jual beras, namun Suwardi menyebutkan penjualan beras di kios miliknya tetap normal.

Dari pantauan merahputih.com di Pasar Pagi, harga beras jenis medium dijual seharga Rp 9.500 per kilogram dan beras premium dijual seharga Rp11ribu/kilogram.

Seperti diketahui, Kementrian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan harga eceran

tertinggi (HET) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 57 tahun 2017.

Aturan tersebut menyebutkan jika HET beras medium dan premium dibedakan berdasarkan wilayah. Untuk Pulau Jawa, Lampung dan

Sumatera Selatan, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram dan beras premium sebesar Rp 12.800 per kilogram. (*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Ikuti berita-berita menarik lainnya dari Cirebon dalam artikel: Areal Panen Berkurang Penyebab Harga Gabah Tinggi


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH