Harapan Petani untuk Pemerintah di Tahun 2018 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

MerahPutih.com - Tahun 2017 akan berakhir dalam rentangan waktu sebentar lagi. Tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang tak sabar menanti kedatangan 2018 dengan sukacita, termasuk para petani di Kecamatan Aere, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Meski demikian, di antara sukacita menyambut tahun baru tidak sedikit pula dari petani di wilayah tersebut yang masih menggantungkan harapan besar terhadap pemerintah.

Salah seorang petani lada di Desa Rubia mengungkapkan, harga lada pada tahun 2017 begitu anjlok sehingga membuat para petani rugi.

"Harga mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 56 ribu per kilo. Tahun kemarin, harga jual lada sempat melambung tinggi hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram," kata Andi Adri seperti dikutip dari Antara, di Kecamatan Aere, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu (27/12).

Ia mengatakan, dengan menurun harga jual lada itu tentu berdampak pada kehidupan keluarga petani, karena mereka mengandalkan pada hasil penjualan lada.

"Pendapatan kami bergantung pada hasil lada, sekarang harga jual lada jatuh sekali," tandasnya.

Begitu juga dengan petani lada lainnya asal Desa Aere Sukirman, yang mengeluh akibat turun harga jual lada sepanjang tahun 2017.

"Kami di sini petani lada berharap panen berikutnya di tahun 2018, harga merica yang kami jual bisa naik, paling tidak Rp 100 ribu per kilogram," katanya.

Ia juga berharap pemerintah daerah menyikapi kondisi harga lada yang anjlok ini, karena lada satu-satunya komoditas unggulan menjadi harapan para petani setempat.

Sebelumnya, warga Desa Rubia dan Desa Aere mengandalkan pada komoditas kakao, tetapi karena tanaman tersebut tidak berproduksi lagi, akibat faktor usia dan banyak hama, kini masyarakat di desa tersebut beralih ke tanaman lada dan nilam. (*)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH