Harapan Isteri Gus Dur untuk Pilpres 2019 Istri Gus Dur, Shinta Nuriyah memberikan keterangan pers bersama calon presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan kamis (13/9) (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah mengharapkan Pemilihan Presiden 2019 menjadi ajang pemersatu bangsa.

Sinta menyebut pemilihan umum merupakan momen penting untuk mengingatkan bangsa Indonesia tetap menjaga persaudaraan dan kerukunan bangsa.

"Pemilihan presiden itu jangan dijadikan ajang perpecahan, tapi justru dijadikan pemersatu bangsa," ujar Sinta dalam acara Forum Temu Titik di Jakarta, Rabu (10/4).

Yenny Wahid, putri almarhum Presiden RI ke-4 Gus Dur. (MP/Ponco Sulaksono)
Yenny Wahid, putri almarhum Presiden RI ke-4 Gus Dur. (MP/Ponco Sulaksono)

Sinta menyebut, momen Pemilihan Presiden 2019 rentan dengan pertikaian dan perpecahan pada dua kubu pendukung calon presiden yang menyebabkan bangsa dan negara terpecah-belah.

Selain itu, dalam Forum Titik Temu yang dicetuskan Nurcholis Madjid Society, Maarif Institute serta Wahid Foundation, Sinta menilai "Dokumen Persaudaraan Manusia" oleh para pemimpin agama se-dunia sangat penting dan memiliki kedekatan dengan bangsa Indonesia.

"(Dokumen) itu saja sudah melambangkan, dari fotonya, isi dokumen itu sendiri, termaktub di situ masalah kerukunan dan persaudaraan. Jadi, memang sangat penting," ujar Sinta seperti dilansir Antara.

Forum Titik Temu mengajak masyarakat berbagai kalangan dan agama untuk memperkuat persaudaraan dan mengecam segala bentuk teror dan kekerasan.

"Forum ini lahir akibat keprihatinan kami bersama baik sebagai bangsa Indonesia maupun sebagai warga dunia. Keprihatinan atas situasi intoleransi, eksklusvisme dalam beragama, terorisme, ujaran kebencian merebaknya hoaks dan fitnah serta politik aliran yang makin menguat," ujar Ketua Nurcholis Madjid Society, Muhammad Wahyuni Nafis.

Forum yang dihadiri ratusan peserta itu juga menekankan pentingnya usaha-usaha memperkuat lembaga-lembaga pendidikan dan mendorong mereka untuk mengajarkan nilai kemanusiaan, toleransi, budaya saling menghormati dan kebebasan tanpa perbedaan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Tri Sutrisno, HS Dilon, Komaruddin Hidayat, Yudi Latief, dan sejumlah tokoh perwakilan agama di Indonesia.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti oleh dua pasang calon, yakni pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, serta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (*)

Baca Juga: Mengenang Gus Dur dan Mengingat Humor "DPR Tak Beda Taman Kanak-Kanak"



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH