Harapan Fraksi Partai Demokrat Terkait Pembahasan RUU HKPD Sekretaris F-Demokrat di DPR RI Marwan Cik Asan (www.demokrat.or.id)

MerahPutih.com - Rancangan Udang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (RUU HKPD) dianggap memiliki arti penting bagi tercapainya reformasi fiskal untuk mendukung reformasi struktural.

Karena, tujuan akhirnya adalah meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat. RUU ini diharapkan dapat memformulasikan kebijakan yang tepat demi akselerasi pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Demikian sikap Fraksi Partai Demokrat (FPD) terkait pembahasan RUU HKPD antara pemerintah dan DPR yang akan memasuki tahap akhir. Sikap ini disampaikan Sekretaris FPD, Marwan Cik Asan kepada wartawan, Senin (22/11).

Baca Juga

Pengamat: Sudah Saatnya Peran DPD Diperkuat

"Kami sudah menghimpun masukan dan aspirasi dari seluruh stakeholder. Kami berhadap RUU ini juga dapat meningkatkan efesiensi alokasi sumber daya nasional melalui skema hubungan keuangan pusat dan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan," kata Marwan.

Tujuannya, kata Marwan, agar pemerataan layanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok wilayah Indonesia. Agar tujuan ini tercapai, FPD akan mendorong pemerintah agar terus melakukan penyederhanaan, memangkas biaya transaksi, administrasi, dan layanan dalam pelaksanaan retribusi daerah.

‘’Kami juga concern pada pengawasan terhadap perluasan instrumen pembiayaan utang oleh pemerintah daerah yang mencakup surat berharga syariah atau sukuk. Sementara dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, prinsip kehati-hatian dalam menerapkan skema opsen pajak di daerah perlu dikuatkan,’’ papar Marwan.

Pada prinsipnya, sambung legislator asal Lampung itu, FPD memahami bahwa kebijakan skema opsen pajak daerah untuk meningkatkan pemasukan pajak juga akan berksekuensi pada bertambahnya beban pajak bagi masyarakat.

Baca Juga

Punya Legitimasi Kuat, DPD Berhak Ajukan Capres-Cawapres Non Partai Politik

Karena itu, menurut Marwan, perlu dikaji dan dipahami terlebih dahulu dengan seksama dan komprehensif sejauh mana kegiatan ekonomi masyarakat dapat tetap berjalan jika beban pajaknya naik.

‘’Jangan sampai aktivitas ekonomi yang baru saja menggeliat setelah terdampak pandemi COVID-19, malah terhambat karena beban pajak berlebihan. Poin ini penting,’’ tegas Marwan.

Selain itu, FPD juga mendorong pemerintah meningkatkan capacity building, pelaksanaan monitoring and evaluasi terhadap pemerintah daerah, guna mencapai hasil pembangunan yang maksimal.

‘’Kita ingin SDM pemerintah daerah terus membaik, ditingkatkan. Selain itu, pengawasan terhadap pembentukan dana abadi daerah agar benar-benar memberikan sumbangan kepada penerimaan daerah dan kemanfaatan umum lintas generasi, baik itu manfaat ekonomi dan sosial,’’ ujarnya.

Baca Juga:

Jokowi Dorong Lebih Banyak Wirausahawan dari Kalangan Santri

Lebih jauh anggota Komisi XI DPR ini mengingatkan pemerintah agar memaksimalkan sinergi dan harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah.

‘’Tanpa sinergi, kita tidak bisa tujuan nasional. Laksanakan Kerjasama dengan hati-hati dan bijaksana, jaga terus semangat desentralisasi dan otonomi daerah yang menjadi amanat dari reformasi,’’ tutup Marwan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub Jabar Ajak Ulama Sosialisasikan PPKM Darurat
Indonesia
Wagub Jabar Ajak Ulama Sosialisasikan PPKM Darurat

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat turut mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Perjuangan Bhabinkamtibmas, Rela Jemput Lansia di Rumah Demi Percepat Vaksinasi
Indonesia
Perjuangan Bhabinkamtibmas, Rela Jemput Lansia di Rumah Demi Percepat Vaksinasi

Berita Terkini, Indonesia Banget, Berita Terbaru, Berita Hari ini, Berita Terkini hari ini, Berita Online, Kabar Terkini, Info Terkini, Berita Hangat, Berita Hari ini Terbaru, Berita Nasional, Berita Internasional

Survei Spektrum Politika: Elektabilitas PDIP Paling Tinggi, Demokrat Tak Ada di Lima Besar
Indonesia
Survei Spektrum Politika: Elektabilitas PDIP Paling Tinggi, Demokrat Tak Ada di Lima Besar

Survei tersebut mengambil tema "Dinamika Perubahan Persepsi dan Perilaku Memilih Masyarakat Pasca Pemilu 2019" di Indonesia pada 5-17 Juli 2021

Alasan Anies Bikin Channel Youtube
Indonesia
Alasan Anies Bikin Channel Youtube

Ketika ditanya soal channel Youtube-nya #DariPendopo, Anies bilang jika channel tersebut berisi cerita tentang program dan kebijakan-kebijakan di Jakarta selama memimpin.

Elektabilitas Ridwan Kamil Stabil di Sejumlah Survei, Ini Faktornya
Indonesia
Elektabilitas Ridwan Kamil Stabil di Sejumlah Survei, Ini Faktornya

Sejumlah survei yang dirilis dalam satu bulan terakhir (salah satunya survei dari Indikator) menunjukan bahwa posisi Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil paling stabil.

Jangan Lupa Jaga Prokes! Kasus Harian COVID-19 Indonesia Tembus 54.517 Orang
Indonesia
Jangan Lupa Jaga Prokes! Kasus Harian COVID-19 Indonesia Tembus 54.517 Orang

Penambahan kasus harian COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19, Rabu (14/7) bertambah 54.517 orang.

Mahfud MD Janji Pasal Karet UU ITE Bakal Direvisi
Indonesia
Mahfud MD Janji Pasal Karet UU ITE Bakal Direvisi

Pemerintah akan membahas insiaitif revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Anies Revitalisasi Gereja Immanuel Jakarta Jadi Lokasi Wisata Religi
Indonesia
Anies Revitalisasi Gereja Immanuel Jakarta Jadi Lokasi Wisata Religi

Selama revitalisasi berlangsung, jemaat akan beribadah menggunakan ruangan lain

Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah Disebut Titip Kuota Ekspor Benur ke Edhy Prabowo
Indonesia
Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah Disebut Titip Kuota Ekspor Benur ke Edhy Prabowo

Hakim Albertus lalu menanyakan apa nama perusahaan Azis tersebut

Gibran Terapkan Aturan Mudik Lebaran Hadapi Pemudik Nataru
Indonesia
Gibran Terapkan Aturan Mudik Lebaran Hadapi Pemudik Nataru

"Semua aturan itu akan saya pertegas lagi di SE Wali Kota Solo PPKM Level 3. Tenang saja, semua akan lebih jelas," kata Gibran.