Haram Hukumnya Makan Makanan dengan Kata-Kata 'Neraka', 'Setan' dan 'Iblis' Ilustrasi makanan (Foto: Unsplash/Jakub Kapusnak)

Merahputih.com - Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyatakan haram hukumnya menggunakan kata-kata 'neraka', 'setan', 'iblis' untuk nama produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan pakaian karena hal dilarang di dalam Islam yaitu 'Manhiy Anhu'.

"Kalau menyangkut hal-hal yang prinsip di dalam Islam terkait soal akidah seperti kata neraka, setan, iblis maka hukumnya haram," ujar Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, Minggu (29/9).

Baca Juga:

MUI Apresiasi Langkah Jokowi soal Penundaan RKUHP

Sementara ia juga mengomentari terkait dengan akhlak dan etika seperti 'ayam dada montok', 'mie caruik', maka hukumnya adalah makruh. Keputusan bidang fatwa itu diambil melalui Rapat Koordinasi Daerah MUI Sumbar dan MUI Kabupaten/Kota pada 20 Juli 2019.

MUI juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait hal itu yaitu kepada pemerintah agar melahirkan regulasi dalam rangka implementasi fatwa ini.

Ilustrasi Sambal (Youtube Doddy Himself)

Kemudian pemerintah agar menindaklanjuti fatwa ini dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

"MUI mengimbau semua lapisan masyarakat agar tidak mengkonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang dilarang dalam fatwa ini," jelas dia dikutip Antara.

Baca Juga:

MUI Minta Pemerintah Tegas dan Serius Tangani Masalah Papua

Sedangkan kepada LPPOM MUI untuk tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang menggunakan nama-nama yang tidak sesuai dengan syariat. Penggunaan kata-kata 'nyeleneh' untuk nama produk kuliner menjadi tren tersendiri di Sumbar dalam setahun terakhir.

Produk yang menggunakan kata 'neraka', 'setan', dan 'iblis' biasanya untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrim. Namun penggunaan nama itu menuai sorotan. Salah satunya dari Pemkot Padang. (*)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi
Indonesia
KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi

KPK memastikan bakal mendalami munculnya nama-nama besar dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Usai Ditangkap, Oknum Sopir Grab Car Bantah Culik Penumpangnya
Indonesia
Usai Ditangkap, Oknum Sopir Grab Car Bantah Culik Penumpangnya

polisi masih mempelajari dulu unsur pidana apa yang dipersangkakan

Polisi Periksa Saksi Ahli Cari Tersangka Dugaan Pelanggaran Prokes Hajatan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Periksa Saksi Ahli Cari Tersangka Dugaan Pelanggaran Prokes Hajatan Rizieq Shihab

"Kami akan panggil beberapa saksi ahli lagi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Presiden Jokowi Minta Evaluasi Total PSBB dan Penyaluran Bansos COVID-19
Indonesia
Presiden Jokowi Minta Evaluasi Total PSBB dan Penyaluran Bansos COVID-19

Hal ini perlu observasi mana yang penerapan terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendor.

Warga yang Nekat Sahur on The Road Bantuan Sosial Terancam Dicabut
Indonesia
Warga yang Nekat Sahur on The Road Bantuan Sosial Terancam Dicabut

Ia pun tak memungkiri adanya kegiatan SOTR yang kerap berujung tindakan anarkis dan tawuran.

Dipanggil KPK, Politikus PPP Tambah Bukti Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso
Indonesia
Dipanggil KPK, Politikus PPP Tambah Bukti Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso

Nizar mengaku memberikan bukti tambahan soal laporannya ke KPK terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Suharso

Anies Janji Distribusikan Masker Gratis ke Warga DKI
Indonesia
Anies Janji Distribusikan Masker Gratis ke Warga DKI

Distribusi pemberian masker secara gratis ini melalui pejabat tingkat kelurahan, yang nantinya distribusikan ke RT dan RW kemudian dibagikan ke warga.

 Komisi B DPRD Tegaskan Jakarta Siap Tinggalkan Status Ibu Kota di Tahun 2024
Indonesia
Komisi B DPRD Tegaskan Jakarta Siap Tinggalkan Status Ibu Kota di Tahun 2024

Kesiapan itu tampak dari pemaparan yang disampaikan Dewan Riset Daerah (DRD) yang menyampaikan Jakarta akan menjadi kota bisnis pariwisata dan riset internasional.

DPRD DKI Minta Karantina Lokal di Sekolah Bethel Petamburan
Indonesia
DPRD DKI Minta Karantina Lokal di Sekolah Bethel Petamburan

DPRD banyak mendapatkan laporan dari warga kalau mereka resah bila gedung itu tetap ada penghuninya.

Bripda Viral Kokang Senpi Bilang 'Pacar Kamu Bisa Gini' Masih Diperiksa Propam
Indonesia
Bripda Viral Kokang Senpi Bilang 'Pacar Kamu Bisa Gini' Masih Diperiksa Propam

"Diperiksa oleh Propam Polda Metro Jaya untuk klarifikasi," katanya