Hanya Andalkan Vaksin Tak Jaminan Lolos dari Infeksi COVID-19 Sejumlah pengunjung menikmati suasana senja di sekitar GBIP Immanuel di tengah pandemi COVID-19 di Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (27/7). (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 meminta masyarakat Indonesia untuk tidak terlena. Terutama dengan isu vaksin sebagai solusi mutlak untuk kasus COVID-19 di tanah air.

Program vaksinasi hanya satu dari berbagai upaya penanganan pandemi yang harus dilakukan bersamaan dengan program lain.

COVID-19 secara global meningkat kembali, padahal pekan lalu sempat diumumkan grafik pandemi menurun.

Baca Juga:

Pembelajaran Tatap Muka di Solo Dimulai Juli, Gibran Percepat Vaksinasi Guru

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, kenaikan kasus di empat benua yakni Amerika, Asia Tenggara, Eropa, dan Mediterania Timur.

Hal ini tentunya mengecewakan, mengingat minggu lalu WHO mengatakan infeksi baru telah turun di seluruh dunia selama enam minggu berturut-turut.

"Atau pertama kalinya penurunan berkelanjutan seperti ini sejak pandemi dimulai," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual pada Selasa (2/3).

Tangkapan layar saat Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keterangan kepada wartawan dalam agenda bertajuk "Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Tanya Jawab Media yang ditayangkan secara daring dari Media Center Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (2/3/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar saat Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan keterangan kepada wartawan dalam agenda bertajuk "Perkembangan Penanganan Covid-19 dan Tanya Jawab Media yang ditayangkan secara daring dari Media Center Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Selasa (2/3/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Ia menyebut, kenaikan kasus diduga terjadi karena kedisiplinan protokol kesehatan yang mengendur akibat muncul vaksin.

Ia meminta masyarakat Indonesia untuk tidak terlena dengan menurunkan protokol kesehatan setelah vaksin hadir. Sebab, kelalaian protokol kesehatan memicu kenaikan kasus dan mengancam jiwa masyarakat.

"Apalagi saat ini muncul varian B117 di Indonesia," urai dia.

Diakui laju penyuntikan vaksin tidak sebanding dengan laju penularan virus. Jadi kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan sangat berpotensi meningkatkan penularan di tengah mmasyarakat.

Apabila hal ini terus dibiarkan, kenaikan kasus akan semakin masif dan berpotensi untuk memakan banyak korban jiwa.

Baca Juga:

Vaksinasi 1.695 Anggota TNI Soloraya, Mabes TNI Kerahkan 112 Nakes

Untuk itu, Wiku mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak dari penanganan pandemi.

"Vaksin akan membantu menyelamatkan nyawa, tapi jika kita hanya mengandalkan vaksin saja, maka kita membuat kesalahan," ungkap dia.

Perubahan perilaku sehat seperti melaksanakan 5M harus menjadi menjadi pondasi utama dari usaha memutus penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Disiplin protokol kesehatan sebagai bagian dari perubahan perilaku di masa pandemi harus tetap digalakkan mengingat ditemukannya kasus mutasi baru COVID-19 B117 dari Inggris. (Knu)

Baca Juga:

Puskesmas Jadi Ujung Tombak Vaksinasi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KBRI Didemo Massa Myanmar, Begini Nasib Warga Indonesia di Yangon
Indonesia
KBRI Didemo Massa Myanmar, Begini Nasib Warga Indonesia di Yangon

KBRI Yangon didemo terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa Indonesia mendukung pemilihan umum (pemilu) baru di Myanmar.

5 Pengungsi Korban Gempa Sulbar di Jateng Dinyatakan Reaktif COVID-19
Indonesia
5 Pengungsi Korban Gempa Sulbar di Jateng Dinyatakan Reaktif COVID-19

Hal itu diketahui usai jalani rapid test antigen di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Kamis (21/1)

Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024
Indonesia
Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024

"Tetapi ini baru posisi sementara. Tentu perlu dilihat peta perubahan dukungan dalam dinamika politik ke depan yang masih sangat dinamis," ucapnya.

Calon Kapolri Baru Ditantang Benahi Stigma Pelanggaran HAM di Kepolisian
Indonesia
Calon Kapolri Baru Ditantang Benahi Stigma Pelanggaran HAM di Kepolisian

BEM SI merujuk pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri

Perusahaan Diwajibkan Bayar THR Buruh yang Dirumahkan
Indonesia
Perusahaan Diwajibkan Bayar THR Buruh yang Dirumahkan

Besaran dan waktu pemberian THR dapat mengacu kesepakatan antara pengusaha dengan pihak pekerja.

PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan
Indonesia
PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan

Ia menjelaskan, penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI.

Novel Barmukmin Polisikan Relawan Pemberi "Nasi Anjing" untuk Korban Corona
Indonesia
Novel Barmukmin Polisikan Relawan Pemberi "Nasi Anjing" untuk Korban Corona

Novel Bamukmin menyebut pembagian nasi bungkus dengan nama "Nasi Anjing" serta logo kepala anjing bisa berdampak besar kepada masyarakat muslim.

Negara Produsen Batasi Penjualan, Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Harus Diperluas
Indonesia
Negara Produsen Batasi Penjualan, Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Harus Diperluas

Sebelumnya, sebanyak 1,1juta vaksin AstraZeneca produksi SK Bioscience Co, Ltd, Republic of Korea telah tiba di Indonesia,

Jaksa Agung Tegaskan RUU Kejaksaan Usulan Baleg DPR
Indonesia
Jaksa Agung Tegaskan RUU Kejaksaan Usulan Baleg DPR

Setidaknya ada enam urgensi sehingga diperlukan perubahan UU Kejaksaan

Polda Jabar Panggil Lima Saksi Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung
Indonesia
Polda Jabar Panggil Lima Saksi Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

Mereka dimintai keterangan, karena mereka memberi imbauan dan teguran kepada massa Rizieq yang berkerumun di Megamendung.