Hanya Andalkan Puskesmas, Vaksinasi Bakal Makan Waktu Lama Vaksinasi di Jawa Barat. (Foto: Pemprov Jabar)

MerahPutih.com - Penyuntikan vaksin COVID-19 akan memakan waktu lama jika mengandalkan lokasi penyuntikan di Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Untuk itu dibutuhkan gedung-gedung serbaguna untuk mempercepat vaksinasi COVID-19, seperti gedung di perguruan tinggi.

"Maka kalau mau berhasil vaksinasi perbanyak gedung-gedung besar yang kita sebut sentra vaksinasi (tempat pelayanan vaksinasi)," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyaksikan secara virtual vaksinasi terhadap 1.600 dosen dan tenaga pendidik Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kampus IPB, Kota Bogor, Senin (8/3).

Baca Juga:

Percepat Vaksinasi COVID-19, Pemprov DKI Kolaborasi dengan Kementerian BUMN

Ridwan Kamil mengapresiasi Rektor IPB Arif Satria yang menggunakan gedung-gedung besar sebagai tempat penyuntikan vaksin. Ia pun berharap IPB dapat meminjamkan gedung-gedung besar untuk vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat umum.

"Kalau bisa, IPB terus meminjamkan gedungnya untuk penyuntikan masyarakat umum, saya titip dua daerah Kota dan Kabupaten Bogor," tuturnya.

Gubernur menyambut baik vaksinasi COVID-19 tersebut. Ia pun berharap kegiatan tersebut menjadi pembuka vaksinasi bagi dosen dan tenaga pendidik.

"Saya menyambut baik vaksinasi ini, semoga menjadi pembuka rutinitas vaksinasi," katanya.

Ridwan Kamil melaporkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro berhasil menekan laju penularan COVID-19 dan menurunkan tingkat keterisian rumah sakit.

Ia berharap, dengan PPKM Mikro dan vaksinasi COVID-19, pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal, serta kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Seiring dengan PPKM Mikro yang menurut kami berhasil menekan kasus, kita berharap vaksinasi juga secepatnya selesai sehingga pemulihan ekonomi termasuk tatap muka pendidikan bisa cepat terlaksana," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Pemprov Jabar)

Rektor IPB Arif Satria mengatakan bahwa 1.600 dosen dan tenaga pendidik yang menjalani vaksinasi COVID-19 merupakan warga yang berdomisili di Kota Bogor. Vaksinasi berlangsung dari pukul 08:00 WIB.

"Jumlah yang divaksin hari ini 1.600 orang merupakan dosen dan tenaga pendidik yang berdomisili di Kota Bogor," kata Arif.

Saat ini, total dosen di IPB mencapai 1.200 orang. Sementara tenaga pendidik mencapai 2.500 orang. Arif berharap semua dosen dan tenaga pendidik IPB dapat segera menjalani vaksinasi COVID-19.

"Kami harapkan jumlah ini bisa dimaksimalkan sehingga kita bisa mendukung untuk kebutuhan kuliah tatap muka mulai September. Kami juga berharap agar mahasiswa bisa segera divaksin karena akan membuat kuliah tatap muka berjalan baik," tuturnya. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

85 Persen Warga Yogyakarta Ikuti Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Perluas Cakupan beasiswa
Indonesia
Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Perluas Cakupan beasiswa

MPR berharap pemerintah memperluas cakupan program beasiswa untuk tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Kata Jokowi Usai Divaksin Corona
Indonesia
Kata Jokowi Usai Divaksin Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah selesai melakukan vaksinasi COVID-19 Sinovac di Istana Negara, Rabu (13/1).

Sah! BPOM Keluarkan Persetujuan Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac
Indonesia
Sah! BPOM Keluarkan Persetujuan Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac

Dari hasil evaluasi BPOM di Bandung menunjukkan efikasi atau tingkat keampuhan vaksin corona Sinovac sebesar 65,3 persen.

Puluhan Perusahaan Media tidak Bayarkan THR kepada Karyawannya
Indonesia
Puluhan Perusahaan Media tidak Bayarkan THR kepada Karyawannya

Situasi krisis akibat pandemi COVID-19 menjadi alasan beberapa perusahaan melakukan pengurangan biaya operasional

13 Gereja di Solo Laksanakan Ibadah Misa Secara Tatap Muka
Indonesia
13 Gereja di Solo Laksanakan Ibadah Misa Secara Tatap Muka

Sebanyak 13 gereja di Solo akan melaksanakan ibadah misa Natal secara tatap muka, Kamis dan Jumat.

Besok, Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus 3 Polisi Tembak Laskar FPI
Indonesia
Besok, Bareskrim Polri Gelar Perkara Kasus 3 Polisi Tembak Laskar FPI

Penyidik Bareskrim Polri akan melalukan gelar perkara dalam kasus pembunuhan di luar hukum (Unlawful Killing) yang dilakukan oknum polisi terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI).

Dalam 24 Jam, Brazil Catat Rekor 42.725 Kasus Baru COVID-19
Indonesia
Dalam 24 Jam, Brazil Catat Rekor 42.725 Kasus Baru COVID-19

Sejauh ini Brazil telah melaporkan hampir 1,2 juta kasus penyakit pernapasan, yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, sejak pandemi mulai melanda.

Anies Diminta Gandeng Provider Gratiskan Paket Data untuk Siswa Sekolah
Indonesia
Anies Diminta Gandeng Provider Gratiskan Paket Data untuk Siswa Sekolah

Demokrat mengusulkan agar paket internet digratiskan bagi siswa sekolah ibu kota saat belajar daring.

Ruang Perawatan Pasien COVID-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen
Indonesia
Ruang Perawatan Pasien COVID-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen

Pemerintah dan masyarakat diminta bergandengan tangan untuk bersama-sama menangani wabah corona yang semakin meningkat ini.

ICW Sebut Sepanjang 2020 KPK Hanya Tunjukkan Kontroversi
Indonesia
ICW Sebut Sepanjang 2020 KPK Hanya Tunjukkan Kontroversi

Indonesia Corruption Watch menilai masa depan pemberantasan korupsi semakin terancam dengan berlakunya revisi UU KPK.