Hanura Nilai Wajar dengan Kekhawatiran Jokowi Tak Netral di Pemilu 2024

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 30 November 2023
Hanura Nilai Wajar dengan Kekhawatiran Jokowi Tak Netral di Pemilu 2024
Calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka yang juga putra Presiden Jokowi. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Netralitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2024 tengah dipertanyakan. Sebab, keikutsertaan sang putra Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres), menempatkan orang nomor satu di Indonesia itu dipandang pada posisi sulit.

Ketua Bidang Hukum DPP Partai Hanura Serfas Serbaya Manek menilai wajar banyak publik yang khawatir terkait netralitas Presiden Jokowi dalam Pilpres 2024. Pasalnya, ada kekuasaan yang melekat pada Presiden Jokowi.

“Kekhawatiran ada karena memang ada melekat kekuasaan, itu saja. Kalau tidak ada kekuasaan pasti tidak ada seperti yang dikhawatirkan sekarang,” kata Serfas di Jakarta, Kamis (30/11).

Baca Juga:

Gibran Ngaku Tidak Tahu Jokowi dan Prabowo bakal Hadir di Final Piala Dunia U-17

Apalagi, lanjut Serfas, proses Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto itu melalui proses putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap yang cacat legitimasi.

"Jadi secara hukum final, tetapi secara moral tidak legitimate," ungkap Serfas yang juga anggota Tim Pemenangan Nasional Ganjar -Mahfud ini.

Baca Juga:

PKS Sebut Pernyataan Heru Budi Lukai Hati Jokowi: Masa IKN Diisi ASN Malas

Bahkan, hal itu ditandai dengan pencopotan Anwar Usman sebagai Ketua MK yang sekaligus membuktikan bahwa putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 tidak mempunyai legitimasi moral.

“Gibran itu kan melalui proses hukum yang tidak legitimasi, tapi karena norma bersifat final maka itu dijalankan oleh KPU,” tutup Serfas. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Mundur Dari PDIP, Megawati Marah Besar

#Gibran Rakabuming #Presiden Jokowi
Bagikan
Bagikan