Hanif Dhakiri Ditunjuk Jadi Plt Menpora Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri. (setkab.go.id)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo menunjuk Menaker Hanif Dhakiri menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menpora. Hanif dipilih karena salah satu pertimbangannya waktu yang mepet.

"Ada beberapa pertimbangan, karena ada beberapa menteri dilantik anggota DPR pada 1 Oktober," kata Mensesneg Pratikno kepada wartawan di Istana Negara, Jumat (20/9).

Baca Juga

Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Memang Harus Mundur dari Kursi Menteri

Kepala Negara sudah menandatangani Keppres pemberhentian Imam Nahrawi dari jabatan Menpora pada hari ini. Imam sebelumnya sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Jokowi

"Tadi presiden tanda tangani Keppres pemberhentian Imam Nahrawi sebagai Menpora dan mengangkat Hanif Dhakiri jadi Plt. Jadi rangkap jabatan selain menjabat sebagai menaker," sambung Pratikno.

Menaker Hanif Dhakiri
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Imam Nahrawi yang mundur dari Menpora serta Hanif sama-sama kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Iya, salah satunya itu," katanya.

Baca Juga

KPK Cegah Imam Nahrawi Pergi ke Luar Negeri

Seperti diketahui, Imam Nahrawi menjadi tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya. Total uang yang diduga diterima Imam senilai puluhan miliar rupiah.

Dalam rentang 2014-2018, Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum, diduga menerima uang Rp 14,7 miliar. Selain penerimaan uang tersebut, Imam Nahrawi dalam rentang 2016-2018 menerima uang Rp 11,8 miliar sehingga total dugaan penerimaan uang sebesar Rp 26,5 miliar.

Baca Juga

Dana Hibah KONI Jerat Imam Nahrawi, Ini Komentar Ketua BPK

Uang yang diterima tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Maju Pilkada Tangsel, Segini Harta Kekayaan Rahayu Saraswati
Indonesia
Maju Pilkada Tangsel, Segini Harta Kekayaan Rahayu Saraswati

Rahayu Saraswati melaporkan harta kekayaannya pada 2 September 2020 ke KPK.

Terjaring OTT KPK, Bupati Banggai Laut Jagoan PDIP Punya Harta Rp5,43 Miliar
Indonesia
Terjaring OTT KPK, Bupati Banggai Laut Jagoan PDIP Punya Harta Rp5,43 Miliar

Harta Wenny terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak

Massa Mahasiswa Geruduk DPR Sambil Bakar Ban
Indonesia
Massa Mahasiswa Geruduk DPR Sambil Bakar Ban

Beberapa massa aksi sempat ingin menerobos kawat berduri yang sudah dipasang aparat kepolisian. Tak hanya itu, mereka juga membakar ban di depan kawat berduri.

Blunder Soal TKA Asal Tiongkok, Kapolri Diminta Tegur Kapolda Sultra
Indonesia
Blunder Soal TKA Asal Tiongkok, Kapolri Diminta Tegur Kapolda Sultra

Gerakan Aktivis Indonesia mengkritik langkah Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Merdisyam yang dianggap telah blunder dalam penanganan 49 tenaga kerja asing asal Tiongkok.

Wakil Ketua dan Komisioner Ombudsman Positif COVID-19
Indonesia
Wakil Ketua dan Komisioner Ombudsman Positif COVID-19

Komisioner Ombudsman RI Laode Ida membenarkan dua koleganya Lely Pelitasari dan komisioner Ninik Rahayu positif terinfeksi virus corona atau COVID-19.

Cuma 8 Persen UMKM Yang Gunakan Pemasaran Online
Indonesia
Cuma 8 Persen UMKM Yang Gunakan Pemasaran Online

UMKM yang bertahan, kata Teten, diharuskan melakukan adaptasi bisnis dan melakukan inovasi produk serta menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Sepekan PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat Surat Peringatan Pertama
Indonesia
Sepekan PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat Surat Peringatan Pertama

Sebanyak 150 pelaku usaha di Solo, Jawa Tengah, mendapatkan surat peringatan pertama (SP1) selama sepekan berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PB IDI Kritik Masyarakat yang Salahgunakan Penggunaan Masker
Indonesia
PB IDI Kritik Masyarakat yang Salahgunakan Penggunaan Masker

Disarankan untuk menambah lebih banyak laboratorium untuk tes

Akibat Corona, Dana Revitalisasi Trotoar Dipangkas Jadi Rp20 Miliar
Indonesia
Akibat Corona, Dana Revitalisasi Trotoar Dipangkas Jadi Rp20 Miliar

"Ditunda karena COVID-19, kemarin kan Rp1,2 triliun yang ini bisa transaksi paling Rp20 miliar," ungkapnya.

[Hoaks atau Fakta]: Aceh Kembali Minta Merdeka
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Aceh Kembali Minta Merdeka

massa mengikuti acara milad ke-44 hanya ingin menyampaikan aspirasinya. Massa juga berikrar jika bendera bulan bintang bukanlah bendera separtis.