Halimah Yacob Jadi Presiden Tanpa Pemungutan Suara, Warga Singapura Gundah Halimah Yacob, wanita presiden pertama Singapura. (Foto: youtube)

MerahPutih.com - Warga Singapura mengungkapkan kemarahan melalui media sosial terkait ditetapkannya Halimah Yacob sebagai presiden dengan menggunakan tagar bukan presiden saya, #NotMyPresident. Mengapa terjadi penolakan terhadap muslimah presiden pertama Singapura itu?

Sebagai orang lama yang telah malang melintang di dunia politik, nama Halimah Yacob sudah cukup populer. Dia juga menjadi petugas bidang hukum Gerakan Buruh selama 33 tahun dan menjadi Ketua DPR Singapura selama 4 tahun.

Namun meski punya catatan 'bersih', warga Singapura menolak dipimpin presiden dari suku Melayu itu karena Halimah melenggang ke kursi Presiden tanpa kontestasi atau menang WO. Pasalnya, dua kandidat lainnya kandas pada tahapan administrasi sehingga perempuan berusia 63 tahun itu menjadi calon tunggal.

Berdasarkan ketetapan dalam peraturan baru, calon presiden Singapura yang berasal dari sektor swasta harus memiliki saham dalam perusahaan sebesar USD 370 juta. Dua calon Melayu lain, pengusaha Salleh Marican dan Farid Khan gagal memenuhi kriteria ini.

Dengan demikian berarti warga Singapura tak perlu lagi melakukan pemungutan suara pada akhir pekan mendatang, sebab hanya Halimah yang dinyatakan sah untuk maju ke kursi kepresidenan.

Tak lama setelah Halimah ditetapkan oleh komite pemilihan Singapura sebagai calon satu-satunya presiden Singapura Senin (11/09), tagar #NotMyPresiden langsung populer dengan banyak warga yang mengungkapkan kekesalannya.

"Saya warga Singapura. Saya perempuan. Saya Melayu. Namun suara saya bukan untuk pengangkatannya," tulis Nadia Nasser melalui Facebook.

"Demokrasi di atas ras, bila ia terlibat pemilihan presiden dengan cara yang lebih adil, ia pasti menang dengan suara saya bersama yang lainnya dalam komunitas Muslim. Namun bukan itu yang terjadi. Jadi dia bukan presiden saya, dia hanya pemimpin yang diajukan negara," tambahnya.

Pengguna lain, Xue Ming, menulis, "Dengan kondisi politik sekarang, penunjukkannya memiliki peranan besar terutama dengan ancaman teroris Islamis dan fakta bahwa Singapura dikelilingi negara-negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia."

"Hari gelap bagi Singapura," tulis pengguna lain David Kam.

Warga Melayu terakhir yang memegang jabatan presiden adalah Yusof Ishak, yang gambarnya tercantum di uang kertas Singapura. Yusof menjadi presiden dari 1965-1970, tahun-tahun pertama kemerdekaan Singapura namun kekuatan eksekutif tetap berada di tangan Lee Kuang Yew, perdana menteri pertama negara itu.

Sebelumnya, Halimah berjanji dirinya akan memegang teguh jabatan yang dipercayakan kepadanya. Ia membantah tudingan dirinya hanya lah presiden cadangan.

“Saya presiden untuk semua orang. Meskipun ini merupakan pemilihan yang dicadangkan, saya bukan lah presiden cadangan," katanya di hadapan pendukungnya yang berkumpul di Gedung Pusat Pencalonan usai pengumuman dia sebagai Presiden Singapura.

Halimah berterima kasih kepada warga Singapura dan menyebutnya persatuan dalam pidato yang disampaikan dalam dua bahasa, Inggris dan Melayu.

"Kami butuh setiap warga Singapura bersatu, saling bahu membahu...Kita belum mencapai puncak. Hal yang terbaik akan datang," ujarnya. "Saya minta kita semua fokus pada persatuan." Halimah dijadwalkan akan disumpah pada Kamis (14/9) pukul 17.00 WIB. (*)

Sumber: Channel News Asia/BBC/The Guardian


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH