Hal yang Akan dihadapi Traveler Usai Pandemi Wisata usai pandemi (Foto: Pixabay/SplitShire)

OPTIMISME masih terus ada pada diri pelaku wisata. Banyak yang memperediksi industri ini akan tumbuh sangat cepat usai pandemi virus corona baru atau COVID-19. Meski begitu, kegiatan wisata tak akan lagi sama saat virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini menyerang.

Dilansir dari Antaranews.com, bagi para pelangcong yang tak sabar ingin melakukan perjalanan wisata harus beradaptasi dengan perubahan yang mempengaruhi tren wisata. Apa saja itu? Simak ulasannya.

Baca juga:

Salat Ied #DiRumahAja, Sudah Tahu Caranya?

1. Memilih wisata jarak dekat

Banyak pelancong memilih destinasi terdekat (Foto: Pixabay/DariuszSankowski)
Banyak pelancong memilih destinasi terdekat (Foto: Pixabay/DariuszSankowski)

Menurut Head of Marcomm Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton, tren berwisata usai pandemi ialah memilih destinasi yang tak terlalu jauh, namun tetap membuat nyaman. "Liburan simpel dan jarak dekat, seperti staycation," ucap Ricky dalam bincang-bincang daring beberapa waktu lalu.


2. Wisata non-mainstream

Memilih wisata non-mainstream (Foto: Pixabay/Pexels)
Memilih wisata non-mainstream (Foto: Pixabay/Pexels)

Selama pandemi, aktivitas lebih sering dilakukan di rumah. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan persiapan yang lebih matang untuk perjalanan mendatang. Kemungkinan nantinya akan banayk orang meilih tujuan wisata yang berbeda dari sebelumnya. "Orang bisa mencari destinasi yang lokasinya masih sepi," tutur Ricky.

Baca juga:

Memaknai Pulang lewat Film Pendek 'Rumah'

3. Pemeriksaan yang lebih ketat

Pemeriksaan menjadi ketat (Foto: Pixabay/alefukugava)
Pemeriksaan menjadi ketat (Foto: Pixabay/alefukugava)

Pandemi virus corona mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati. Hal itu pula yang akan membuat pemeriksaan keamaanan dan kesehatan lebih diperketat dari sebelumnya. Awalnya pelancong akan bingung, namun seiring berjalannya waktu mereka akan terbiasa dengan ketatnya pemeriksaan.

4. Harga naik

Harga menjadi naik (Foto: Pixabay/veerasantinithi)
Harga menjadi naik (Foto: Pixabay/veerasantinithi)


Pandemi juga membuat standar kebersihan semain meningkat. Apalagi konsumen mulai pedulu dengan keamanan dan kenyamanan liburan, yang tentu akan berdampak pada kenaikan harga. "Misalnya hotel, orang mungkin concern dengan kebersihannya, akan ada standard baru biar customer merasa aman, dampaknya ke harga," ucap Chief Marketing Officer & Co-Founder tiket.com Gaery Undarsa. (Yni)

Baca juga:

COVID-19 Meluluhlantakan Label Musik?


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH