Filosofi Tumpeng: Hindari Cita Rasa Pedas Nasi Tumpeng. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

ANDA mungkin tidak pernah menyadari ini. Nasi putih atau kuning pada tumpeng tidak pernah bercita rasa pedas. Ternyata ada kisah dibalik absennya rasa pedas pada nasi tumpeng.

"Tumpeng tidak ada unsur pedas. Pedas merica kah, pedas cabai kah. Pokoknya tidak ada unsur pedas," terang Chef Wira Hardiansyah kepada Merahputih.com, saat dijumpai usai Workshop Tumpeng di Festival Ragam Nusantara di Kota Tua, Jakarta, baru-baru ini.

Berdasarkan sejarah tumpeng yang dipelajari Chef Wira, pedas mengandung unsur kemarahan. Saat makan pedas orang cenderung akan kesal, terutama saat tengah merasa kepedasan. Untuk menghilangkan unsur marah inilah tumpeng dibuat tanpa memiliki cita rasa pedas.

"Karena pedas itu menyimbolkan unsur amarah. Makan cabai pedas kan bawaannya kesel. Jadinya marah," sambung Chef Wira.

Jadi yang menonjol pada nasi tumpeng itu adalah rasa gurih yang berasal dari pemakaian santan. Kalaupun terdapat cabai pada bagian atas tumpeng, bukanlah untuk memberi cita rasa pedas. Cabai merah digunakan sebagai simbol penerang.

"Jadi unsur pedas itu dilarang. Cabai pun ada diatas sebagai simbol api. Artinya menerangi bawahnya," imbuhnya.

Nasi tumpeng berikut lauk pauknya memang memiliki banyak makna. Seperti salah satu lauknya, ikan teri, yang menyimbolkan kebersamaan. Satu hal yang perlu diperhatikan, nasi tumpeng tidak memberikan hal buruk seperti kemarahan kepada para penyantapnya. Hanya makna positif yang melekat pada nasi ini.

"Jadi gak boleh ada cabai. Gak boleh ada simbol makan. Gayanya kayak gaya orang marah," pungkasnya.

Nah, penjelasan dari Chef Wira ini dapat Anda jadikan saat membuat nasi tumpeng untuk orang-orang terkasih yang tengah berulang tahun. (Ikh)

Simak ragam penggunakan tumpeng di berbagai acara adat pada artikel Grebeg Surowiti Sewu Tumpeng untuk Mengenang Sunan Kalijaga.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH