Hal-Hal Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jiwamu Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat tubuh. (foto: pixabay/freegraphictoday)

LEWAT film Joker, semua orang diingatkan tentang betapa pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Ungkapan 'dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat' agaknya berlaku sebaliknya. Jiwa yang tak sehat melahirkan fisik yang sakit.

Depresi dan merasa tertekan kerap menjadi alasan memicu perilaku kekerasan bahkan hingga bunuh diri. Faktanya, beban kerja atau profesi tertentu memang membuat orang lebih rentan terkena depresi.

BACA JUGA: Gangguan Mental Paling Banyak Menyerang Milenial, Apa Penyebabnya?

Beberapa profesi memang memberi tekanan kepada pelakunya. Semisal profesi artis. Pekerjaan itu termasuk yang paling sering menimbulkan depresi. Tak adanya kepastian dalam jumlah penghasilan, jam kerjanya yang tak pasti, hingga isolasi dari kehidupan sosial menjadi penyebabnya.

Sekitar 9% pekerja di bidang hiburan mengaku mengalami depresi. Bahkan, 7% pekerja pria di bidang itu mengaku mengalami depresi berat.

Meskipun demikian, kamu yang bekerja jauh dari dunia hiburan bukan tak mungkin terkena depresi. Hal itu memngingat depresi bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Jadi, menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan merawat kesehatan dan kebugaran tubuh loh.

Seperti dikutip dari Health, Direktur Klinis Bucks County Anxiety Center di Newtown, Pennsylvania Ronit Levy, PsyD, memberikan beberapa rekomendasi beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar jauh dari depresi.


1. Beri makan pikiranmu

Beri Makanan Pikiranmu untuk Menjaga Kesehatan Jiwa
Tambahkan buah ekstra ke menu harian. (foto: pixabay/hevoli)

Ilmuwan menemukan bahwa ada hubungan antara kesehatan pencernaan dan kesehatan mental. Sebesar 90% serotonin--zat kimia pembawa pesan di otak--diproduksi di saluran cerna. Mencegah perdangan usus akan meningkatkan produksi serotonin. Hal itu akan membantu meningkatkan mood, nafsu makan, dan kualitas tidur.

National Institute of Mental Health merilis bahwa orang yang mengalami depresi punya kadar serotonin yang amat rendah.

SARAN: kurangi makanan yang diproses, dan tambahkan buah ekstra ke menu makanan harianmu.


2. Tetap bergerak

olahraga untuk menjaga kesehatan mental
Olahraga sejam dalam seminggu. (foto: pixabay/stocksnap)

Saran untuk berolahraga dengan intensitas sedang paling tidak lima kali seminggu tak hanya menyehatkan jantungmu, tapi juga memberi kamu mood-booster yang ampuh.

Studi terbaru yang diterbitkan di American Journal of Psychiatry menyebut bahkan olahraga selama 1 jam seminggu dapat mengurangi risiko terkena depresi.

Levy menjelaskan olahraga meningkatkan aliran darah di otak. Hal itulah yang kemudian memicu produksi neurotransmitter. Semakin banyak neurotransmitter dalam otak, semakin bagus mood kamu.

SARAN: perbanyak jalan di sekitar rumah atau kantor. Sebisa mungkin gunakan tangga, hindari elevator ataupun lift.


3. Cukupkan tidur

cukupkan tidur untuk menjaga kesehatan jiwa
Tidur 7-9 jam dalam semalam. (foto: pixabay/engin-akyurt)

Siapa sangka tidur membuat kamu lebih produktif, baik fisik maupun mental. Ketika beristirahat saat tidur, otak mendapat waktu untuk memperbarui sel dan mengolah segala informasi. Kurang tidur membuat kamu mudah marah dan tersinggung. Bahkan, mereka yang mengalami insomnia amat mungkin menderita depresi dan kecemasan ketimbang mereka yang tidur cukup.

"Saat kurang tidur, kamu tak bisa mengatur mood. Bahkan hal mudah sehari-hari pun terasa berat dijalankan saat kamu kurang tidur," jelas Levy.

SARAN: buatlah waktu tenang 30 menit sebelum jam tidur. Matikan semua gadget. National Sleep Foundation menyarankan atur waktu untuk tidur malam selama 7-9 jam.

BACA JUGA: Waspadai Adiksi Digital Mengganggu Hidup


4. Tuliskan isi pikiran

buat buku harian
Buatlah buku harian untuk menuliskan isi pikiran. (foto: pixabay/free-photos)

Bawalah selalu buku catatan dan pensil bersamamu. Itu akan sangat berguna untuk kesehatan mental, terutama saat pikiran kamu berputar-putar tak menentu.

Menuliskan isi pikiran membantu mengurangi kecemasan. Saat banyak tugas memenuhi pikiran, tuliskan semua agar kamu bisa mengurai kekusutan yang ada dalam otak.

SARAN: buatlah to-do list setiap hari. Kamu juga bisa mulai menulis buku harian.


5. Tentukan prioritas dengan jelas

buatlah prioritas untuk kesehatan jiwa
Buatlah prioritas. (foto: pixabay/kaboompics)

Amat bagus jika kamu memiliki rencana. Namun, menentukan prioritas dalam rencana itu tak kalah pentingnya. Jangan biarkan orang lain membenani dirimu. Belajarlah untuk berkata 'tidak' pada orang-orang yang 'memberatkan'.

Kerjakan saja apa yang menjadi prioritasmu. Hal itu akan membantu menyingkirkan beban dari pikiran.

SARAN: tuliskan lima prioritas teratasmu dalam kehidupan pribadi atau karier ataupun campuran keduanya. Buatlah berdasar hal yang paling penting buat dirimu. Buatlah keputusan bagaimana kamu akan mengatur waktu untuk memenuhi daftar prioritas tersebut.


6. Buat 'me' time

me time
Bebaskan diri dari jerat gadget. (foto: pixabay/silviarita)

Teknologi terbaru membuat kamu makin stres. Oleh karena itu, kamu perlu terbebas dari semua 'jeratan' teknologi.

Gunakan jatah cuti sebaik mungkin untuk menjauh dari rutinitas.

SARAN: sempatkan bermeditasi, mendengarkan musik, atau melakukan hobi yang membuat rileks.


7. Cari bantuan psikolog

bantuan psikologi untuk menjaga kesehatan jiwa
Jika terlalu berat, minta pertolongan psikolog. (foto: pixabay/ryan Mcguire)

Saat semuanya terasa tak tertahankan, jangan malu untuk mencari bantuan psikolog. Jika kamu mengalami tanda-tanda depresi, ada baiknya untuk segera mencari bantuan dari profesional. Terapi kognitif akan amat membantu.

Ingatlah, depresi dan kecemasan tidak hilang sendirinya.

SARAN: jadikan tiap hari sebagai hari peduli kesehatan mental dirimu.(*)

BACA JUGA: Menghilangkan Anxiety Dengan Rutinitas Malam, Ampuhkah?

Kredit : dwi

Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH