Hakim Tolak JC AKP Robin yang Ungkap Peran Wakil Ketua KPK Mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (12/1/2022). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Permohonan justice collaborator (JC) yang diajukan mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKP Stepanus Robin Pattuju ditolak Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Hakim menilai JC Robin yang mengungkap peran Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar itu tidak relevan dengan kasus suap penanganan sejumlah perkara korupsi di lembaga antirasuah.

Baca Juga

Terima Suap Bareng Robin, Advokat Maskur Husain Divonis 9 Tahun Penjara

“Majelis hakim berpendapat apa yang diungkapkan terdakwa tidak ada relevansinya dengan perkara a quo," kata hakim Jaini Bashir saat membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (12/1).

Selain itu, pertimbangan hakim menolak JC, karena mantan penyidik KPK asal Korps Bhayangkara itu merupakan pelaku utama dalam perkara ini.

"Terdakwa adalah pelaku utama sehingga majelis berpendapat permohonan terdakwa itu harus ditolak,” kata hakim.

Baca Juga

KPK Yakin Eks Penyidik Robin Dihukum 12 Tahun Penjara

Sebelumnya, Robin divonis 11 tahun pidana penjara karena terbukti bersalah karena menerima suap sebesar Rp 11,538 miliar. Uang suap tersebut diberikan oleh sejumlah orang agar Robin mengamankan perkara mereka di KPK.

Selain itu, Robin juga dijatuhkan denda uang pengganti sebesar Rp 2,3 miliar yang harus dibayar paling lambat 1 bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang sebelumnya menuntut Robin 12 tahun penjara. (Pon)

Baca Juga

Eks Penyidik KPK AKP Robin Divonis 11 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terjaring OTT, Wali Kota Bekasi Jalani Pemeriksaan di KPK
Indonesia
Terjaring OTT, Wali Kota Bekasi Jalani Pemeriksaan di KPK

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi turut diamankan bersama pihak swasta dalam operasi senyap KPK.

Kawasan Kantor Diplomat di Kabul Mulai Sepi Aktivitas
Dunia
Kawasan Kantor Diplomat di Kabul Mulai Sepi Aktivitas

Hingga saat ini terdapat 15 WNI yang telah melaporkan keberadaannya di Afghanistan. Jumlah tersebut belum termasuk staf yang bertugas di KBRI Kabul.

Terlihat Kaku di Publik, Puan Posisi Terbawah Survei Capres
Indonesia
Terlihat Kaku di Publik, Puan Posisi Terbawah Survei Capres

Ketua DPR RI Puan Maharani jadi "juru kunci" alias posisi terbawah di semua kriteria capres.

Ribuan Pengusaha Terdampak Letusan Semeru, OJK Minta Bank Restrukturisasi Kredit
Indonesia
Ribuan Pengusaha Terdampak Letusan Semeru, OJK Minta Bank Restrukturisasi Kredit

Tercatat, jumlah korban jiwa dalam musibah letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur hingga Senin (6/12) malam mencapai 22 orang.

PPKM Diperpanjang sampai 30 Agustus 2021, Jokowi Longgarkan Kegiatan Masyarakat
Indonesia
PPKM Diperpanjang sampai 30 Agustus 2021, Jokowi Longgarkan Kegiatan Masyarakat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sampai 20 Agustus 2021.

NIK Terintegasi dengan NPWP, Warga Bakal Makin Mudah Urus Pajak
Indonesia
NIK Terintegasi dengan NPWP, Warga Bakal Makin Mudah Urus Pajak

Kebijakan pengurusan satu pintu makin meluas. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bersama Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil bakal mengoperasikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Temui Warga Desa Wadas, Ganjar Jelaskan Proyek Pembangunan Bendungan Bener
Indonesia
Temui Warga Desa Wadas, Ganjar Jelaskan Proyek Pembangunan Bendungan Bener

Dalam pertemuan itu, politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan soal proyek pembangunan Bendungan Bener.

14 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling di Jakarta, Senin (9/8)
Indonesia
14 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling di Jakarta, Senin (9/8)

Pada Senin (9/8), vaksinasi keliling hadir di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta. Ada 14 titik lokasi sasaran vaksin.

Gempa magnitudo 6,1 Guncang Sulut
Indonesia
Gempa magnitudo 6,1 Guncang Sulut

Gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Sulawesi Utara, Sabtu (22/1), pukul 09.26 WIB.