Hakim Setuju Sidang Polisi Penembak Laskar FPI Selanjutnya Langsung Vonis Hakim Ketua Muhammad Arif Nuryanta (kanan) mendengar pembacaan replik penuntut umum pada sidang pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) empat anggota FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ja

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menolak pembelaan dua polisi terdakwa kasus pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) yang menewaskan empat anggota FPI.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan diminta untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya kepada terdakwa Brigadir Polisi Satu (Briptu) Fikri Ramadhan dan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Mohammad Yusmin Ohorella.

Baca Juga:

Dua Polisi Penembak Laskar FPI Dituntut 6 Tahun Bui

"Setelah mendengar pembelaan terdakwa, kami menolak seluruhnya sehingga kami tetap pada tuntutan dan meminta kepada majelis hakim. Kami memohon putusan yang seadil-adilnya," kata jaksa Donny, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (4/3).

Menurut Jaksa, argumen penasihat hukum keliru karena mengabaikan fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan. Oleh karena itu, majelis hakim mengabulkan tuntutan jaksa menghukum keduanya penjara 6 tahun.

Majelis hakim memutuskan jadwalkan sidang putusan akan digelar dua minggu ke depan, setelah Koordinator Tim Penasihat Hukum Henry Yosodiningrat mengatakan tidak mengajukan tanggapan atas replik jaksa (duplik).

Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

"Terima kasih Yang Mulia, terima kasih Saudara Penuntut Umum. Sikap kami sama. Kami tetap pada pembelaan. Mohon majelis hakim menjatuhkan putusan," kata Henry menyampaikan tanggapannya mewakili dua terdakwa.

JPU pada persidangan bulan lalu menuntut Briptu Fikri dan Ipda Yusmin penjara 6 tahun karena keduanya melanggar Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca Juga:

Alasan Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Tak Kunjung Dipecat

Pada Jumat (25/2) dilansir Antara, penasihat hukum menyebut dua terdakwa tidak bersalah karena unsur-unsur pidana dalam dakwaan jaksa tidak terbukti. Insiden penembakan terhadap empat anggota FPI di dalam mobil milik kepolisian pada 7 Desember 2020 itu diklaim terjadi karena terdakwa Briptu M. Fikri berupaya membela diri.

Sebaliknya, kuasa hukum menjelaskan Ipda Yusmin yang saat insiden bertugas mengemudikan mobil, hanya memberi peringatan kepada rekannya untuk hati-hati. Dalam pledoinya, pengacara menyebut peringatan yang diberikan Ipda Yusmin kepada rekannya itu bukan perintah untuk menembak anggota FPI.

Empat anggota FPI yang tewas di dalam mobil, yaitu Muhammad Reza (20), Ahmad Sofyan alias Ambon (26 tahun), Faiz Ahmad Syukur (22), dan Muhammad Suci Khadavi (21). (Knu)

Baca Juga

Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Blok Makam COVID-19 Dinamai Berdasarkan Agama, Anies: yang Baru Dikubur itu Syahid
Indonesia
Blok Makam COVID-19 Dinamai Berdasarkan Agama, Anies: yang Baru Dikubur itu Syahid

Tujuan penamaan itu bukan diasosiasikan sebagai korban wabah corona

TransJakarta akan Tambah Rute Baru ke Jakarta International Stadium
Indonesia
TransJakarta akan Tambah Rute Baru ke Jakarta International Stadium

Guna mempermudah akses warga menuju Jakarta International Stadium, PT TransJakarta akan menambah rute baru ke stadion yang berlokasi di Papanggo, Jakarta Utara tersebut.

KPK Pergoki Pejabat Pemkot Ambon Bakar Dokumen Bukti Suap Wali Kota
Indonesia
KPK Pergoki Pejabat Pemkot Ambon Bakar Dokumen Bukti Suap Wali Kota

Bukti dokumen yang dibakar itu diduga terkait kasus suap persetujuan izin prinsip pembangunan cabang Alfamidi pada 2020 yang menjerat Wali Kota nonaktif Ambon, Richard Louhenapessy.

Mabes Polri Segera Panggil Novel Baswedan cs Bahas Perekrutan Jadi ASN
Indonesia
Mabes Polri Segera Panggil Novel Baswedan cs Bahas Perekrutan Jadi ASN

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono menyampaikan pertemuan tersebut akan dilakukan jika mekanisme perekrutan dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait telah rampung.

Jakpro Bangun ITF Sunter dengan Uang Pinjaman
Indonesia
Jakpro Bangun ITF Sunter dengan Uang Pinjaman

Belum tahu angkanya karena itu tergantung dari PT SMI-nya

Pesawat Cargo Smart Air Jatuh di Ilaga, Pilot Meninggal Dunia
Indonesia
Pesawat Cargo Smart Air Jatuh di Ilaga, Pilot Meninggal Dunia

Pesawat Cargo milik Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNN mengalami kecelakaan di Bandara Aminggu Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (25/10) sekitar pukul 07.20 WIT

Eks Mensos Juliari Segera Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara
Indonesia
Eks Mensos Juliari Segera Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara

Juliari bakal segera menjalani vonis 12 tahun pidana penjara atas perkara suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan Cs Langsung Jalani Pendidikan di Bandung
Indonesia
Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan Cs Langsung Jalani Pendidikan di Bandung

Rencananya, pelantikan Novel Baswedan cs digelar Kamis (9/12) besok atau saat Hari Anti Korupsi.

Anggota G20 Didorong Tunjukkan Kepempimpinan Dukung Pemulihan Ekonomi Dunia
Indonesia
Anggota G20 Didorong Tunjukkan Kepempimpinan Dukung Pemulihan Ekonomi Dunia

Pertemuan kedua FCBD ini membahas usulan komunike pertama (First Communique Drafting) untuk selanjutnya dibahas dalam FMCBG meeting yang akan diselenggarakan pada 17-18 Februari 2022.

PSI Desak Anies Tagih Uang Sisa Pembelian Lahan Munjul
Indonesia
PSI Desak Anies Tagih Uang Sisa Pembelian Lahan Munjul

Sebab, dari total nilai uang yang dikeluarkan Rp 217 miliar, KPK menilai kasus ini merugikan negara setidaknya Rp 152,5 miliar. Artinya ada sisa uang dari pembelian lahan tersebut.